
"Aku sudah tahu pasti akan seperti ini.. tenanglah, jangan menangis Aku ada disini ! " bujuk rena dengan suara pelannya menenangkan sahabatnya itu dari dekapanya sembari mengelus pundak sahabatnya itu berulang kali dengan lembutnya
"maaf, lagi-lagi Aku sudah merepotkanmu.. ihks... " ujar jila dengan rasa sedihnya memeluk sahabatnya itu dengan senyum kecilnya
"bodoh.. " saut rena singkat dengan wajah kesalnya mendengar sahabatnya itu yang terlalu sungkan kepadanya, yang membuat jila pun yang sudah merasa tenang langsung melepaskan pelukannya dengan perlahan sembari mengelap air matanya itu dengan tangannya
"rena, kau menanyakan ini padaku kan.. apakah ada hal lain yang ingin kau bertanya padaku lagi ? "ujar jila yang bertanya balik kepada sahabatnya itu dengan suara paraunya
"barusan Aku menerima telephone dari bosku, dia bilang Maria sakit..
Plesbeck....
__ADS_1
"rena,apa kau bisa mewakili Aku pergi kerumah sakit untuk melihat Maria? Aku sudah terjebak! dilautan merah jadi Aku tak bisa pergi ! "ujar pangeran dengan suara maboknya disebrang Sana memberitahukan kepada wakil asistenya itu yang membuat rena yang mendengar itu sangat terkejut dengan wajah penasarannya
" Apa? lautan merah ? .. "saut rena yang masih berdiri mendengar perkataan bosnya itu disebrang Sana
" benar, lautan yang sangat merah sekali! sebaiknya kau cepat pergi kerumah sakit sekarang juga dan bantu Aku untuk menjenguknya.. "pinta pangeran sekali lagi kepada Asistenya itu sembari menikmati minuman anggurnya disebrang Sana
"apa bos lupa, Aku tidak terlalu dekat dengan wanita itu, sebaiknya bos sendiri saja yang pergi jika kau mau! " cetus rena disebrang Sana yang menolak permintaan bosnya itu yang membuat pangeran pun yang mendengar itu sangat marah
"tckk.. dasar pria! " gumam rena yang masih berdiri dengan wajah marah dan kesalnya disaat mendengar dari bosnya itu
plesbeck...
__ADS_1
"yah, Masalahnya seperti itu... " ujar rena yang memberitahukan kepada sahabatnya itu disaat bosnya sedang menelepon dirinya dengan wajah seriusnya
"benarkah ? " saut jila dengan wajah diamnya menatap kearah lain dengan wajah murungnya
"dolken , karena orang yang kau sanyangi telah kembali, apakah Aku harus mundur dan memberikan jalan untuknya? terimakasih telah menggunakan apa yang terjadi malam ini untuk mengukur statusku yang sebenarnya, dan juga terimakasih atas pengertianmu padaku selama ini , pastinya perasaan ini akan ku kubur dalam-dalam , dan tentunya Aku pun tidak akan mengganggumu sedikit pun , mulai saat ini, semuanya akan kembali kejalannya ! .. (batin jila) yang sudah merasakan rasa keputus asaanya dan bingbangnya terhadap suaminya itu dengan wajah pasrahnya
"jila, jika kau ingin meninggalkan dolken.. lihat Aku apakah kau ingin mendengar saranku? " ujar rena yang sudah menampakan wajah serba salah menatap sahabatnya itu , yang membuat jila pun yang mendengar itu langsung menoleh melihat sahabatnya dengan wajah penasarannya
"apa, katakanlah? " saut jila singkat
"saran ini sedikit merugikan.. lagi pula perlu kerja sama dari pihak lain.. sebaiknya kau gunakan rangga , dia adalah orang yang sangat pintar , dia pasti tahu bagaimana kerjasama denganmu ! " ujar rena yang sedikit berat hati mengatakan kepada sahabatnya itu
__ADS_1
"rena, apa yang kau katakan ? " saut jila dengan wajah terkejutnya langsung beranjak bangun dari duduknya menatap sahabatnya itu