
tak berselang lama mereka berdua pun sampai dikamar khusus yang sudah siapkan oleh gosto sebelomnya untuk tamu specialnya yang membuat rena pun berjalan masuk dengan Mata melotot dengan mulutnya terbuka lebar
"ahhhh! apa ini sebuah kamar? gosto benar-benar sangat menikmati hidup! semuanya disini sangat menyilaukan ! aah! dan nyaman juga berada dikasur seperti ini, aku seperti Ada di tempat istana kerajaan yang didalam dogeng! " ujar rena Dengan santainya melemparkan tubuhnya diatas ranjang begitu saja, yang membuat jila pun hanya bisa tersenyum sembari menggelengkan kepalanya beberapa kali melihat tingkah sahabatnya itu sembari berjalan mendorong kopernya menuju lemari yang belom sempat dibereskan
"ohh iya, aku sudah tahu masalah tentang dolken dengan wanita yang bernama Maria itu dari bosku tadi, apakah kau Mau mendengarnya? " ujar rena Dengan cepatnya beranjak bangun dari tidurnya dan duduk dipinggir ranjang melihat dan memperhatikan sahabatnya yang sudah menampakan wajah diamnya
"kenapa kau diam begitu? apa kau tidak boleh membiarkanku mengantakanya , kalau begitu aku akan mati menahannya! aku harap lebih bagus memberitahumu diantara mereka berdua! jila, apakah kau tau sebenarnya dolken dan Maria adalah cinta pertama satu sama lainnya? mereka bersama 8tahun yang lalu, tapi pada 6tahun kemudian , Maria tiba-tiba pergi begitu saja tanpa pamit dan menghilang tanpa jejak, dan kali ini Maria kembali lagi, dia pasti ingin menggoda suamimu! dan kau juga tidak boleh kalah seperti ini! "saran rena yang panjang lebar memberitahukan kepada sahabatnya dengan Rasa sedikit geregetan yang membuat jila pun terkejut mendengarnya
"apa? mereka berdua adalah cinta pertama satu sama lainnya? tidak heran! saat aku melihatnya mereka begitu hangat disaat berpelukan di belakang taman! rupanya , aku sudah kalah sebelom bertarung... ya tuhan apa yang harus aku lakukan?.. (batin jila) dengan perasaan bingung bercampur rasa sedih dan kecewa kepada suaminya
"jila, kau kenapa malah bengong? dan bahkan kau tidak bicara sedikit pun? " tanya rena yang sedikit cemas memperhatikan sahabtanya yang masih terdiam seperti orang linglung
"apa yang masih aku katakan lagi! kau tahu kan kalau aku dan dolken Adalah suami kontrak! " saut jila pasrah menoleh menatap sahabtanya yang tersenyum kecil yang membuat rena pun merasa iba melihat sahabtanya
"jila...
"jila, apa yang kau lakukan ini? kau istrinya dolken ! dan kau masih punya hak untuk meminta Maria meninggalkan suamimu itu ! kenapa kau harus membuat diri sendirimu menderita? .. (batin rena) dengan wajah pasrahnya terdiam sejenak namun dengan cepat dirinya pun beranjak bangun dari duduknya dengan gaya juteknya
"baiklah kalau begitu.. kita tidak perlu lagi memusingkan para pria itu lagi ! bagaimana kalau kita pergi keluar untuk jalan-jalan? "saran rena yang sudah berdiri melihat sahabatnya yang tersenyum sembari memainkan halisnya naik Turun, yang membuat jila pun tersenyum lucu melihat sahabtanya yang tahu kondisi hatinya saat ini
__ADS_1
" Haha..baik, itu tidak buruk juga! " saut jila dengan antusiasnya menganggukan kepalanya Yang tersenyum lebar
"terimakasih rena, kau selalu memikirkanku setiap kali.. Ada masalah dengan dolken, tapi Ada beberapa hal.. yang tidak bisa kuputuskan begitu saja... (batin jila) dengan Rasa galaunya terdiam menatap sahabtanya yang sudah berjalan pergi menganti bajunya diruangan lain
beberapa menit kemudian..
mereka pun sudah selesai mengganti baju Santainya berjalan pergi menuju lorong gedung villa yang amat besar dengan gaya khas mereka masing-masing
tak... tak.. tak..
namun tanpa disengaja mereka pun berpapasan bertemu dengan dolken dan Maria yang sudah berada disamping suaminya , yang membuat dolken pun sangat terkejut melihat istrinya yang sudah Ada dihadapanya sama halnya dengan jila dirinya juga amat terkejut dengan diamnya melihat suaminya dengan wanita lain disampingnya
"hai, tuan rangga! "sapa rena dengan sengajanya memangil rangga dengan suara kerasnya melambaikan tangannya dengan antusianya yang membuat rangga pun langsung berjalan menghampiri mereka
tak.. tak.. tak...
"Ayo, kita pergi jalan-jalan keluar bersama , itu akan lebih seru bukan ? " saran rena dengan senangnya tersenyum menatap rangga
"kebetulan sekali aku sedang mencari kalian berdua.. " saut rangga yang tersenyum senangnya yang sudah berdiri diantara mereka , dan jila pun hanya bisa tersenyum menatap rangga sembari menganggukan kepalanya dengan sedikit cangung
__ADS_1
"hMm..
tak butuh lama mereka pun membalikan tubuhnya dalam bersamaan dan berjalan pergi melewati dolken silih berganti dengan diamnya, dan dolken melirik dan memperhatikan rangga yang sudah saling tatap dengan sengitnya diantara mereka berdua ,dan tak lupa dolken pun menoleh melihat istrinya yang sudah Ada dibelakang rangga dengan diamnya
berjalan menghampiri dirinya
"jila, jangan pergi! " pinta dolken dengan suara pelannya , namun sayang sekali jila hanya bisa terdiam tak menjawab perkataan suaminya itu yang terus berjalan melewati dirinya dengan acuh, yang membuat dolken pun sedikit kecewa dan kesal kepada istrinya yang sudah mengabaikan dirinya , yang membuat rangga pun sedikit tersenyum senang didalam hatinya memperhatikan mereka berdua
"dolken batara, jika kau melepaskannya, aku tidak akan sungkan lagi!.. (batin rangga) dengan diamnya terus berjalan seolah tidak terjadi apa-apa , yang membuat dolken pun langsung menoleh melihat punggung musuhnya itu dengan diamnya
"rangga, jila putri adalah milikku , jangan harap kau bisa mendapatkannya dikehidupan ini!.. (batin dolken)yang tak mau kalah dirinya pun dengan cepat melangkah pergi dengan kesalnya,dan Maria pun hanya bisa terdiam dengan juteknya memperhatikan kedua pria itu
" heMm..
"begitu rupanya . . (batin Maria) yang tersenyum sinis melihat punggung rangga bersama kedua wanita Yang Amat tidak disukainya pergi dari hadapanya, tak berselang lama dirinya pun menoleh melihat dolken yang sudah berjalan pergi meninggalkan dirinya
" dolken tunggu aku! "triak Maria dengan suara manjanya berjalan cepat mengejar dolken dari belakangnya dan rena pun yang mendengar itu sangat muak
"humpph.. menyebalkan!.. " dumel rena dengan juteknya yang terus berjalan menggandeng sahabatnya dengan rasa sabarnya
__ADS_1
tak.. tak... tak...