
"apa maksud perkataamu nona jia? tanya jila dengan suara tegasnya menatap jia
"kakak jila, jangan marah, aku hanya ingin kakak melihat kedua orang tuaku yang sudah tua dan memintamu hanya ingin mengasihani , orang tua yang sudah kehilangan putri kesayangannya , cuma iTu saja! lagian kakak jila sekarang adalah seorang ibu, jadi kumohon agar kakak menyetujuinya bukan! "saut jia dengan rasa beraninya berbicara seperti iTu kepada jila
"apakah dia sedang mengancamku? .. (batin jila) yang sudah menampakan wajah emosinya namun dengan tiba -tiba rangga pun datang tempat waktu
"jia cukup kau jangan mengacau! "bentak rangga dengan suara keras berjalan menghampiri mereka berdua, yang membuat mereka pun kaget menoleh melihat suara itu berasal
tak... tak... tak...
" kak rangga! "saut jia yang sudah menampakan wajah ketakutannya
"kau pulanglah! " pinta rangga dengan suara tegasnya menatap jia
__ADS_1
"bukan... aku .. aku hanya... " saut jia dengan rasa bersalahnya langsung membalikan tubuhnya dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua dengan rasa sedihnya
tak... tak.., tak...
"maaf, perkataan itu bukanlah dari isi hati paman mahesa dan bibi alea ! "ujar rangga dengan suara khasnya menoleh melihat jila yang sudah terdiam berdiri melihat jia pergi dari pandangannya
" aku mengerti! dia sengaja untuk mundur untuk maju, sebenarnya dia tidak mau aku berkunjung kerumah keluarga mahesa, jadi dia mengatakan itu dengan sengaja untuk membuatku tidak menyukai keluarga mahesa! "saut jila dengan suara khasnya menoleh melihat rangga didepannya
"syukurlah , aku jadi tenang jika kau dapat mengerti! " saut rangga yang sudah menampakan wajah senyum manisnya kepada jila
"bukan- bukan, aku hanya datang untuk memperjelaskan , bukan untuk basa basi! "saut rangga dengan wajah gugupnya menggelengkan kepalanya beberapa kali
"aku datang hanya untuk mengantarkan makanan itu saja, ini! kemarin aku melihatmu menyukainya ,jadi aku membuatnya lebih dan membawakan untuk mu hari ini! " bujuk rangga dengan suara khasnya menyodorkan kue kotak ditangannya kearah jila , yang membuat jila pun langsung menoleh dan menerima kue dari tangan rangga dengan wajah amat senangnya
__ADS_1
"waahh... kue yang sangat catik ! " saut jila yang sudah menampakan wajah ngilernya melihat kue dihadapanya
"ternyata benar, dia suka makan ! .. (batin rangga) yang sudah menampakan wajah senangnya melihat ekpresi jila saat ini, dan berjalan menuju tenda peristirahatan para tamu
beberapa menit kemudian..
" apakah enak? "tanya rangga dengan wajah senangnya menoleh melihat jila yang sudah duduk disampingnya
"emmm, tentu saja enak, emmm.. kue jenis ini benar-benar sangat enak, aku pun belom pernah memakan kue ini sebelumnya , yammm... oh iya, rena juga pernah bilang, kalau kue ini tidak dijual diluar negri! apa mungkin ini adalah teknik yang disembunyikan dari keluarga jonson? bila tidak, kenapa aku belom pernah memakannya? "saut jila dengan rasa senangnya melirik rangga dengan wajah curigannya sembari menikmati kuenya yang ada ditangannya , yang membuat rangga pun yang mendengar itu sangat terkejut dengan wajah paniknya menggelengkan kepalanya beberapa kali sembari menggoyangkan kedua tangannya kearah jila
"tidak bukan begitu aku tidak bersalah! bukan aku yang ingin menyembunyikan teknik ini , tapi... ini tidak dapat ditiru! "protes rangga dengan suara khasnya menoleh melihat jila dengan rasa ragunya
"hmm? apa maksudnya aku tidak mengerti sama sekali? " ujar jila dengan wajah bingung dan penasaranya menoleh dan menatap rangga yang begitu lekat, yang membuat rangga pun menghelang nafas beratnya yang tidak bisa berbohong didepan jila
__ADS_1
"uhu~~maaf , aku tidak akan menyembunyikannya lagi ! kue waktu itu dan hari ini , sebenarnya adalah buatan nyonya alea ! " saut rangga dengan suara rasa bersalahnya memberitahukan kepada jila kebenaranya, yang membuat jila pun yang mendengar itu sangat terkejut bukan main
"apa!..