sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
didalam restoran


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


mereka pun sudah Ada di tempat restoran Yang sedang menikmati makan siangnya dengan rasa senang dan bersyukurnya dengan nikmat, melihat rose Yang sudah sangat kekeyangan


"bu, apakah sudah kenyang? " tanya jila pada ibunya Itu sembari mengunyah makanannya


"Iyá, ibu sangat ngeyang, Dan bersyukur bisa menikmati makanan seenak ini.. " saut rose dengan wajah rasa senangnya


"baiklah, kalau begitu wawan temani ibu ku, aku Akan pergi ke toilet sebentar! " pinta jila pada asistenya Itu yang sudah beranjak bangun dari Duduknya


"tapi, aku harus pergi dengan mu nyonya! " protes wawan dengan wajah sedikit cemasnya yang ingin melangkah mengikuti majikannya Itu


"tidak perlu, toiletnya sangat dekat ko, aku bisa pergi sendiri saja! " tolak jila dengan wajah datarnya menatap asistenya Itu yang memandel , yang membuat wawan pun mau tidak mau dengan wajah pasrahnya mengikuti perintah majikannya Itu untuk diam berdiri menemani ibu dari majikannya Itu


beberapa menit kemudian..

__ADS_1


jila pun yang sudah selesai dengan urusan di dalam toiletnya bergegas berjalan menuju westafel untuk mencuci tangannya Itu


"syurrrr.... syurrrr.... (suara air)


namun disaat jila sudah selesai mencuci tangannya dengan cepat membalikan tubuhnya Itu Yang ingin beranjak pergi namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang tanpa di sengaja mereka pun bertabrakan


" ahhh! maaf! maaf! apa nyonya tidak apa-apa?.. "tanya jila dengan sontak menatap wanita Itu dengan wajah kagetnya Yang sudah berdiri dihadapanya


"maaf, nyonya kenapa? " tanya jila lagi menatap wanita Itu dengan wajah bingungnya , Yang sudah terdiam dengan wajah sedih bercampur kerinduanya Yang begitu dalam dikedua bola matanya


"tunggu! apa kau sedang hamil? beberapa bulan? apakah tubuhmu baik-baik saja? " tanya alea lagi dengan wajah cemasnya dengan reflek mengusap dengan lembutnya keperut jila beberapa Kali dengan wajah senangnya


"aku baik-baik saja, nyonya lagian Kita bertabrakan tidak sampai melukaiku atau janin didalam kandunganku ,nyonya tak usah khawatir Dan janinku sudah sekitar 5bulan jalan ! "saut jila dengan senyum ramahnya menatap wanita itu dengan senyum ramahnya


"syukuralah kalau begitu, aku turut senang mendengarnya.. " ujar alea dengan suara pelannya menahan rasa kerinduanya Itu menatap jila Yang begitu lekat , Yang membuat jila pun dengan rasa terburu-burunya ingin beranjak pergi meninggalkan wanita Itu Yang masih berdiri terdiam dengan wajah sedihnya

__ADS_1


"maaf nyonya, aku pergi dulu semoga harimu menyenangkan.. " triak jila sembari melambaikan tangannya kearah wanita Itu dengan wajah ramahnya sembari berjalan pergi keluar


tak... tak... tak..


"kenapa aku Ada perasaan seperti pernah bertemu?.. (batin jila) Yang masih terdiam termenung mengingat wanita tadi Dan terus berjalan menuju mejanya


"kenapa gelisah begitu apa Ada sesuatu? " tanya rose pada anaknya Itu


"ah, tidak apa-apa, ayo sebaiknya Kita pergi, oh.. Iyá wawan apa semuanya sudah dibayar? " tanya jila Yang masih berdiri menoleh pada asistenya Itu


"sudah beres, tapi nyonya muda lihatlah nyonya dibelakang sana? kenapa melihatmu seperti Itu? apa nyonya muda mengenalnya? " saut wawan pada majikannya Itu dengan wajah heranya, Yang membuat jila pun dengan penasarannya langsung menoleh memperhatikan wanita Yang baru Iyá jumpa didalam toilet barusan


"ah! wanita Itu!? kenapa dia terus memandangiku dengan tatapan Yang seperti merindukan anakanya?.. eh!! kenapa dia menangis? sungguh wanita Yang sangat aneh .. (batin jila) Yang tidak menghiraukan tatapan wanita Itu padanya , Dan dirinya pun langsung membalikan tubuhnya menatap ibunya Itu Yang masih duduk dengan wajah bingungnya yang sama melihat wanita Di belakang sana yang sedang menatap anaknya


"ibu, ayo sebaiknya Kita harus pergi, Dan jalan-jalan .. " pinta jila pada ibunya Itu Yang sudah mengandeng tangannya Yang begitu erat Dan berjalan keluar restoran

__ADS_1


Yang membuat alea Dan kinara pun hanya bisa terdiam melihat mereka pergi dengan tatapan rasa kecewa Dan sedihnya


__ADS_2