
"tidak perlu sungkan begitu ,aku juga menolongmu karena kau istri dari keluarga batara aku pastinya akan menjagamu bukan? "ujar rangga dengan suara khasnya tersenyum kecil sembari memperhatikan alat pijat dibawah kakinya jila , yang membuat dolken disebrang Sana pun memperhatikan dan melihat mereka berdua yang sudah salah paham ,yang membuat dirinya pun sangat marah dan kesal
"dia ternyata tidak melawan.. tidak mudah aku menunggu Maria sampai tertidur, aku pun bahkan tidak sempat meminum seteguk air kedalam tenggorokanku yang ingin cepat langsung pergi mencarimu.. ternyata dia bermesraan dengan rangga dibelakangku ! sungguh menyebalkan! jila , ternyata kau benar-benar hebat ! dan rangga, kau beraninya menginginkan wanita ku ! kau harus membayar harganya bagaimana pun juga!.. (batin dolken) dengan rasa kesal dan emosinya melajukan mobilnya yang berlawan arah melewati mobil rangga sembari menekan kelaksonya berulang kali dengan kecepatan maksimum
tin.. TiN... Tin...
bramm!.... bramm!...
yang membuat rena dan rangga pun yang sadar melihat itu hanya bisa melihat dengan wajah bengonya
__ADS_1
" dolken?.. sontak rena dan rangga dengan suara pelannya melihat mobil dolken yang sudah melajukan dengan begitu cepat dari pandangannya , dan jila pun yang masih didalam mobil rangga hanya bisa duduk dengan nyamannya yang tak melihat suaminya itu datang untuk mencarinya
1 jam kemudian..
akhirnya jila dan rena pun sudah sampai didalam kamar mereka yang sudah membersihkan dirinya dan mengganti baju tidurnya
"jila, sebaiknya kau cepat istirahat dan jangan banyak pikiran lagi? " ujar rena yang sudah berdiri melihat sahabatnya itu yang sudah duduk dipinggir ranjangnnya dengan wajah murungnya
" rena, maaf yah, malam ini Aku telah menunda banyak wAktumu . . "saut jila dengan suara pelannya sembari meremas tangannya yang sedikit rasa bersalahnya kepada sahabatnya itu
__ADS_1
"jila, bukankah sekarang kita ini adalah teman'kan? apa kau lupa itu? " ujar rena dengan cetusnya mendengar perkataan sahabatnya itu yang tidak terima sembari melipat kedua tangannya didadanya menatap sahabatnya itu
"ehMm? benar , tapi, tetap saja Aku merasa sedikit bersalah.. " saut jila dengan wajah diamnya menatap sahabatnya itu
"ohh iya, Aku ingin bertanya satu hal padamu, tapi, kau harus menjawab dengan jujur? " pinta rena dengan suara tegasnya menatap sahabatnya itu dengan wajah seriusnya
"apakah kau sungguh sangat mencintai dolken? " tanya rena dengan diam berdiri melihat sahabatnya itu yang sudah menundukan wajahnya
"iya . . "saut jila singkat sembari menganggukan kepalanya
__ADS_1
"meskipun sore tadi mengatakan kalau Aku akan sepenuhnya menarik garis dengan dolken, tapi, disaat Aku menerima telephone dari dolken malam tadi, tidak tahu kenapa, hatiku yang mati bagaikan hidup kembali dalam sekejap! saat itu Aku tahu Aku habis dan menyerah.. tapi cinta ini timbul begitu saja terhadapnya.. dan rasa suka seperti itu bukan seperti Aku rasakan dulu , Aku ternyata jatuh cinta kepada suami kontrakku . . yah Aku tahu ini tidak benar.. tapi, tapi Aku... ihks.. ihks... tapi, kau jangan khawatir , Aku tidak akan membiarkan diriku terus tenggelam ihks... ihks.... "saut jila dengan suara pelannya memberitahukan isi hatinya kepada sahabatnya itu dengan wajah sedihnya yang sudah mengeluarkan air matanya yang sudah mengalir dipipinya yang mengingat masa-masa bersama suaminya itu, rena pun yang melihat itu langsung melangkah menghampiri sahabatnya itu dan langsung memeluknya yang begitu erat