sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
di rumah sakit 2


__ADS_3

"duduklah jika kau merasa lelah.." pinta dolken yang sudah menoleh kearah istrinya itu


"aku tidak merasa lelah, hanya saja aku merasa berbeda hari ini perutku sepertinya membesar, aku merasa perutku berbeda setiap harinya.. " saut jila dengan suara khasnya sembari menikmati angin malam yang sejuk , yang membuat dolken pun langsung membalikkan tubuh istrinya itu kearahnya dan menatapnya yang begitu penasaran


"benarkah? .. " saut dolken dengan hati-hatinya mendudukkan jila di tempat ayunan bersamanya sembari memegang dan mengelus perut istrinya itu beberapa kali dengan wajah terkejutnya


"sepertinya kau benar, lebih berasa disaat di pegang di bandingkan beberapa hari yang lalu..


yang membuat jila pun semakin panas disaat dolken semakin memegang perutnya yang begitu lembut beberapa kali yang begitu dekat berada di dekapannya


"omong kosong apa yang kau katakan!?


"besok aku akan membereskan urusanku lebih awal, aku kan menanimu pergi Untuk memeriksa kehamilan.. " ujar dolken yang sedang melihat dan menatap jila yang begitu dalam dengan senyuman yang sudah terukir dibibir seksinya, yang membuat jila pun langsung mengadahkan wajahnya yang sudah semu merah di pipinya dengan wajah bengongnya yang sudah menatap suaminya itu


"kenapa aku merasa kami seperti suami istri yang normal pada umumnya, jika setiap hari seperti ini, alangkah baiknya, dan bahkan aku akan begitu senang dan beruntung.. (batin jila) yang sudah terdiam menikmati kehangatan dari suaminya yang sedang memeluknya yang begitu erat di bawah bulan di malam hari yang begitu cerah sembari tangan dan tangan dolken memegang perutnya yang begitu bahagia di hati mereka masing-masing

__ADS_1


"wah, ternyata tuan muda dan nyonya muda benar-benar saling mencintai.. " ujar wawan yang sudah melihat mereka yang tak jauh darinya yang begitu haru dari matanya


"aku harap begitu.. " saut raja yang sudah tersenyum senang


pagi pun tiba.. menujukan pukul 10:21 pagi diRS


"titttitt


"selamat ceo, selamat nyonya muda, keluarga batara akan ada tuan muda kecil . . " ujar dr itu yang sudah memberitahukan kepada kedua calon orang tua muda dengan wajah ramahnya


"rasanya sangat luar biasa.. " ujar jila yang sudah merasa senang mendengar kabar itu sembari mengelus -elus perutnya dengan wajah bahagianya


"baik, baik, baik, apa jila benar-benar membuatmu susah! . . " saut nenek Ratna yang sudah berdiri di depan pintu dengan wajah senangnya


yang membuat mereka pun langsung berbalik melihat suara itu berasal dengan wajah kagetnya

__ADS_1


"nenek..


"anak baik! sudah membuatmu susah! kamu tidak perlu memperdulikan masalah kantor untuk sementara waktu, perutmu berlahan-lahan akan semakin membesar , dan tidak akan mudah untuk keluar rumah, kau sebaiknya istirahatlah di rumah .. " ujar neneknya itu yang sudah berjalan dan menghampiri menantunya dengan senyuman ramahnya dan berdiri menatap jila yang penuh syukur


"nenek! umur kandungan jila masih sangat muda sekarang, lagipula kasus energi dengan keluarga Johnson akan resmi ditandatangani besok! jila harus hadir dalam pesta perayaan nanti di malam hari.. " saut dolken yang sudah memberitahukan kepada nenek dan jila yang sudah terkejut mendengar kabar itu


"benar, benar, mereka meminta kami suami istri untuk hadir serta.. " ujar jila yang sudah mengingat dari kepalanya, yang sebelumnya sudah mendengar kabar itu beberapa hari yang lalu


"kamu juga boleh pergi, tapi asisten dan pengawal harus ditambah, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun! dan juga jila, apakah kau pikir aku tidak tahu kalau kau sering dengan sengaja menyingkirkan asisten dan pengawal untuk ketenangan? jika kau terus seperti ini, maka kamu harus dikurung! . . " ujar Ratna dengan suara tegasnya menatap menantunya itu yang sedikit memandel


"nenek, maaf aku salah! aku tidak akan melakukannya lagi!.. " saut jila yang sudah menampakan wajah bersalahnya yang sudah tertuduk


"benar nenek, kedepannya tidak perduli kemanapun , aku akan membawanya, dengan begini nenek bisa tenang 'kan? . . " ujar dolken yang sudah menenangkan hati neneknya itu


"baiklah, dolken, kau juga sudah akan menjadi ayah , ada beberapa hal yang harus kau bertimbangkan lebih banyak .. " ujar Ratna yang sudah sedikit mengalah

__ADS_1


" syukurlah.. (batin jila) yang sudah tersenyum pada suaminya itu yang sudah membela dirinya


__ADS_2