
"benar! kebetulan sekali, aku juga ingin mengatakan masalah ini pada kalian, hal seperti ini sudah terjadi pada jia, jadi dia tidak bisa lagi menjadi putriku mulai sekarang, kalian bawalah jia pulang , aku akan mencari alasan yang tepat dan tidak akan membuat jia terlalu malu didepan orang banyak ! " saut mahesa yang sedikit berat hati dan merasa sedih di lubuk hatinya paling dalam , membuat mawar , jia, dan Adi pun sangat terkejut dengan wajah terpukul tidak terima mendengar keputusan mahesa
"baiklah, karena jia bukan lagi putri Sah keluarga mahesa, maka jila juga tidak perlu ikut campur masalah ini lagi, apakah sekarang kami boleh pulang? kelihatannya jila sangat lelah , dia perlu istirahat! " ujar dolken pamit dengan suara khasnya beranjak bangun dari duduknya dan menoleh melihat istrinya sembari merangkul tangannya yang begitu erat Dari genggamannya dan membalikan tubuhnya Bersama Yang lainnya menuju pintu keluar meninggalkan kelurga jia dan Dani Yang masih sedikit bingung melihat istrinya Yang masih duduk dengan diamnya Yang belom tuntas
tak.. tak.. tak...
sore pun tiba..
dikediaman mahesa Yang saat ini jila pun dengan singgap dan hati-hati membantu suaminya Yang sedang berpura-pura sakit dihadapan istrinya dengan begitu manja
"kedepannya kau jangan begitu bodoh lagi, lihatlah kau terluka , lalu bagaimana dengan pekerjaanmu beberapa Hari ini? " Tanya jila Yang sedikit cemas menatap suaminya dengan seriusnya, membuat dolken pun Yang mendengar itu dengan cepat mengalihkan perhatiannya
__ADS_1
"ahh! ..kau mengingatkanku lenganku sedang terluka, maka makan pun akan sulit, tapi, demi menolongmu semuanya jadi berarti!" saut dolken Yang mulai cari perhatian
"bukankah, Yang terluka tangan kiri? " Tanya jila Yang sedikit curiga
"apa, dia mulai gombal lagi, tapi dengan keadaan sekarang . . siapa Yang berminat mendengarkan hal-hal seperti itu dolken? .. (batin jila) Yang tertunduk membisu dengan Rasa galaunya, namun dengan cepat dolkepun tersenyum kecil dan menarik tangan istrinya kearah pangkuannya membuat jila pun sedikit kaget dengan Mata bulatanya
" Σ(゚Д゚;)ahh!!..
"jila, melihat lukaku,apakah kau dapat mendengarkan penjelasanku baik-baik? "Pinta dolken dengan wajah berharapnya, dan jila pun Yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya beberapa Kali
takkk!!..
__ADS_1
"ヽ(`д´;)/ ah!..
"ihk!.. kau ini, tidak terlambat untuk cemburu setelah mendengar semua penjelasanku dengan baik, kalau bukan karena sifatku Yang baik,✧(。•̀ᴗ-)✧ maka Aku sudah tidak akan bersabar sejak awal! " ujar dolken dengan PDnya
"( ̄へ  ̄ 凸hahhh!.. beraninya kau berkata seperti itu? ! sifatmu baik dari mananya? tolonglah ! kau hanya bos Yang paling menakutkan seluruh dunia Yang pernah kulihat! .. " protes jila dengan sedikit kesalnya
"yah! Aku mengakui kalau masalah hari itu adalah kesalahnku, tapi saat itu kau juga tidak memberikanku kesempatan untuk menjelaskan, lalu Aku dibuat marah olehmu, Aku hanya fokus pada emosiku dan lupa menjelaskannya padamu! " ujar dolken dengan santainya mengakui penyesalanya
"ヽ(`д´;)/ kalau begitu kenapa kau ingin menjelaskan padaku lagi ? " protes jila semakin emosi
"karena Aku tidak ingin kehilanganmu! " saut dolken singkat tersenyum menatap istrinya Yang begitu lekat
__ADS_1
"apa!!..
membuat jila pun langsung terdiam membisu dengan wajah bengongnya melihat suaminya Yang sudah saling tatap satu sama lainnya