
"tunggu! Kau mau bawa aku kemana ?" tanya jila dengan rasa cemasnya menarik gaunnya yang menghalangi langkah nya yang begitu cepat
"kita sudah sampai !" saut pria berambut pirang itu langsung berhenti didepan pintu yang cukup besar ,dan jila pun dengan wajah bengongnya langsung terdiam sejenak melihat pria yang ada dihadapannya
"tempat ini...
"dia tadi begitu kasar dan tidak masuk akal menyuruh perempuan untuk mengikutinya ... benar-benar dia begitu mirip dengan dolken ..(batin jila) yang masih terdiam memperhatikan pria yang sudah membuka pintunya secara perlahan
Krekk!!..
"bersiaplah untuk membuat kedua matamu lebar-lebar ..
"apa yang aku lihat disini gelap sekali tidak ada apa-apa ?" saut jila terdiam heran melihat disekitar ruangan sembari melangkah masuk dengan perlahan dan pria itu pun yang mendengar itu langsung menjentikkan jarinya dalam sekejap
__ADS_1
ctak!..
Dan Ruang disekitarnya pun langsung menyala dengan lampu yang begitu mewah didalam bawah laut yang begitu indah membuat jila pun langsung terdiam tercengang melihat pemandangan yang ada dihadapannya
"wah!emas, eh salah !itu ikan paus apa kita ada didalam laut ?wah! Banyak sekali ikan laut yang belom aku lihat dengan mataku sendiri ,indah sekali ternyata pemandangan didalam laut , cantik sekali!" puji jila dengan wajah takjubnya berjalan perlahan menuju dingding kaca yang tebal dengan mata bulatnya yang tak berkedip sama sekali dalam beberapa menit ,namun pria itu pun dengan senangnya menghampiri jila dari belakang
"kalau begitu..apa dia semenawan aku ?" bisik pria dengan nada genitnya memegang tangan jila yang sudah menempel dibalik kaca , yang membuat jila pun langsung tersadar dari pandangannya
"sial ! Kapten ini ,apa yang dia buat ,gawat ! sekarang hanya ada aku dan dia ditempat ini ! ..(batin jila) dengan reflek dirinya pun langsung melepaskan genggaman dari pria itu dan secara perlahan dirinya pun memundurkan tubuhnya sedikit dengan hati sedikit cemasnya
"benarkah ?tapi.. setahuku kau hanyalah istri kontrak presiden ,kau tidak perlu berpegang teguh pada "suamimu " itu!''ujar pria bertopeng dengan angkuhnya berjalan menghampiri jila yang tak mau menyerah sama sekali dengan tatapan pesonanya , dengan reflek dirinya pun memegang dagu jila yang begitu mungil ,dan jila pun yang mendengar itu amatlah marah dan langsung menepis tangan pria itu dengan kasarnya
"menjauh dariku ,lagian itu urusanku sendiri,tidak ada hubungannya denganmu !" bentak jila dengan wajah marahnya
__ADS_1
"ugh! Kau galak sekali !" saut pria bertopeng tersenyum dengan santainya, membuat jila pun lagi-lagi terdiam memperhatikan raut wajah pria dihadapannya dengan hati serba salah
"kenapa lagi-lagi aku perhatikan kapten kapal ini semakin familiar ?..(batin jila) yang langsung membalikkan tubuhnya kearah lain
"lalu apakah kau mencintai suamimu itu ?" tanya pria bertopeng yang mulai sedikit kepo
"apa hubungannya denganmu ! tolong minggir ,aku mau pergi!" saut jila dengan juteknya melihat kearah lain ,dan pria itu dengan santainya langsung menghindar dan berjalan menuju sofa yang tak jauh dari dirinya
"silahkan saja ,tanpa sidik jariku , orang lain tidak bisa masuk ke ruangan ini , begitu juga orang yang didalam tidak bisa keluar begitu saja !" ujar pria bertopeng dengan nada sombongnya yang sudah duduk dengan wibawanya, dan jila pun yang mendengar itu hanya bisa terdiam memegang jemarinya yang amat geregetan
"bagaimana kalau kita duduk dan mengobrol sebentar?" bujuk pria bertopeng yang masih melihat jila dengan tatapan liciknya
"apa yang dia ingin lakukan!..(batin jila) yang masih berusaha tenang berdiri dengan wajah diamnya
__ADS_1
"ayo ,tenanglah ,dan duduklah aku tidak akan melukaimu !" bujuk pria bertopeng sekali lagi sembari menepuk Sofanya berulang kali dengan lembutnya
"karena tidak bisa keluar ,apa boleh buat aku harus mengikuti apa yang dia inginkan..(batin jila ) dengan wajah pasrahnya dirinya pun melangkah berjalan menuju sofa yang sedikit jauh dari pria yang baru iya jumpai