sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
menuju lokasi


__ADS_3

beberapa jam kemudian ..


jila pun yang sudah sampai tujuan dengan cepat langsung menghubungi sahabatan sekaligus musuhnya itu


"halo..dina, sekarang uangnya sudah aku siapkan, dan aku juga tidak memanggil polisi! bisakah kau membiarkan ku berbicara pada ibuku? " pinta jila di sebrang sana dengan hati was-wasnya


"baiklah, aku akan membiarkanmu bicara dengan ibumu hanya beberapa kata saja ! " saut dina di sebrang sana dengan wajah liciknya yang membuat rose pun sedikit gelisah disaat dina sedang bicara pada putrinya itu


"apakah jila yang menelepon? " tanya rose pada dina dengan wajah cemasnya , yang membuat jila pun terkejut mendengar suara ibunya di sebrang sana


"jila, kau ada dimana? entah kenapa dina pagi-pagi sekali datang kerumah , dan dia bilang kalau terjadi sesuatu padamu dikota n? dan dia secara khusus menjemputku untuk menjaga mu , dan kenapa dina bilang kalau aku tidak bisa menghubungimu? jila, ada apa denganmu? apa kau baik-baik saja ibu sangat cemas sekali? .. " ujar rose di sebrang sanah dengan suara penuh kehwatiran yang membuat jila pun terdiam sejenak mendengar perkataan ibunya barusan


"tampaknya dina, masih belom bicara yang sebenarnya pada ibu ? lebih baik begitu, jika ibu tahu kalau gadis kecil yang selalu dia cintai ternyata menculiknya akan bertapa sedihnya nanti.. (batin jila) yang sedikit lega , namun dengan tiba -tiba dina pun yang tak sabaran langsung merebut ponselnya dari tangan rose dengan paksa


" ahh!!...

__ADS_1


"aku tidak percaya padamu jila , aku ubah tempat kita bertemunya , kau harus pergi sendiri, dan jangan membawa siapapun " triak dina di sebrang sana dengan wajah kesalnya yang sudah tahu rencana jila sebelumnya


"dina, apa hatimu benar-benar sudah dimakan anj*ng , lalu apakah otakmu juga dimakan babi ? aku sama sekali tidak bisa menyetir , bagaimana aku bisa pergi? yang begitu banyak , apakah kau pikir aku seorang ibu hamil yang bisa sekaligus membawanya! kau jangan keterlaluan! "bentak jila dengan suara marah dan kesalnya dibuatnya


"aku memang begitu keterlaluan! lalu emangnya kenapa? " cibir dina dengan juteknya di sebrang sana


" ckkk....aku selalu ingin begitu keterlaluan terhadapmu! dan kau singkirkan saja wajah sucimu itu , aku merasa muak disaat melihatnya!! jangan omong kosong lagi! kau boleh membawa supirmu , tapi tidak boleh membawa yang lainnya termasuk asistenmu itu! bila tidak, jangan salahkan aku tidak akan sungkan! "ujar dina dengan suara ancamannya yang membuat rose pun merasa kaget dan terkejut mendengarnya menatap dina dengan wajah tak percaya nya yang selama ini dia sayangi seperti putrinya sendiri


dan di sebrang sana pun jila sangat kesal dan emosi mendengar ancaman dari sahabat sekaligus musuhnya itu


"selama aku bisa menyelamatkan ibuku, seumur hidupku, aku tidak ingin ada hubungan apapun lagi dengan wanita sialan itu ! (batin jila) yang sudah berdiri membalikkan tubuhnya dan melihat asisten dan beberapa bodyguard dengan tatapan seriusnya


"tunggu! tapi ,nyonya muda, tuan muda sudah memerintahkan aku terus mengikutimu.. kemana pun kau berjalan..!


"apakah kau bisa menyetir? " tanya jila menatap dengan wajah seriusnya yang membuat wawan pun langsung terdiam membeku

__ADS_1


"masih, masih mengambil mata pelajaran ke 2...dan kelima kalinya.. " saut wawan yang sedikit ragu-ragu


"baik, tanpa perintahku , siapapun tidak boleh melapor polisi! apa kalian mendengar ku? dan aku akan segera kembali ! " ujar jila dengan suara tegasnya menatap mereka dan berjalan masuk kedalam mobilnya bersama beberapa koper yang sudah ditaruh dengan rapih


"gawat, kali ini pastinya akan di pecat tanpa terhormat!.. (batin wawan ) yang sudah terdiam merasakan jantungnya yang amat begitu cepat melihat majikannya pergi begitu saja


dan jila pun dengan rasa cemasnya tak sengaja melintas dari benaknya mengingat suaminya saat ini


" andai dia ada disampingku.. (batin jila) yang terdiam sejenak sembari mengelus perutnya beberapa kali


1 jam kemudian..


jila pun yang sudah sampai lokasi yang sudah di tunjukan oleh dina sebelumnya langsung turun dari mobilnya dan melihat sekeliling setiap pandangan yang begitu sepi dan mencekam , sembari mengeluarkan ponselnya dari saku celananya


" halo..aku sudah datang bersama uangnya! sudah saatnya kau Untuk muncul , kan? aku sedang hamil, jadi tidak bisa membawa sekaligus , jadi lebih baik kau ambil sendiri! tapi, aku ingin bertemu dengan ibuku dulu, bila tidak, aku tidak akan tertipu! "ujar jila dengan suara tegasnya sembari melihat sekeliling lokasi

__ADS_1


" untung kau pintar ! aku akan meminta orang untuk membawa kalian kesini! persetan dengan sahabat! siapa sahabatnya? apakah kau pernah melihat sahabat sendiri merebut suami orang lain hah..? bagaimana? yang ku katakan benar kan? "bentak dina di sebrang sana yang seperti orang gila yang berteriak begitu keras yang membuat rose pun begitu sangat ketakutan melihat tingkah dan kelakuan dina saat ini, dan dalam bersamaan zidan pun muncul di balik pintu yang sudah usang berdiri tegak memperhatikan dan melihat jila yang tak jauh darinya dengan tatapan liciknya


" sepertinya aku mencium wangi uang yang begitu banyak di dalam mobil sana..


__ADS_2