
"apakah ini dolken batara yang ku kenal?kenapa tidak perduli kemana pun dia pergi, dia dapat membuat orang yang pernah membencinya, satu persatu dapat mengesampingkan prasangka mereka dan bersikap baik kepadanya! .. (batin jila) dengan diamnya memperhatikan wajah suaminya itu yang sudah semu merah dipipinya
"lepaskan tanganku, aku ingin pergi ketoilet sebentar! " pinta jila dengan wajah rasa malunya tertunduk sembari ingin melepaskan pegangan tangannya dari suaminya itu yang begitu erat , dan dolken pun yang mendengar itu langsung menoleh melihat jila disampingnya
"kebetulan sekali, aku juga ingin pergi! " saut dolken dengan senyum hangatnya langsung bergegas beranjak bangun dari duduknya sembari memegang tangan istrinya dari genggamannya yang tak Mau lepas
"maaf sekali, kami pamit ketoilet dulu.. istriku tidak membawa asistenya , aku hanya khawatir padanya, jadi aku akan menemaninya sebentar! " ujar dolken dengan suara khasnya meminta izin kepada tuan rumah yang sudah berdiri dengan sopanya
"baik, baik, baik tidak masalah pelayan kami akan segera mengarahkan arah toiletnya, kalian pergilah! "saut mahesa dengan singgap langsung beranjak bangun dari duduknya dan menoleh melihat pelayannya yang tidak jauh dari penglihatannya , yang membuat jila pun amat sangat malu melihat tingkah suaminya itu yang tak Mau lepas darinya berjalan menuju toilet
__ADS_1
tak... tak... tak..
"dolken, apa maksudmu? kau beritahu aku , apa yang harus aku lakukan agar kau merasa puas ! ? dolken! " tanya jila dengan wajah bingung dan serba salahnya dengan sikap suaminya kepadanya yang tiba-tiba, yang membuat dolken pun berhenti sejenak dan menoleh melihat istrinya dibelakangnya
"jangan menangsi! " saut dolken dengan suara lembutnya langsung memeluk istrinya dari dekapanya yang membuat jila pun sedikit terkejut
"dolken!?apa yang terjadi dengannya? apakah dia sudah gila atau hanya ingin mempermainkanku lagi! . . (batin jila) dengan rasa kesalnya ingin melepaskan pelukannya darinya
"apa yang sebenarnya yang terjadi padanya? kenapa dia selalu mempermainkanku seperti ini.. (batin jila) dengan bingungnya mendorong dada dolken dari dirinya , dan dolken pun yang melihat istrinya iTu merasa iba
__ADS_1
"jangan menangis, hatiku akan sakit sekali! .. " saut dolken dengan suara lembutnya Mengusap air mata istrinya dengan tanganya yang begitu lembut dan mencium keningnya yang begitu dalam yang membuat jila pun langsung terdiam seketika dengan wajah bengongnya disaat dolken menarik lekuk lehernya yang ingin mencium bibir kecilnya , dan tanpa pinggir panjang lagi dolken pun langsung menciumnya tanpa hambatan didepan toilet yang membuat jila pun langsung memejamkan matanya dengan jantungnya yang sudah dag, dig, dug, didalam Sana yang berbunga-bunga tiada Tara dengan wajahnya yang semu merah di pipinya disaat dolken menciumnya yang begitu dominan
"mmmuuuacchhh.... π
beberapa menit kemudian..
"dolken dasar kau berengsek.. (batin jila) yang sudah membuka matanya dan tertunduk malu disaat dolken menatapnya yang begitu dalam
"apa malam ini, seharusnya bisa satu kamar dengan jila 'kan? .. (batin dolken) yang tersenyum puasnya menggandeng dan berjalan masuk dengan wajah mereka yang sama-sama bahagia , yang membuat rena pun melihat dan memperhatikan mereka berdua dengan senyum kecilnya
__ADS_1
"ehh? rasanya ATMOSFIR mereka berbeda dari Sebelomnya ? . . (batin rena) yang amat bahagia melihat mereka berdua , namun berbeda dengan rangga dia hanya bisa melihat dengan diam dinginya