
"sebaiknya kau kembalilah lebih dulu, Aku akan menunggunya seorang diri ,lagi pula malam hari dikota ini tidak terlalu dingin , tidak seperti kota yang Aku tinggali , lagian Aku suka dan senang melihat pemandangan dimalam hari ! " pujuk jila kepada sahabatnya itu yang membuat rena pun yang mendengar itu langsung terdiam sembari menghelang nafas beratnya sembari duduk disamping sahabatnya itu
"aiihh..uhuu...aku sangat kesal!kalau kau tidak pergi, bagaimana mungkin aku bisa pergi ?aku akan menemanimu untuk menunggu , lagi pula Aku bukan satu-satunya menunggu! " ujar rena dengan juteknya sembari melipat kedua tangannya didadanya yang membuat jila pun hanya bisa menampakan wajah bengongnya melihat dan mendengar tingkah sahabatnya itu sembari menoleh melihat mobil rangga disebrang Sana
"ternyata ada dia juga!.. (batin jila) yang sedikit kurang nyamannya melihat kedua sahabatnya itu yang sudah setia menemaninya, dan didalam mobil Sana rangga pun hanya bisa terdiam memperhatikan mereka berdua
"CEO rangga, apa kita akan terus menunggu disini! " tanya supir itu kepada tuannya
"ya, beberapa lama pun dia menunggunya, Aku akan tetap menunggunya! "saut rangga dengan suara khasnya menatap wanita yang dia sukai diluar Sana
__ADS_1
ditempat rumah sakit..
saat ini Maria pun sudah diperiksa dan dirawat dikamar inaf , dan dolken pun berjalan masuk yang sudah mengurus semua prosuder rumah sakit
tak... tak... tak..
"Aku sudah selesai mengurus prosuder rumah sakit sebaiknya kau istrihatatlah... eh? ini... " ujar dolken yang sangat terkejut melihat ponselnya itu yang sudah ada di tangan Maria
"eisssttt... tidak bisa menyala lagi! . . (batin dolken) yang sudah menampakan wajah paniknya
__ADS_1
"maaf, Aku benar -benar minta maaf... Aku akan menggantikan ponselmu dengan yang baru? "ujar Maria dengan suara rasa gugupnya menatap dolken, yang membuat dolken pun langsung memasukan ponselnya kedalam saku celananya sembari membalikan tubuhnya dengan diamnya
"sudahlah kita bicarakan, nanti saja! "saut dolken dengan wajah diamnya yang ingin beranjak pergi
" dolken, apakah kau benar-benar akan meninggalkanku disini sendirian? "tanya Maria dengan wajah tak relanya yang berusaha menghentikan dolken pergi dari sisinya
" jika kau pergi , siapa yang perduli pada hidup dan matiku? kalau kau pergi, siapa yang akan membantuku mengawasi infus ini? "protes Maria dengan wajah memohonya manatap pungung mantan kekasihnya itu , yang membuat dolken pun berhenti sejenak dan berbalik sedikit kerah mantan kekasihnya itu
"Aku akan membali dan Aku juga akan meminta raja untuk menemanimu, Aku akan meminta nya tidak lembur malam ini! "saut dolken dengan suara khasnya, yang membuat Maria pun yang mendengar itu tidak terima
__ADS_1
" dolken! Aku tidak Mau orang lain yang menaniku! Aku hanya ingin kau yang menemaniku! setelah hari ini , Aku tidak akan mencitaimu lagi, Aku akan melihat mu bahagia dari jauh sebagai teman ! dolken , anggap saja kau mengasihaniku, maukah kau menemaniku untuk malam yang terakhir? "pinta Maria dengan wajah rasa sedihnya menatap pungung mantan kekasihnya itu , yang membuat dolken pun yang mendengar itu langsung terdiam berdiri dengan wajah dinginya