
"uhu... akhirnya selamat juga.. uhu..." ujar Renata yang sudah duduk dengan hati leganya
"apa wajah ku ini, membawa masalah bagi kalian?.. " tanya jila pada Renata yang sudah duduk dengan wajah penasarannya
"tidak, maaf, barusan aku tidak sopan, hanya saja karena kau terlalu mirip tapi, setelah bertemu denganmu, aku tahu aku salah! aku benar-benar berterimakasih atas kemunculanmu, kepergian kaka yuri katy, benar-benar membawa pukulan untuk semua orang tapi, melihatmu hidup dengan sehat, aku memiliki ilusi kalau kaka yuri katy masih hidup .. " saut Renata dengan wajah polosnya memberitahukan kepada jila yang masih terdiam mendengar perkataannya
" ternyata kehadiranku dapat menghiburmu benar-benar tidak sia-sia aku mempunyai wajah ini .. " ujar jila yang sudah tersenyum senang menatap Renata yang sudah duduk dihadapannya , namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang
__ADS_1
tak.. tak.. tak..
"waw! ternyata ada nyonya muda batara sangat luar biasa, dapat bersembunyi dan bersantai disini dengan nona Renata! nyonya muda batara sangat beruntung dapat menikah dengan pria sebaik ceo dolken , tidak tahu membuat iri beberapa banyak orang . . " ujar wanita itu yang bernama lea yang mempunyai berparas cantik dengan bentuk tubuhnya yang seperti gitar sepayol yang sudah berdiri menatap jila dengan sombongnya
"tampaknya suamiku yang murahan ini benar-benar menarik banyak saingan untukku.. (batin jila) yang sudah menatap wanita itu dengan diamnya
"meskipun nona Renata ingin menyanjung tinggi nyonya muda batara, juga tidak perlu bicara seperti itu tentang ceo dolken kan?.. " sindir lea dengan tatapan angkuhnya yang sesekali meminum minumannya yang sudah ada dari tanganya
__ADS_1
"ya ,meskipun keluarga batara berkerjasama dengan keluarga jhonson, nona Renata diperintahkan untuk menyenangkan nyonya muda batara , tapi sayang, apakah aku bahkan tidak bisa mengatakan yang sebenarnya? . . " ujar lea dengan rasa tak perdulinya bicara seperti itu yang membuat dolken pun yang mendengar itu sangat terkejut yang sudah berdiri tidak jauh dari mereka yang sudah memperhatikannya , dan Renata pun sangat amat kesal mendengar perkataan wanita itu yang sudah amat geregetan dari tangannya yang sudah mengepal kuat
"kau!!.. bisakah kau tutup mulutmu itu!! .. " saut Renata dengan suara tegasnya menatap lea dengan tidak sukanya namun tiba-tiba seseorang pun datang lagi
tak... tak... tak..
"sebenarnya ceo dolken yang menggunakan nyonya muda batara atau nyonya muda batara yang menggunakan ceo dolken ? ... bukankah jelas-jelas sudah terlihat oleh orang? .. ckkk.. " saut wanita itu yang bernama dela yang muncul tiba-tiba berjalan di belakang sahabatnya itu yang tak lain adalah lea dengan wajah sombongnya yang sudah berdiri di sampingnya yang sesekali menikmati minuman anggurnya yang sudah ada di tangannya , yang membuat Renata pun semakin marah dan murka melihat wanita ular itu yang sudah berdiri di hadapannya
__ADS_1
"tidak masalah, biarkan mereka bicara! sesukanya, jika mereka punya kemampuan, biarkan mereka juga jadi nyonya muda batara! aku tidak masalah memberikan tempatku , selama mereka ada kemampuan itu! . . "ujar jila dengan bijak menatap kedua wanita itu dengan senyuman manisnya dengan santai yang membuat dolken pun yang mendengar itu ikut tersenyum dengan wajah tidak percaya