
mereka berdua pun yang sudah sampai tujuan yang sudah di depan restoran yang di rekomendasi oleh dina saat ini
"restoran ini memiliki cita rasa yang istimewa dan lingkungan yang tenang, pasti sangat cocok denganmu jila !.. ucap dina yang sudah memperjelaskan kepada Sahabatnya itu dengan wajah senangnya dan tak sengaja melihat jajanan yang di sukai jila di pinggir sana
"kamu tunggu aku disini sebentar, aku akan kembali dan akan membelikan makanan chestut manis dan enak ! .. " ucap dina yang sudah melambaikan tangannya dan pergi menuju kedai yang tak jauh dari dirinya
" hah!..
"ternyata dia masih ingat kalau aku suka chestut manis,aku jadi ingat saat kecil dulu keluargaku sangat miskin, makanan yang enak semuanya di ambil oleh nenek, setiap tahun baru,dan makanan ringan yang aku suka hanya chestut manis setiap tahun baru, kami berdua memegang chestut manis ke tempat yang tidak ada orang untuk menikmatinya , waktu pun berlalu, dan semua orang tidak seperti dulu lagi, tidak tahu apakah chestut manis ini rasanya akan seperti dulu.. "(batin jila) yang sudah berdiri melihat sahabatnya yang sudah berjalan menuju kedai yang tak jauh dari pandangannya dalam bersamaan seseorang pun sudah memperhatikan dirinya dari belakang dan berjalan menghampirinya
"Hai, kamu juga datang kesini untuk makan ?.. " ucap rangga kepada wanita itu yang sudah berdiri di belakangnya yang membuat jila pun langsung membalikan tubuhnya dan melihat laki-laki itu
"ahh!! kau kebetulan sekali!
"syukurlah, akhirnya dia ingat padaku.. (batin rangga) yang sudah menampakan seyum manisnya di depan wanita itu
"kau.. tang...?? tangga'kan ..???
" bukan tangga 💢tapi rangga 💢💢..
"ahh!!.. iya itu maksudku rangga! heheh... " ucap jila dengan rasa malunya sembari menggaruk rambutnya yang tak gatal
__ADS_1
"ini sudah ke empat kalinya ketemu. . tapi kau masih pikun seperti nenek💢💢..
" maafkan aku.. heheh...
"ya sudahlah apa aku sudah boleh tahu namamu kali ini?.. " ucap rangga dengan wajah berharapnya yang membuat jilapun ingin memberi tahukannya
"jila!.. " ucap dina berteriak memanggil nama sahabatnya itu sembari melambaikan tangannya ke arah dirinya yang membuat dina pun langsung terkejut melihat laki-laki yang sudah berdiri di hadapan sahabatnya itu
"bukannya orang itu adalah CEO rangga.. (batin dina) dengan wajah bengongnya
" owh.. jadi namamu jila apa itu benar ?.. "tanya rangga dengan wajah penasarannya kepada wanita itu
"karena kita berjodoh dapat bertemu, bagaimana bila kita bersama? . . " ucap rangga dengan wajah berharapnya
"hah, sepertinya tidak baik.. " ucap jila yang ingin menolak ajakan laki-laki itu tapi dengan tiba-tiba dina pun datang menghampiri mereka berdua
"CEO rangga!? kenapa ada disini.. "tanya dina kepada laki-laki itu dengan wajah ramahnya yang SKSD
" kamu??..
"ohh, iya namaku dina aku pernah melihatmu sekali dari kejauhan di saat perjamuan! . . " ucap dina yang sudah menampakan wajah manisnya kepada laki-laki itu
__ADS_1
"ternyata dia mengenal jila putri.. (batin rangga) yang sudah tersenyum senang di dalam hatinya
"aku hanya seorang diri, tidak tahu apakah ada kehormatan ini untuk makan bersama dengan kalian berdua?.. " ucap rangga yang sudah melihat kedua wanita itu dihadapannya dengan tatapan ramahnya yang membuat jila pun ingin menolaknya
"tidak!!..
" baiklah! bagaimana bisa menolak undangan dari CEO rangga? . . " ucap dina sontak yang sudah amat senangnya berdiri di samping jila sembari menggandeng tangan sahabatnya itu yang membuat jila pun sedikit keberatan dengan apa yang sahabatnya itu lakukan
" kalau begitu ayo kita masuk . . " ucap rangga yang sudah membalikan badannya berjalan masuk ke pintu utama restoran itu terlebih dahulu
"dina, kenapa harus setuju dengannya? . . " tanya jila pada sahabatnya itu dengan hati beratnya
"kepala ahli bedah rumah sakit tempatku melakukan operasi adalah teman baik dengan CEO rangga dan memiliki hubungan yang baik dengannya, jika akan sangat baik untukku. . " ucap dina yang sudah berbisik-bisik dengan suara pelannya ke arah telinga sahabatnya itu
"baiklah, kalau itu maumu..
"akhirnya aku bisa lebih mengenalnya . . (batin rangga) yang sudah terseyum di bibirnya melihat mereka yang sudah masuk
"dina, kenapa malah bengong? .. " tanya jila pada sahabatnya itu yang sudah melihatnya dengan rasa keraguannya
"ah! maafkan aku ayo.. " ucap dina yang sudah tersenyum senang sembari menggandeng sahabatnya itu menuju meja yang sudah di pesanan oleh laki-laki itu
__ADS_1