
"apa itu benar, ternyata dia dipaksa menikah karena Wanita itu hamil lebih dulu? tapi begitu juga cukup bagus, sebenarnya aku juga tidak keberatan menambah 1 anak lagi kedepannya dengannya!... (batin Maria) yang sudah menampakan wajah pedenya menatap dolken dengan rasa senangnya sembari menikmati anggurnya itu, namun dolken yang mendengar itu hanya bisa terdiam tersenyum dengan rasa senangnya mengingat kejadian dulu bersama istrinya didalam pikiranya yang penuh banyak kenangan indah
"dipaksa menikah? awalnya memang terasa seperti itu.. tapi kalau ku ingat-ingat , pernikahan waktu itu terlalu sederhana , aku merasa sedikit mengecewakan jila .. (batin dolken) dengan diamnya sembari menikmati anggurnya yang tersenyum rasa senangnya mengingat kejadian dulu bersama istrinya itu
"tapi meskipun dolken dipaksa untuk menikah pada saat itu, tapi kau tak lihat dia sekarang , dia sama sekali tidak seperti orang dipaksa! "sindir gosto kepada sahabat kecilnya itu, yang membuat pangeran pun menampakan wajah tak sukanya
"gosto, kenapa kau merasa kau sangat menyukai jila ? bukannya maria juga adalah teman kita juga , oke? ! " protes pangeran yang membela Maria yang diam-diam menyukainya sejak dulu
"pangeran, kau jangan bicara seperti itu, nona jila juga baik, mengenai aku dan dolken... aku hanya percaya pada takdir, meskipun kedepannya dolken dan jila akan berpisah, aku juga berharap dia dapat pergi dan bahagia, bukannya pergi dengan penyesalan "saut marian dengan suara lembutnya yang membuat pangeran pun merasa tak senangnya mendengar itu
"kau ini, selalu saja sangat baik! jila putri itu awalnya burung merpati yang menepati sarang burung murai,posisi ini seharusnya menjadi milikmu! " protes pangeran dengan wajah tak sukanya yang membuat dolken pun yang mendengar itu langsung mengembrakan mejannya dengan wajah galaknya
__ADS_1
brakkk....
"sudah cukup! jangan bicara sembarangan! ini hidupku , lagian aku dan jila tidak akan berpisah ! titik!" triak dolken dengan suara tegasnya yang membuat marian pun sedikit terkejut dengan wajah bengongnya
"dolken, kau... (batin Maria ( dengan diamnya menampakan wajah rasa sedihnya menatap dolken, yang membuat pangeran pun sangat marah pada sahabatnya itu
"dolken, ada apa denganmu? kau pernah bilang padaku kalau pernikahan itu dipaksakan oleh nenek Ratna , sekarang Maria sudah kembali, kenapa kau.. ! protes pangeran dengan wajah rasa kesalnya menatap sahabatnya itu yang masih menahan rasa marahnya itu
"makan bersama sudah hacur tadi, mungkinkah sekarang acara pestaku juga akan ikut hancur!? tidak boleh dibiarkan, aku harus cari cara! bagaimana pun juga!.. (batin gosto) yang sudah menampakan wajah suramnya melihat mereka bertiga
"Maria, aku khawatir tentang geisha, apa bisa tolong bantu aku pergi kesana untuk melihatnya? " pinta gosto kepada Maria yang basa basinya , yang membuat Maria pun langsung menoleh melihat sahabatnya itu
__ADS_1
" hMm..baik, ihkss...." saut Maria yang langsung mengiyakan kepada sahabatnya itu dan berjalan cepat pergi meninggalkan mereka dengan rasa sedihnya
"Maria, kau jangan pergi! " triak pangeran memangil sahabatnya yang sudah menoleh melihat perjalan pergi begitu saja
"dia pergi yah pergi saja , pangeran kenapa kau begitu perduli padanya? " tanya dolken kepada sahabatnya itu
"dolken, kau sungguh keterlaluan! memperlakukan kepada Maria! " protes pangeran dengan wajah marahnya menatap sahabatnya itu
"kenapa apa kau tidak senang? " tanya dolken yang menampakan wajah dinginya menatap sahabatnya itu
"memang tidak senang ! mau apa loh! " saut pangeran dengan juteknya , yang membuat gosto pun hanya bisa terdiam mendengar mereka berdebat yang tak jelas itu
__ADS_1
"huhuhu... jelas-jelas aku adalah peran utamanya disini , apa kalian akan berdebat seperti itu terus dan tak perdulikan aku... (batin gosto) yang sudah merasakan rasa sedihnya dengan diamnya yang amat pusing dan berat di kepalanya itu