
2 jam kemudian..
mereka yang sudah sampai didesa Bunga dengan suasana dan udara yang sejuk membuat rena yang tak sabaran menyerobot berjalan lebih dulu sembari menikmati udara dikampung bunga yang begitu asri dan alami
"wahh!ternyata desa bunga ini benar-benar tidak kecil!dan udaranya pun begitu sejuk membuat kulit ku ikut bernafas lega ,dan kuncinya adalah ada banyak orang , semoga saja tidak ada kekacauan sama sekali, sungguh luar biasa dan tidak mudah juga membangun desa ini !" ujar rena yang bicara begitu antusiasnya sembari merentangkan kedua tangannya menikmati udara segar yang sudah menghempaskan kedalam tubuhnya beberapa kali, membuat jila ,Rangga dan Dolken pun hanya bisa tersenyum senang berjalan menghampiri yang lainnya dan tak lupa Renata pun ikut tersenyum dengan bangganya mendengar ucapan dari saingannya
"tentu saja ,itu karena perencanaan awal didesa ini dibantu oleh keluarga Mahesa! Keluarga Mahesa memang layak jadi keluarga terpelajar selama ratusan tahun,dan warisannya tidak bisa diremehkan , berbeda sekali dengan wanita yang berdada besar yang tidak punya otak !." saut Renata dengan lantang nya menyindir wanita disampingnya membuat rena pun amatlah kesal dan marah mendengarnya
__ADS_1
" apa kau bilang !siapa yang kau maksud?kau hanya anak kecil yang berdada rata juga tidak lebih baik!" bentak Rena tak terima membuat Renata mu semakin marah mendengar ledekan ya yang sudah saling caci satu sama lainnya dan jila pun yang melihat kedua sahabatnya hanya bisa menghelang nafas beratnya
"~~uhu~~ apa lagi yang mereka debatkan kali ini ? membuat kepalaku sedikit sakit melihat kedua betina yang tak pernah akur ..(batin jila )yang terus berjalan mengikuti arahan suaminya dan Rangga yang sudah berjalan lebih dulu menyambut beberapa warga yang sudah berkumpul dengan antusias ,dan Dolken pun dengan cepatnya melangkah menghampiri istrinya ,meraih dan memegang tangan istrinya
"ahh! Dolken ?..
"salam kepala desa ,salam kepala dari ke enam suku keluarga maaf aku tak hafal nama Kalian satu persatu ,namaku jila putri senang bisa bertemu dengan kalian !" sapa jila tersenyum ramahnya , membuat salah satu kepala desa pun berjalan menghampirinya dengan tatapan rasa haru
__ADS_1
"nona mahesa ...kau sudah kembali !"saut kepala desa itu yang bernama Baskoro Yudhoyono dan jila pun yang mendengar itu langsung menepisnya
"maaf , meskipun aku mirip dengan almarhum Yuri Katy ,tapi aku sebenarnya bukanlah dia !" ujar jila yang sedikit membenarkan
"tentu saja aku tahu anda bukanlah nona Mahesa,tapi anda juga adalah putri dari keluarga Mahesa sekarang ini !"saut Baskoro dengan hati senangnya tersenyum menatap jila dengan ramahnya ,dan jila pun yang mendengar itu baru menyadarinya dan menoleh melihat Rangga yang sudah tersenyum tak berdosa
"tunggu!Rangga bilang kalau kabupaten bunga punya budi dengan keluarga Mahesa , jadi keramahan mereka padaku ...apa mungkin karena ada hubunganku ?..(batin jila) terdiam sejenak dengan pikirannya dan salah satu suku ke lima dengan cepat mempersilahkan tamu istimewanya untuk masuk kedalam rumah khusus yang ditempati beberapa kegenerasi selama dinasti kuno tumbang
__ADS_1
"mari -mari ayo silahkan masuk !dan kita bisa bicara didalam itu lebih bagus !...."ajak suku ke lima dengan ramahnya mempersilahkan tamu yang diharapkannya , membuat jila ,Rangga dan Dolken pun yang mendengar dari tuan rumah berjalan masuk saling beriringan dan tak lupa Rena dan Renata ikut berjalan dibelakang nya mengikuti arahan mereka bersama dengan yang lainnya meski didalam hati mereka masih bersiteru satu sama lainnya yang belom kelar ,namun dalam sekejap Rena pun dengan tiba-tiba teringat sesuatu hal dengan tujuannya sejak awal ikut kemari