
"aduh sakit... anak ku... " ucap jila yang sudah meringis kesakitan dengan posisi yang sudah duduk sembari memegangi perutnya yang membuat rena pun dengan keget dan terkejutnya dengan cepat lari dan menjatuhkan tas belanjaannya di sembarang arah
"jila... " ucap rena yang sudah berteriak dan berlari cepat dengan wajah cemas dan nyonya president pun dengan wajah cemas nya langsung menghampiri wanita itu dan berjongkok yang tidak jauh darinya
"maaf.. aku minta maaf.. ahh! kamu.. !?.. " ucap nyonya president itu dengan wajah kagetnya melihat wanita yang sudah menolong dirinya dengan tiba-tiba
"bibi, dia barusan hanya ingin menolongmu! apakah kamu bisa tolong mengambilkan mobil untuk membawanya ke rumah sakit ?.. " ucap rena dengan suara kerasnya melihat wanita itu di depanya dengan wajah cemas dan paniknya yang sudah memegang bahu jila agar segera duduk dengan benar
"ahh... baik ,baik , mobilku ada di dekat sini, supir ku akan segera datang.. " ucap nyonya president itu yang sudah panik juga melihat wanita itu yang sudah meringis kesakitan
"rena, perutku sangat sakit... tolong...selamatkan anak ku .. tidak boleh terjadi sesuatu pada anak ini.." ucap jila dengan wajah kekawhatiranya memegang tangan rena dengan erat
"jangan khuwatir, kamu dan anakmu akan baik-baik saja.. " ucap rena yang sudah menenangkan jila agar tidak panik
__ADS_1
"jika terjadi sesuatu pada anak ini, bagaimana bisa aku Menjelasakan kepada dolken batara ini gawat sekali.. (batin rena) yang sudah cemas dalam hatinya yang sudah campur aduk tak karuan
tak berselang lama mereka pun dengan segera membawa jila ke RS terdekat yang sudah di bantu oleh supir nyonya president yang sudah menggendong nya ke dalam mobil dengan hati-hati dan mereka pun masuk dan melajukan mobil nya dengan kecepatan maksimum
di tempat lain di perusahaan batara group yang saat ini sedang ada rapat yang sudah duduk dengan wibawanyah yang akan memulai rapatnya dengan keheningan di ruangan itu tapi dengan tiba -tiba ponsel dolken pun berbunyi
dret... dret... dret..
" halo.. apa!!.. " ucap dolken dengan terkejutnya langsung bangun dari duduknya dan melangkah berjalan dengan cepat meninggalkan ruang rapat yang membuat raja pun kaget melihat tuannya pergi begitu saja dengan tergesa-gesa...
"rapat sementara di tunda, harap tunggu pemberitahuan selanjutnya, terima kasih dan tolong kerja samanya.. " ucap raja yang juga sangat tergesa-gesa menyusul tuannya pergi dari belakang dan meninggalkan ruang rapat itu , dolken pun dengan wajah cemas dan paniknya yang saat ini sedang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan maksimum yang membuat penggendara lainya sangat terkejut melihat mobil yang sangat ugal-ugalan yang sangat membahayakan orang lain dijalanan..
tak berselang lama dolken pun sampai RS yang sudah di beritahukan rena sebelomnya dengan cepat dolken pun memparkirkan mobilnya begitu saja di depan RS..
__ADS_1
di ruang rawat..
"aku sungguh berterima kasih ! jika bukan karena kamu , mungkin aku sudah di posisimu yang lebih parah dari ini.. " ucap nyonya president itu dengan wajah bersalahnya yang sudah duduk di samping jila sembari memegang tangannya dengan erat..
"tidak apa-apa, walaupun yang di Sana bukan anda, siapapun pasti akan aku tolong . . " ucap jila dengan ramahnya tersenyum manis sembari memegang tangan Nyonya president itu dengan erat dan menatapanya dengan penuh bersyukur dan sedikit lega yang membuat rena yang melihat itu sangat kesal yang dari tadi panik dan cemas ..
"mudah untuk mengatakannya ! apakah kamu tidak tahu seberapa bahayanya hari ini ? kau membuat ku mati berdiri! jika pengemudi yang ceroboh itu menambarak bukan kakimu tapi perutmu , apakah kau pikir anakamu bisa di pertahankan ? .. " ucap rena yang sangat kesal berteriak pada jila begitu saja
"rena...
brakkk.... (suara pintu)
yang terbuka dengan paksa yang membuat di dalam Sana sangat kaget melihat laki-laki itu datang dengan nafas yang sudah engos-engosan
__ADS_1
"jila.. apa kamu baik-baik saja!? Hugh..Huhh... huh... huhh... . " ucap dolken yang sudah berdiri di depan pintu yang sedang mengatur nafas nya yang engos-engosan dengan sorot matanya tertuju pada jila dan tak perdulikan kepada kedua wanita itu yang sudah melihat dan menatapnya Termasuk nyonya president yang selama ini dia tunggu-tunggu..