
beberapa menit kemudian..
syurrr....
didalam kamar, dolken pun yang sudah selesai mandi berjalan keluar dari kamar mandinya , dengan sadar dolken pun menoleh melihat rena dan jila dibalik kaca jendelanya berjalan melewati kamarnya yang membuat dirinya pun berdiri terdiam melihat dan memperhatikan penampilan istrinya iTu yang begitu cantik dihari pernikahan sahabatnya iTu
"tidak disangka ternyata tikus tanah iTu begitu cantik.. " gumam dolken dengan diamnya yang masih memperhatikan wajah istrinya diluar Sana
tak.. tak.. tak..
akhirnya jila dan rena pun berjalan menuju pesta pernikahan yang bernuansa outdoor yang terbuka ditaman yang berhadapan dengan danau dan gunung
__ADS_1
"hai.. rangga .. " sapa jila dengan suara lembutnya menyapa rangga yang sudah berdiri dijajaran meja tamu, yang membuat rangga pun yang mendengar iTu langsung menoleh dan melihat suara iTu berasal dengan tatapan sedikit terkejutnya melihat wanita yang dia cintai yang begitu mempesona dan cantik
"pagi.. " sapa jila sekali lagi dengan senyum manisnya menatap rangga, yang membuat rangga pun semakin tak bisa terkendalikan dengan jantungnya yang sudah dag dig dug tidak karuan disaat jila tersenyum kepadanya
"untuk sesaat, kupikir yuri katy yang kembali! menyapaku, ternyata bukan, tapi, kenapa jantungku berdekup sangat kencang sekali..perasaan apa ini?.. (batin rangga) dengan diamnya menahan dadanya dengan tangannya sembari menatap jila yang begitu lekat dihadapanya
"habislah aku! apa dia akan perpikir berlebihan?.. (batin jila) dengan diamnya menahan agar dirinya tidak terbawa suasana saat ini , dan rena pun hanya bisa terdiam memperhatikan mereka berdua yang sudah berdiri tidak jauh dari sahabatnya dengan tatapan seriusnya
"jila, takdir apa yang kau punya saat ini!? kenapa orang yang kau cintai tidak mencintaimu, tapi, orang yang tidak kau cintai malah ingin memilikimu jila..? (batin rena) dengan diamnya memperhatikan ekpresi rangga saat ini kepada sahabatnya itu
tak... tak... tak...
__ADS_1
"rena! cepat kemari! " triak pangeran kepada asistennya iTu , yang membuat rena pun sangat kaget yang langsung menoleh melihat suara iTu berasal dengan wajah bengongnya, dan sontak Saja pangeran pun dengan cepat meraih dan menarik tangan rena membawa pergi meninggalkan jila dan rangga yang sudah menampakan wajah bengongnya yang sudah saling tatap satu sama lainnya
"apa yang terjadi? " tanya rangga kepada jila yang sudah menampakan wajah bengongnya melihat rena dan pangeran berjalan pergi dihadapanya yang begitu cepat, sama halnya dengan jila yang sudah menggelekan kepalanya beberapa kali dengan wajah sedikit Terkejutnya melihat tingkah mereka berdua
"tidak tahu, aku juga tidak berani berkata, dan juga tidak berani bertanya? "saut jila dengan suara khasnya melihat mereka berdua yang sudah berjalan meninggalkan dirinya
"cepat pakai ini! tidak boleh berpakaian baju yang sangat terbuka apalagi dibagian dadamu iTu! " pinta pangeran dengan suara tegas dan marahnya melepaskan jas nya dan memberikannya kepada asistennya iTu yang terbilang begitu seksi dari atas sampai bawah yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang begitu sintal
"tidak mau! atas dasar apa kau mengaturku! " tolak rena dengan juteknya membuang muka kearah lain sembari melipat kedua tangannya didadanya
"hahaha... ternyata kedua orang itu sangat lucu juga.. (batin jila) yang sudah tersenyu manisnya melihat dan memperhatikan rena dan pangeran yang tidak jauh dari pandangannya , dan rangga pun langsung menoleh melihat dan memperhatikan wajah jila yang begitu manis disaat tersenyum, yang membuat dirinya terpesona dengan diamnya , namun dengan tiba-tiba seketaris rangga pun datang tanpa permisi yang langsung menarik tangan majikannya itu
__ADS_1
"ehh??!..
"CEO rangga, pernikahan hampir dimulai, ayo sebaiknya cepatlah... " pinta seketaris rangga itu yang tanpa melihat majikannya langsung diseret pergi dengan wajah terburu-burunya , yang membuat jila yang melihat itu pun sangat terkejut dengan mata melototnya melihat rangga pergi begitu saja dari hadapanya