
" dan Aku bahkan harus mendengar orang lain tentang barang yang ada dikamarku , jadi untuk apa Aku harus tinggal dikamarku ! " sindir jila dengan suara khasnya sembari melipat kedua Tangannya didadanya dengan juteknya
"kau benar, dan bahkan kamarku sepertinya didekorasi secara khusus oleh seseorang! ehh! jila, apakah kita harus tinggal dirumah mahesa!? bukankah lingkungan keluaraga mahesa sangat baik, dan bahkan kau juga diperlakukan sebagai tamu kehormatan oleh keluaraga mahesa, meskipun kau bukan bagian anggota dari keluaraga mahesa, di Sana juga banyak makana enak kesukaan kita berdua , tapi , kita tinggal disini malah sangat membosankan meski dirumah besar sekalipun ! " cetus rena yang semakin menusuk melirik Maria dengan juteknya yang membuat Maria pun semakin panik mendengarnya
"dolken! maaf ini salahku ! Aku yang salah! jika jila tidak suka semua ini, maka Aku akan segera memindahkannya ! jila jika kau tidak senang , kau bisa langsung mengatakannya padaku saja! dan untuk apa kau membuat ku malu seperti ini? Aku melakukan ini semua untuk demi kebaikan kalian.. huhuhuhhuhu... " ujar Maria dengan melasnya menangis sejadi-jadinya didepan mereka sembari menutup wajahnya dengan kedua Tangannya , yang membuat jila, rena dan dolken pun hanya terdiam menatap acuh tidak memperdulikan tangisannya
"kau ingin pergi kemana? Aku akan menemanimu? " tanya dolken sekali lagi sembari memegang lengan istrinya dengan wajah berharapnya
"tidak perlu, bukannya kau sedang sibuk! lagian kemarin Aku melakukan pembukuan keluaraga mahesa dengan tergesa-gesa , dan hari ini Aku akan pergi lagi untuk membereskannya ! " saut jila dengan juteknya langsung membuang muka kearah lain, yang membuat dolken pun tak pantang menyerah begitu saja
__ADS_1
"Aku tidak sibuk, Aku akan menemanimu kesana ! ohh iya, rena, kau bisa membantuku mendekorasi rumahku dulu hari ini! semuanya tergantung pada kesukaan jila, tidak perlu perdulikan kesukaanku! " ujar dolken dengan suara tegasnya sembari menoleh melihat rena dengan wajah berharapnya
"baik! Aku tidak akan membuat kalian kecewa ! bye.. bye.. bermainlah dengan senang! dan tidak perlu tergesa-gesa untuk kembali ! " saut rena dengan wajah senangnya langsung menganggukan kepalanya dengan antusianya, dan dolken pun dengan cepat menggandeng tangan istrinya dan berjalan pergi menuju keluar meninggalkan mereka berdua
"sudah nona Maria, kau tidak perlu khawatir tentang tempat ini! jadi silahkan pergi? " dan satu lagi jangan buang-buang air matamu yang tak beguna itu! " sindir rena dengan juteknya melirik Maria disampingnya sembari melipat kedua Tangannya didadanya, yang membuat Maria yang mendengar dan melihat sikap rena padanya sangat terkejut dengan kesalnya
"dolken kau mempermalukanku didepan banyak orang demi alat melahirkan itu!? sungguh menyebalakan ahkkss.... lihat saja Aku tidak akan kalah darinya sampai kapan pun!.. (batin Maria) dengan marahnya terus berjalan menuju kamarnya dengan rasa geregetanya diTangannya
dan diluar Sana mereka berdua pun berjalan cepat menuju mobilnya
__ADS_1
"dolken pelan sedikit apa kau gila!" triak jila dengan kesalnya ditarik paksa oleh suaminya dan berjalan masuk kedalam mobilnya yang sudah duduk disamping pengemudi
brakkk... (suara pintu mobil)
"ada apa denganmu? kau..
"malam ini kita akan pergi kebioskop! " ujar dolken dengan suara khasnya memotong kalimat jila dengan sengajanya sembari memakai sitbel ditubuhnya, yang membuat jila pun yang mendengar itu sedikit terkejut dengan mata melototnya
"apa Aku tidak salah dengarkan? apa yang dia ingin lakukan ? .. (batin jila) dengan diamnya menoleh melihat suaminya sembari memakai sitbel dengan hati-hati
__ADS_1