
"mengunakan rangga apa aku tidak salah dengar ? "tanya jila dengan wajah bengongnya menatap sahabatnya
"jika kau tidak mau menyerah , maka besok adalah kesempatanmu , dipernikahan besok, geisha ! akan melempar bunga , jika aku tidak salah tebak, geisha! akan melempar buket bunga itu kearah dolken dan maria ,dan aku takuti dolken dan maria akan Benar-benar berbaikan lagi, dan kau akan sakit hati dan terluka, hari ini ketika kita mengunjungi situs bersejarah keluarga mahesa diluar, rangga mengatakan sesuatu kepadaku , dia bilang, dia akan menyakiti siapapun didunia ini, kecuali kau! jadi jila, jika buket bunga itu benar-benar dilemparkan kearah dolken dan maria, maka kau bisa memberitahu dolken kalau kau tidak akan menjadi batu sandungannya ! dan cara terbaik untuk memenangkan kepercayaan dolken adalah dekat dengan rangga ! apa kau mengerti maksudku kan?" saran rena yang panjang lebar memberitahukan kepada sahabatnya dengan wajah seriusnya sembari menghelang napas beratnya yang amat sedikit geregetan
" uhu~~awalnya aku tidak percaya , tapi, bos bilang... bos bilang... "ujar rena yang sedikit ragu ingin mengatakan yang sebenarnya ,yang membuat jila pun mengkerutkan dahinya yang semakin penasaran menatap sahabatnya
__ADS_1
"apa yang dikatakan pangeran ? tidak apa-apa aku bisa menahannya? cepat katakanlah? " bujuk jila dengan wajah senyum kecilnya menyakinkan sahabatnya untuk membuka mulutnya dan memberitahukan kepadanya
"sebenarnya bos bilang kalau orang yang diperdulikan dolken didalam hatinya sebenarnya adalah maria, mungkin karena sudah berpisah 6 tahun , dolken masih mengingat dengan jelas nama dan dosis obat yang diminum maria disaat dia sakit, begitu jelas, lebih dari sebuah rekan medis! " saut rena dengan rasa berat hatinya memberitahukan kepada sahabatnya , dengan sontak jila pun yang mendengar itu langsung membalikan tubuhnya dengan wajah murung
"rupanya begitu, tidak heran dolken bisa membunuh dina tanpa ampun, dan tidak heran juga dolken tidak pernah mengatakan suka atau Cinta kepadaku! ternyata itu semua karena maria, jelas -jelas aku tahu kalau hatinya tidak tertuju padaku, tapi tetap saja aku terus terjerumus kedalamnya , jelas-jelas aku tahu juga kalau perasaan tidak bisa dipaksakan , tapi kenapa aku masih menganggapnya kalau dia adalah miliku? aku tahu dia memperlakukanku hanya demi anak didalam rahimku, tapi kenapa aku selalu berfantasi kalau dia benar-benar menyukaiku? hehe... ihks... ihks... jila ternyata kau terlalu bodoh! . . (batin jila) dengan diamnya menahan rasa sakit didalam hatinya yang seperti tertusuk jarum yang bertubi-tubi dengan butiran air matanya yang sudah mengalir dipipinya , yang membuat rena pun yang melihat dan memperhatikan sahabatnya merasa sangat bersalah dan berjalan menghampiri jila yang masih berdiri didepan jendela dengan diamnya
__ADS_1
" jila, apa kau baik-baik saja? "tanya rena dengan rasa tak enak hatinya menatap punggung sahabatnya yang sudah berdiri Dibelakangnya
"gawat, aku seharusnya tidak mengatakannya... kata-kata ini mungkin tidak dapat diterima oleh orang biasa, terlebih lagi jila sekarang lagi hamil! kalau begini terus aku takut akan mempengaruhi janin yang ada didalam perutnya !.. (batin rena) yang merasakan hati rasa ibanya melihat kondisi jila dengan cemasnya
"sudah, sudah! jangan bicarakan ini lagi yah? ayo, sebaiknya kita bergegas tidur ini sudah larut malam oke ? "bujuk rena dengan suara lembutnya meraih dan memegang tangan sahabatnya itu namun dengan sontak rena pun terkejut dengan mata melotonya , merasakan tangan sahabatnya yang begitu dingin
__ADS_1