
ditempat lain....
"ahahaha.. kau lucu juga ternyata haha... π
" kau selalu bilang aku lucu apa wajahku seperti boneka ponix.. " tanya jila pada rena
" iya, bisa jadi! hahah... " jawab rena dengan candaannya
" Ihkk... kau ini..
tak berselang lama..
tak... tak... tak...
"nyonya muda, gawat , tuan muda menabrak orang di kolam renang.. " ucap raja yang berteriak sembari napasnya yang sudah engos-engosan berlari cepat menghampiri istri majikanya itu, dan mereka berdua pun terkejut dengan wajah penasarannya
" apa!!
"menabrak apa? apakah para pria saling menabrak di dalam kolam renang.. " tanya rena pada raja yang sudah menepuk jidatnya , yang membuat jila pun panik mendengar itu
__ADS_1
"cepat bawa kami kesana .. " ucap jila dengan raut wajah cemasnya
"dolken apa dia tidak terluka.. (batin jila) dengan wajah paniknya dengan cepat berjalan meninggalkan rena yang masih bengong tidak percaya melihat ibu yang sedang hamil berjalan begitu cepat
"jila , tunggu! sebaiknya kau pelan sedikit.. " ucap rena yang sudah berteriak memanggil Sahabatnya itu
tak berselang lama..
tak.. tak.. tak...
"uhuhh... uhuh..
"dolken, aku sangat takut ! uhuuhh. . aku pikir aku akan mati saat itu juga ! uuhuuhh.. " ucap dina yang sudah tergeletak lemas di pelukan dolken saat ini yang membuat jila yang mendengar itu sangat terkejut
" apa itu suara dina.. (batin jila) yang sudah terdiam sejenak
tak... tak... tak...
" jila, apa kau tahu ibu hamil tidak boleh berlari terlalu kencang.. "tanya rena yang sudah berjalan menghampiri sahabatnya itu dari belakangnya
__ADS_1
" jila.. apa kau mendengarku.." tanya rena sekali lagi pada jila yang masih berdiri dengan diamnya yang membuat rena pun penasaran dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu
" kenapa malah bengong? apa kau tak mau masuk melihat suamimu itu.. " tanya rena dengan wajah kesalnya langsung berjalan kedepan pintu sembari membuka pintunya secara perlahan
krekkk... (suara pintu terbuka)
"dolken, barusan saat menolongku , aku dapat melihat dengan jelas, kamu sebenarnya masih perduli padaku! . . " ucap dina dengan wajah melasnya memegang tangan dolken yang begitu erat, yang membuat rangga pun yang tersadar melihat kedatangan jila dan rena di depan pintu
" jila putri.. (batin rangga)
"kamu sengaja menjaUhiku hanya karena identitasmu dan anak yang ada di dalam kandungan jila saja'kan? dolken aku tidak akan menyalahkanmu! aku bersedia menjadi wanitamu , meskipun tanpa nama , aku juga tidak perduli, dolken , aku sangat mencintaimu, sungguh aku cinta padamu! .. " ucap dina dengan ranyuan mautnya yang saat ini sedang berada di pelukan dolken yang masih terdiam menatap mantan pacarnya itu yang sedang mengelus pipinya yang begitu dekat
"ayo dolken, tergila-gilalah padaku.. (batin dina) dengan tidak tahu malunya yang semakin dekat menatap dolken yang ingin mencium bibirnya yang membuat jila yang melihat itu pun merasa sedikit cemburu
" jangan. . ku mohon jangan.. " ucap jila dengan suara kecilnya sembari menggetarkan bibirnya yang ingin berteriak dengan sekuat tenaganya dan alangkah terkejutnya jila pun memberanikan dirinya..
" aku bilang hentikan!.. " ucap jila berteriak kepada merdeka berdua sembari menutup matanya dengan penuh kekesalan yang membuat mereka pun terkejut tidak percaya termasuk dina dan dolken yang sudah sama-sama menatap dan melihat jila yang sudah berdiri tidak jauh dari mereka
" apa-apa ini! apa yang terjadi? sepertinya ada cinta segi empat di antara mereka.. (batin rena) dengan wajah tidak percayanya melihat adegan seperti itu
__ADS_1