
"kenapa rasanya kepalaku mendadak pusing..ahh!."saut jila dengan lemasnya yang tak bisa tertahankan lagi akhirnya tubuhnya pun merosot kebawah yang sudah ditahan oleh kedua tangan suaminya
"jila ! Jila ! Sadarlah kumohon jila! Jila ! " triak Dolken dengan cemasnya berusaha menyadarkan istrinya yang sudah tergeletak pingsan dari dekapannya
wooshhh!!...
Tak..tak..tak...
"tunggu! Malika ,kau jangan menikah dengannya ,kau ikutlah bersamaku aku tak bisa hidup tanpa mu kumohon kembalilah !" triak pria dengan gagahnya mengejar wanita pujaanya yang ingin menikah dengan pria yang tak dicintainya ,dan Malika yang berat hati menoleh sejenak melihat kekasihnya yang begitu sangat mencintai dirinya
__ADS_1
"sudahlah, semuanya...sudah terlambat dehan ,dikehidupan ini hubungan kita sudah terputus !" saut Malika dengan pasrahnya menatap kekasihnya yang sudah berdiri dihadapannya yang penuh rasa sakit yang amat pilu
"Malika,dengarkan aku mungkin dikehidupan ini kita tidak akan bersatu karena dunia ini sedang kacau ,tapi dikehidupan mendatang pasti aku akan menjadi milikmu dan aku akan mencarimu ! Malika ,ketika kau bereinkarnasi ,disitulah dimana aku akan menemukanmu! Malika kau dengar baik-baik, kehidupan selanjutnya ,aku pastikan kau akan menjadi milikmu dan istriku sekali seumur hidupku !"triak dehan dengan emosional yang tak rela melihat wanita pujaanya melangkah pergi meninggalkan dirinya ,dan Malika pun hanya bisa menangis mendengar perkataan kekasihnya yang begitu dalam ,namun dengan sekejap Malika pun berhenti dan menoleh lagi melihat kekasihnya untuk terakhir kalinya mereka berjumpa
"baik dengan senang hati ,aku juga akan menunggumu untuk mencariku dikehidupan selanjutnya !itu juga kalau kau bisa menemukanku ,maka aku akan menjadi istrimu sekali seumur hidupku! " saut Malika dengan tatapan sedihnya dirinya pun dengan cepat berjalan pergi tanpa menoleh kebelakang lagi , mengunakan kereta kuda yang sudah membawa dirinya menuju acara resepsi pernikahan diantara dua negara ,dan dehan pun dengan rasa keputus' asaan dengan hati dilemanya dirinya pun mengakhiri hidupnya menusuk jantungnya dengan pedang yang sering dia gunakan untuk perang melawan penjajah dinegaranya
"baik , Malika demi dirimu aku rela mati dan bertemu denganmu dikehidupan mendatang !..(batin dehan ) yang tak pikir panjang lagi dirinya pun menusuk jantungnya hingga pecah membuat para prajurit pun berjalan cepat menghampiri jenderalnya dengan cemas
Tak..tak..tak ..
__ADS_1
"jangan! Jenderal dehan!!tidak!!!..." triak beberapa prajurit dengan paniknya yang berusaha menyelamatkan jenderal yang dihormatinya yang sudah tergeletak tak berdaya dan tentunya sudah mengeluarkan darah segar diarea dadanya
Beberapa tahun kemudian..
Malika pun yang sudah memiliki anak dari pria yang sama sekali tidak mencintainya selama ini , dirinya pun saat ini sedang terbaring sakit parah dengan wajah pucat Pasih meringis kesakitan menatap suaminya yang sudah duduk setia merawatnya dan menemaninya sampai akhir nafasnya
"Malika, sebelum kau pergi ,aku ingin bertanya satu hal padamu.. apakah kau pernah mencintaiku selama ini?" tanya pangeran William yang begitu gagahnya dengan mata biru yang begitu mempesona menatap istrinya dengan rasa sayangnya , sembari memegang tangan Malika yang begitu erat
"maafkan aku , mungkin pertanyaan ini ,aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu dikehidupan ini ,tapi mungkin saja dikehidupan selanjutnya,aku bisa menjawab pertanyaanmu ini untuk terakhir kalinya ! maafkan aku ..uhuk..uhuk...uhuk..." saut Malika dengan rasa sedihnya merasakan sakit dan sesak diarea dadanya yang mencekik lehernya didalam sana membuat dirinya pun tak bisa menahannya ataupun tertolong untuk menghembuskan nafas terakhirnya membuat suaminya pun menangis sejadi-jadinya kehilangan istrinya yang amat dicintainya selama ini meski hatinya tak bisa dimiliki seutuhnya
__ADS_1
"tidakk!! Malika kumohon jangan tinggalkan aku !!! istriku aku sangat mencintaimu !!!..."triak Wiliam dengan rasa sedihnya yang amat pilu ditinggalkan oleh orang yang dicintainya untuk selama-lamanya memegang dan memeluk tubuh istrinya dari dekapannya dan menciuminya berulang kali dengan hati tak relanya ,dan beberapa tabib pun hanya bisa pasrah tertunduk dengan rasa sedihnya atas meninggalnya pemainsuri yang mereka hormati dan disegani semua penduduk didesa bunga pun amat terpukul mendengar kabar duka dari istana ,dan dimasa depan jila pun akhirnya sadar dari tidurnya yang lumayan cukup lama yang tak sadar dirinya pun mengeluarkan air mata dikedua kelompok matanya yang amat sedih melihat tragedi yang menimpa wanita yang ada dilukisan itu