sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
kecemburuan raras pada jila


__ADS_3

"do..... lken! kamu kan baru bertama kalinya ke desa ku? apa kau mau ikut denganku berkeliling di daerah sini?.." pinta jila dengan gugupnya meminta laki-laki itu untuk ikut denganya


"benar, dolken , kamu temanilah jila untuk jalan-jalan , disini cukup ada kami semuanya, dan kita sudah bahas semuanya ! .. " ujar Ratna terseyum ramah..


dan Rita pun sesaat melupakan calon cucunya raras bersama ibunya yang dari tadi dia abaikan yang masih duduk terdiam memperhatikan mereka bicara, dengan kesal dan marah raras pun sedikit malu kepada budi yang lebih miskin dari dolken calon suaminya adik tirinya iTu ,dan raras pun tanpa rasa hati langsung mengusirnya dengan kasar, yang membuat ibunya tidak terima di perlakukan tidak hormat, dan mereka pun berjalan pergi dan tak lupa membawa lagi semua Barang-barang yang tadi mereka bawa bersama uang cas di dalam kopernya yang tadi dia banggakan..


"ciihh.. pergilah.." ucap raras dengan sombongnya sembari melipat kedua tangannya di dadanya dengan wajah juteknya


"anak ku, ayo kita pergi! apa hebatnya mengandalkan uang saja kalau tidak ada sopan santunya, kita cari wanita lebih cantik dan kaya dari pada wanita iTu.." cetus ibunya budi itu dengan wajah kesalnya sembari menyeret anaknya


" tapi... ibu..


" ayo! apa kau mau menungunya sampai dia mengusirmu !?.."triak ibunya budi itu dengan wajah melototnya


" tidak ibu!..


dan mereka pun pergi dengan hati yang begitu kecewa dan kesal yang dari tadi di abaikan nya oleh Rita, yang membuat rencana jahat mereka pun gagal total gara-gara dolken dan neneknya datang begitu saja dengan tiba -tiba , dan raras pun yang saat ini sedang kesal tak sengaja melihat jila dan laki-laki iTu bersamanya berjalan keluar yang tak lupa para bodyguard pun ikut serta menemani mereka berdua, yang membuat raras pun semakin panas, iri, dan cemburu pada jila yang sangat beruntung dari diri nya sembari menedang kursi yang ada di hadapanya yang amat geregetanya

__ADS_1


brakkk....


"jilaaa... kau tunggu saja , suatu hari, aku akan merebut kembali, kehilangan apa yang aku alami dari tanganmu! dan aku juga akan ku pastikan kau hidup menderita bersama ibu mu iTu..( batin raras ) dengan wajah geregetanya dengan tangannya yang sudah mengempal dengan keras..


ditempat lain.


"apakah ada yang ingin kau bicarakan dengan ku? bila ada yang ingin dibicarakan , bicarakan saja disini?.. "tanya dolken kepada jila yang sudah berhenti berjalan di belakangnya dan jila pun yang sudah berhenti sejenak melihat beberapa bodyguard yang sudah ada di samping dan belakang dolken yang membuat jila pun merasa risih dan mengurungkan niatnya..


"sebaiknya kita bicarakan di kamarku saja !aku ingin bicara berdua saja tanpa ada orang lain yang mendengar kita di saat bicara?!..pinta jila pada dolken


" diamlah kita hanya bicara 4 mata tidak lebih!..


tak butuh lama.. dolken pun yang sudah masuk ke dalam kamar yang sederhana yang beralaskan tiker dengan kasur yang terbuat dari kapuk yang cukup 1 orang saja, berbeda dengan kamar yang jila tepati di villa keluarga batara group yang begitu besar dengan Barang-barang yang begitu Mahal dengan kasur berukuran size..dolken pun yang masih berdiri memperhatikan photo jila yang masih kecil dengan Keceriaannya bersama boneka kesukaanya dengan reflek dolken pun membalikan photo iTu di atas meja, yang membuat jila pun yang melihat itu sedikit kaget dan berjalan cepat menghampiri dolken..


"apa ini kamarmu? jelek sekali!.. persis seperti photo mu waktu kecil!?.."cibir dolken dengan wajah datarnya


" terserah kau mau bilang apa! iTu gak penting bagiku untuk sekarang ini, aku hanya ingin bicara serious dengan mu! jadi dengarkan baik-baik! keluarga batara tidak perlu Memberikan ku uang sebanyak iTu, walaupun di berikan pada ku, satu rupiah pun aku tidak akan terima!..

__ADS_1


"uang keluarga batara tidak akan mudah di dapatkan, hanya setelah melahirkan anak dengan pernikahan kontrak yang kita sepakati, uang ini akan sepenuhnya masuk ke dalam rekening mu, kalau sudah masuk uang ke rekening mu, terserah kau mau bagikan dengan siapa!?.. " ucap dolken dengan bicara angkuhnya tanpa di sengaja membalikan tubuhnya dengan matanya tertuju di pojokan Sana yang sudah melihat photo jila di saat wisuda dengan seyum ceria di wajah nya,yang membuat dolken pun sedikit tercengang dan tanpa seizin jila dolken pun mengambil photo iTu dari rak baju yang terselip di tembok diding..


"iTu... (batin dolken)


"Jangan sentuh photo iTu!.. " protes jila dengan cepat langsung mengambil photo iTu dari tangan laki-laki itu..


"tidak di sangka, ternyata dia cantik juga di saat marah , berbeda sekali sama dina! tapi menarik juga.. (batin dolken) tanpa sadar memperhatikan wajah jila lebih dekat dengan seyuman misteriusnya..


"apakah fhoto ini sangat berharga untuk mu? atau yang memotretnya sangat special untuk mu? . . "bisik dolken dengan senyuman liciknya yang begitu dekat dengan telinganya , yang membuat jila pun sedikit kaget dan geli. dengan wajah yang sudah semu merah, dengan singgap jila pun langsung mendorong dolken dengan sedikit kesalnya


"ini adalah kenangan aku bersama zidan dulu, tapi, semua sudah berubah dan tidak akan kembali seperti dulu lagi.. ( batin jila) yang sedikit sedih mengingat kenangan bersama zidan kekasihnya dulu..


dolken pun dengan replek menarik jila dan menyudutkan di balik tempok dengan tangannya yang sudah memegang dagu wanita itu , yang membuat merekapun terdiam sejenak yang sudah saling tatap yang begitu dekat


"ahh.. apa yang ingin kau lakukan?.. " tanya jila pada laki-laki itu yang sudah dag... dig.. dug.. dengan tiba-tiba


" hei, kau Jangan lupa sekarang kau jadi miliku, jadi bersikaplah baik.."saut dolken dengan wajah dinginnya

__ADS_1


__ADS_2