
malam pun tiba.. akhirnya yang di nantikan tiba, yang saat ini jila pun sedang bersiap-siap, dan tentunya sudah bantu oleh seseorang desainer ternama yang saat ini sedang membantu memakaikan gaun yang sudah di pilihkan tadi siang
"nyonya muda, tunggu!seperti nya pingangnya terlalu lebar!, ini adalah model terbaru dan terkecil di musim ini, tapi pinggangmu terlalu kecil ! padahal tadi udah aku ukur dengan benar! apa yang salah nya?! tapi tidak apa-apa aku akan cepat Memperbaikinya ! tunggu sebentar .." ucap desainer dengan wajah sedikit cemasnya mengambil tas miliknya dengan cepat
" ya ampun bahkan aku lupa membawa kotak jahit.. (batin Desainer ) yang sedikit panik melihat isi tasnya Yang satu ya lagi
"kenapa? apa ada masalah?.. " tanya jila Yang sedikit curiga
" tidak apa-apa hanya saja aku lupa membawa kotak jahit! apa nyonya muda bisa menunggu sebentar aku akan pergi sebentar untuk mengambil kotak jahit ku? ohh.. iya nyonya muda maaf apa bisa membantu ku menjempit bagian ini , peganglah ini agar tidak melorot .. " pinta desainer dengan cepat mengarahkan kancing bagian belakang kearah jila agar memeganginya sebentar agar tidak jatuh melorot
" baiklah, kau pergilah dan cepatlah!" saut jila singkat Yang Sudah memegangi kancing dibagian belakang dengan tangan kanannya Yang masih berdiri di depan cermin
"baiklah nyonya!
tak... tak... tak...
beberapa menit kemudian..
"aduh tanganku sedikit kram.. apakah tangan dan kaki mulai terasa tidak fleksibel disaat hamil? . . " dumel jila yang masih terdiam berdiri menunggu Desainer tak kunjung datang Yang membuat dirinya sedikit lelah dan pegal dari tangannya Yang mulai kesemutan namun dengan tiba-tiba ..
srekkk....
"ahh!!...
__ADS_1
"dolken.. (batin jila) dengan wajah kagetnya melihat sosok Yang sudah berdiri di belakangnya Dari dipantulan cerminnya
"terima kasih.." ucap jila dengan wajah gugupnya langsung membenarkan gaunnya dengan tangannya
"dia.. kenapa bisa masuk?.. (batin jila) dengan diamnya memperhatikan dolken dari pantulan cermin dan dolken pun hanya bisa terdiam membantu Memegangi gaun istrinya ,namun dengan tiba-tiba matanya Memperhatikan rambut yang terselip di gaun bagian Belakang nya
" hemmm... dasar ceroboh , rambut tersangkut saja tidak tau . . (batin dolken) yang ingin menarik rambut dari Belakang kuping istrinya Yang panjang dengan berlahan, yang membuat jila pun sedikit terkejut denga pikiran Yang sudah salah paham kepada suaminya
"ehh... apa yang dia lakukan ,laki-laki ini sebenarnya mau apa??..(batin jila) dengan wajah panik bercampur was-wasnya
"hmm.. sudah , tapi kenapa wajahnya merah apa dia sakit? atau.. jangan -jangan!?,sungguh rasanya ingin...(batin dolken) dengan replek mendekati telinganya yang ingin membisikan sesuatu tapi dengan sontak jila pun menghindar
"tu... tuan dolken . . biar aku sendiri saja ".. tolak jila dengan cepat menghindarkan tubuhnya yang membuat gaunya pun ikut lepas dari pegangan dolken, dengan sontak dolken pun terdiam terpaku melihat punggung jila yang begitu mulus terpangpang nyata di depan matanya, dengan mulut yang sudah menelan ludahnya yang tak sadar, yang membuat jila pun Yang sadar semakin tegang , dengan cepat dolken pun menghampiri jila dan menarik lagi gaunya agar tidak terlepas dari tanganya
" diamlah.. " pinta dolken singkat
"aduh.. perasaan ini, sangat aneh sekali apa yang terjadi kenapa jantungku tiba-tiba tidak peraturan begini ,memalukan sekali... (batin jila) yang sudah dag.. dig.. dug.. dengan wajah malunya
"sekarang kita tidak di kantor, kau boleh memanggil namaku bukan! " bisik dolken dengan suara lembutnya menempelkan tubuhnya kearah punggung jila , yang membuat jilapun semakin nerpess dan sesak tidak karuan..
"tuan..tuan dolken.." ucap jila dengan rasa gugupnya
"panggil aku dolken saja.. "pinta dolken yang semakin sengaja membisikan kearah telinganya yang begitu menempel dengan bibirnya, yang membuat jila pun semakin malu dengan wajahnya yang sudah merah seperti kepiting rebus
__ADS_1
"baiklah, dolken ...apa kau puas! sekarang mundurlah !.. " pinta jila dengan Rasa gugup tak karuan
"ehmm.. lumayan juga !.. (batin dolken)Yang mendengar ITU langsung tersenyum puasnya sembari memundurkan tubuhnya sedikit
tak berselang lama...
tak... tak... tak...
"maaf, maaf aku sedikit lama asistenku masih baru jadi harus aku juga mencarinya, asistenku yang lama cuti melahirkan ! .." ucap Desainer yang terus bicara melangkah masuk ,yang tak sadar sudah ada dolken yang sudah berdiri di Belakang istrinya mendengar keluhannya
"ehem!!..
" ehh!!.. tuan dolken! maaf kan saya tuan saya tidak tau kalau ada tuan disini.. " ucap Desainer dengan wajah kaget dan panik dengan sontak membungkukan tubuh nya beberapa kali kearah dolken dengan hormatnya , dan dolken pun dengan cepat melepaskan pegangan gaunya beralih ke tangan jila
" aku tunggu di bawah.. " bisik dolken sekali lagi menatap jila Yang masih merah merona Dari pantulan cermin dihadapanya , dan dirinya pun dengan cepat membalikan tubuhnya berjalan menghampiri Wanita yang sudah ditugaskan untuk mengurus gaun istrinya
"sudahlah, kau urus dia dan inget kalau ada kesalah seperti tadi, aku tak akan segan lagi melihat toko mu gulung tikar dalam beberapa menit saja! " ancam dolken dengan wajah dinginya berjalan pergi meninggalkan mereka berdua
" baiklah tuan, saya tidak akan mengulang kesalahan lagi, maaf kan saya tuan.. "triak desainer itu yang gugup langsung membungkukan tubuhnya berulang kali dengan wajah ketakutan mendengar ancaman dari orang Yang terpengaruh dinegaranya
" ternyata dia tak pernah berubah.. (batin jila) terdiam melihat punggung dolken berjalan pergi keluar dari Kamarnya
" aduh... ternyata dia sangat menakutkan juga.. (batin desainer ) yang sudah berdiri tegak dengan wajah piasnya
__ADS_1
"apakah tadi, aku benar-benar menakutinya sampai segitunya dia ,tapi lucu juga dia ehmm.. (batin dolken) yang tersenyum puasnya berjalan menuruni anak tangan dengan HATI-HAti