
"apa karena dia mirip yuri katy? " tanya rena yang masih menatap rangga dengan seriusnya
"bukan juga! " saut rangga singkat dengan diamnya berdiri dengan gaya wibawanya
"apa kau curiga kalau jila putri, adalah orang dari keluarga mahesa? "tanya rena lagi yang masih penasaran dengan sikap rangga kepada sahabatnya itu
"benar, CEO rena menurutmu begitu banyak kebetulan didunia ini, apakah ini benar-benar hanya kebetulan saja ! saut rangga dengan wajah diamnya yang penuh banyak pertanyaan dibenaknya
"lalu apakah kau bertahya kepada jila? apakah dia bersedia? kalian semua satu persatu ingin memaksa jila, dan satu persatu berkata demi kebaikannya, apa kalian benar-benar demi kebaikannya? jila, terus melakukan hal yang tidak disukainya, awalnya keluarga ayah angkatnya yang memaksanya! kemudian mantan pacarnya yang memaksanya, dan sekarang keluarga batara memaksanya! dan bahkan mantan sahabatnya pun ingin memaksanya, kenapa? ceo rangga yang baru saja mengenalnya belom lama juga, ingin bergabung dengan keluarga mahesa untuk memaksanya? apa yang jila perbuat dan lakukan? sehingga membuat kalian semua orang terus menerus menindasnya? "tanya rena dengan suara sinisnya yang begitu detail dan jelinya menatap rangga dengan seriusnya , yang membuat rangga pun yang mendengar itu tersenyum kecil yang langsung menoleh dan menatap rena
__ADS_1
"aku tidak memaksanya, aku hanya membawanya jalan-jalan saja, rumah tua keluarga mahesa awalnya Merupakan objek wisata tingkat diatas kota z, lagi pula aku tidak mengayakan apa-apa kepadanya! " saut rangga yang tersenyum dengan wajah wibawahnya yang membuat rena pun semakin menatapnya dengan dinginya
"ceo rangga, aku harap kau tidak memiliki niat buruk , aku pun tidak banyak teman , jila adalah salah satu sahabatku, jika kau merugikannya , maka aku tidak akan tinggal diam ! " acam rena dengan suara tegasnya menatap rangga yang penuh penekanan yang membuat rangga pun hanya bisa tersenyum kecil sembari menaikan halisnya kerah rena yang begitu sangat membela sahabatnya itu
"hei! kalian berdua kenapa masih berdiri disitu? ayo cepat kemari! " triak jila dengan rasa senangnya melambaikan tangannya kearah sahabatnya itu , yang membuat rena pun langsung menoleh sembari membalikan tubuhnya berjalan menghampirinya dengan cepat dan tentunya sudah menampakan wajah senangnya kepada sahabatnya itu
"ahh, jila tunggu! aku datang!" triak rena dengan girangnya berjalan menghampiri sahabatnya itu,dan rangga pun ikut berjalan mengikutinya dari belakang yang sudah menampakan wajah rasa galaunya melihat Wanita yang dia sukai itu dengan pikiranya saat ini
disebuah bar milik pribadi gosto yang saat ini, dolken, pangeran, Maria dan tentunya calon pengantin pria yang tak lain adalah gosto yang sedang menikmati pesta pujang bersama -sama
__ADS_1
"aku barusan tidak bertanya kenapa tiba-tiba kau berubah pikiran dan ingin Menikah? bukankah kau bilang kau tidak ingin Menikah? "tanya dolken kepada sahabatnya itu yang sedang menikmati anggurnya , yang membuat pangeran pun yang sudah ada duduk disampingnya pun langsung menyender kan kepalanya kepundak sahabatnya itu
"kau benar! sangat aneh bukan ! " sindir pangeran yang sudah menampakan wajah maboknya melirik sahabatnya itu
"apanya yang aneh? geisha! berbeda dengan Wanita lain yang selalu aku temui!" protes gosto dengan suara tegasnya yang sudah melirik teman-temannya itu yang sudah menampakan wajah bodohnya
"apanya yang beda ? aku ingin dengar bagaimana kau memuji geisha! ini adalah tugas yang dipercayakan bukan? " saut marian yang sudah duduk di samping dolken dengan gayanya melirik sahabatnya itu, yang membuat gosto pun yang mendengar itu ketawa geli
"hahahaha...
__ADS_1
"bicaralah yang serious... apakah kau seperti dolken yang harus mengikuti keinginan keluarganya untuk Menikah karena pihak lain sudah hamil lebih dulu ? " tanya pangeran yang bicara blak-blakkan didepan teman-temannya itu sembari melirik gosto yang menyindir sahabatnya itu , yang membuat gosto pun langsung membulatkan matanya menatap sahabat kecilnya itu
"jangan sembarangan bicara , dia tidak hamil, lagian aku Berpacaran sewajarnya tidak seperti kalian -kalian! " protes gosto yang sudah menampakan wajah Kesalnya sembari meminum anggurnya itu hingga tandas , yang membuat Maria pun sedikit terkejut yang tersenyum liciknya mendengar perkataan dari sahabatnya itu barusan sembari meminum anggurnya dengan gayanya