
"eihh, menyebalkan sekali, hari ini benar-benar bukan hari yang indah! " dumel jila dengan wajah kesalnya bersandarkan kepalanya diatas sopa sembari memejamkan matanya dalam sekejap namun dengan tiba-tiba rena pun datang yang sudah berdiri dihadapanya
"istri siapa yang ngedumel sendirian disini ? " tanya rena dengan suara khasnya berjongkok sedikit menatap sahabatnya yang begitu dekat yang membuat buah dadanya pun hampir tumpah diwajah sahabatnya itu, dan jila pun yang mendengar itu sangat terkejut buka main yang sudah membuka matanya lebar-lebar
"ehh? rena!! wahhh!!... " triak jila yang sudah menampakan wajah merah malunya melihat buah dada sahabatnya itu yang lebih besar darinya
"kenapa berteriak begitu? apa kau tidak lapar ini sudah hampir sore, aku bisa meminta seseorang pelayan untuk menyiapkan makanan super enak untuk ibu hamil bagaimana? " tanya rena sekali lagi dengan wajah senyum senangnya melangkah dan duduk disamping sahabatnya itu , namun jila pun tak menjawab pertanyaan sahabatnya itu yang sudah menampakan wajah kesalnya
"kenapa lagi? sepertinya kau dalam masalah berat? "tanya rena sekali lagi menatap sahabatnya itu dengan wajah perasaannya yang membuat jila pun yang mendengar itu langsung menganggukan kepalanya beberapa kali dengan wajah sedihnya yang tak bisa tertahankan
__ADS_1
"benar, ihks..ihks...ternyata kau yang paling mengerti aku ihks...! " saut jila yang sudah menampakan wajah melasnya memohon kepada sahabatnya itu, yang membuat rena pun tahu apa yang dimaksudkan jila kepadanya
"sudah, sudah! aku mengerti , kau jangan menangis seperti itu! ehh? apa ini? cantik sekali? "bujuk rena dengan suara lembutnya mengusap air mata sahabatnya itu dengan tangannya dan tak sengaja menoleh melihat kotak kue dihadapanya , dan jila pun yang mendengar itu langsung mengambil kotak kue kearah sahabatnya itu dengan antusiasnya dan melupakan masalahnya sekejap
"ayo! pilih saja sesuka hatimu! aku beritahumu ini kue paling enak yang pernah ku makan selama ini! " saut jila dengan wajah cerianya memberitahukan kepada sahabatnya itu dengan rasa senangnya
"waahh! ternyata enak sekali! yamm... emmm.... "ujar rena dengan rasa senangnya mengunyah kuenya kedalam mulutnya berulang kali
"benarkan! kan aku sudah bilang pasti super enak ! hahaha... "saut jila dengan bangga dan senangnya menguyah makanannya kedalam mulutnya lagi
__ADS_1
"jila, kau sangat baik sekali membagi kue denganku hahahaha... erghhh.. emmm... aku baru kali ini merasakan kue paling enak,berbeda sekali setiap kali ku beli di toko kue langgananku! apa kau tau jila, ini adalah kue yang paling cantik dan paling bagus yang pernah ku makan ! "ujar rena yang pajang lebar dengan senangnya menguyah kuenya hingga abis bersama sahabatnya itu
"kalau begitu apa kau masih ingin makan kue ini lagi? " tanya jila dengan perut yang sedikit keyangnya menatap sahabatnya itu dengan seriusnya, yang membuat rena pun hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya beberapa kali
"tentu saja ingin ! " saut rena dengan antusiasnya menatap sahabatnya itu yang sudah menampakan wajah tersenyum manisnya
"hmm? kenapa kau tersenyum begitu? " tanya rena dengan wajah bingungnya memperhatikan sikap sahabatnya yang tiba-tiba imut dihadapanya yang ada maunya
"heheh... kalau begitu temani aku yah, bertamu kerumah keluarga mahesa besok, aku jamin akan membiarkanmu makan kue sepuasnya sampai kenyang! dan aku juga merasa tidak enak hati bila pergi sendirian oke ! " bujuk jila dengan suara lembutnya menatap sahabatnya itu dengan wajah berharapnya yang membuat rena pun yang mendengar itu langsung terdiam dengan wajah herannya yang belom tahu alasannya
__ADS_1