
Setelah beberapa jam kemudian pukul 18:30 lagi-lagi kedua pria pelayan itu datang lagi menghampiri mereka bertiga yang sedang asik menikmati makanan yang sudah dipesannya
"nona jila,kali ini kapten kami...
"tidak,tidak , tidak, tidak!apa kalian tidak paham yang aku ucapkan berulang kali aku tidak mau titik dan jangan menggangguku lagi !" bentak jila dengan wajah marahnya membuat kedua pria itu pun sedikit terkejut dengan rasa sedih mendengar wanita dihadapannya yang terus menolak bujukannya dari tadi ,Rena dan Renata pun hanya bisa melihat dengan tatapan rasa sedikit kasihan kepada pria yang mereka belom lihat sama sekali
"kapal kapten pesiar ini sungguh kasihan sekali ditolak jila mentah-mentah .." gumam Rena dengan suara pelannya
"iya ,kau benar ..
tak berselang lama..
__ADS_1
Diruang lain yang saat ini kedua pria itu pun sedang berdiri dihadapan majikannya seorang kapten yang tak lain adalah Dolken Batara yang sedang menyamar jadi pria lain dihadapan istri saat ini
"maaf , presdir ,kami berdua sudah berusaha tapi hasilnya sama saja dia terus menolaknya .." ujar salah satu pelayan dengan rasa gugupnya
"ckk,apa kau lihat ada benda ini ditanganku , sepertinya dia Yang akan berinsiatif datang kemari ,kalian berdua pergilah dan siapkan apa yang aku suruh untuk 1 jam lagi !" saut Dolken tersenyum licik sembari menikmati anggur ๐ท didalam gelasnya yang sedikit diputar-putar ,dan mereka berdua pun yang sudah paham langsung bergegas berjalan pergi keluar ruangan untuk menyiapkan apa yang diperintahkan tuannya
dan Beberapa menit kemudian kapal pun sudah sampai dinegara X dan ingin mendarat dipinggir pantai untuk beristirahat hanya untuk beberapa jam saja ,Rena pun yang melihat itu amatlah senang disaat dirinya sudah berdiri diatas sisi kapal dengan antusiasnya
"ya,kau benar , sepertinya setiap kali kapal ini mendarat , tentunya akan ada tamu baru menikmati liburan diatas kapal pesiar Yang mewah ini ,tapi alangkah baiknya juga bisa melihat kakak tampan itu lebih bagus bukan hahaha..."saut Renata dengan antusias nya melihat kapal yang sudah menepi dipinggir pelabuhan dengan sempurna
"hahaha!..kau benar kadang otakmu sedikit cerdas ,tapi ya sudah kita gak usah berdebat masalah gak penting sebaiknya kita menikmati kota ini dan turun untuk melihat-lihat bagaimana?" saran Rena yang sedikit menyeletuk namun dalam sekejap Renata pun yang sudah tahu sipat dan waktak Rena membuat dirinya pun tak ambil pusing lagi
__ADS_1
"Oia ,jila apa kau juga mau ikut kami ?" tanya rena pada sahabatnya yang tak terlupakan
"aku tidak pergi , rasanya aku Malas pergi untuk jalan-jalan ,kalian pergilah aku akan baik-baik saja disini.." tolak jila yang sedikit malas namun dalam hatinya memikirkan suaminya yang tak kunjung menghubunginya beberapa hari ini
"baiklah, kalau begitu kau istirahatlah dikamar ,kami akan membelikan banyak makanan dan oleh-oleh yang enak-enak untuk kau bawa pulang nanti ..dah..jangan lupa hubungi aku bila terjadi sesuatu!" ujar Rena yang amat perhatian pada sahabat sekaligus saudara ,dirinya pun dengan cepat bergegas pergi bersama Renata dengan senangnya yang sudah saling merangkul tangan satu sama lainnya dengan kompak
dan disisi lain jila pun terdiam berdiri dengan wajah murungnya melihat photo beranda didalam ponselnya bersama suaminya yang amat merindukannya
"sudah beberapa hari ini,kenapa Dolken tidak menghubungi ku sama sekali,apa yang dia lakukan saat ini ?" gumam jila dengan rasa rindunya menatap photo suaminya yang begitu dalam yang tak berani menghubungi suaminya lebih dulu dikediamnya ,namun dengan tiba-tiba ponsel pun berbunyi membuat jila pun sedikit penasaran didalam pesannya
"Hm?siapa yang kirim pesan padaku ? ..(batin jila) dengan rasa penasaran dirinya pun membuka pesan gambar photo didalam ponselnya yang begitu jelas membuat dirinya pun terkejut dengan mata bulatnya
__ADS_1
"apa!!..