
" apa mungkin dia marah bukan karena ini?apakah dia masih marah karena masalahku selalu meninggalkannya sendirian? dan apa mungkin ketulusanku masih belom cukup untuk dirinya? ..(batin dolken)yang sudah menampakan wajah sedikit bingung dan kecewanya kepada istrinya itu yang sudah berdiri disamping rangga yang membuat dirinya pun amat sangat geregetan sembari mengempalkan tangannya yang tertahankan
"tapi aku masih belom membuat perhitungan dengannya, dia ternyata punya hubungan begitu dekat dengan rangga dibelakangku.. (batin dolken) dengan tatapan dinginnya memperhatikan mereka berdua
"ehem, CEO dolken,Mari silahkan masuk! sekalian kita akan makan siang bersama! " bujuk mahesa dengan wajah tersenyum ramahnya yang sudah berdiri disampingnya, dan dolken pun yang mendengar itu tak sungkan lagi langsung berjalan masuk dengan wajah datarnya melewati istrinya yang membuat jila pun sangat terkejut bukan main melihat tangan suaminya itu yang sudah meraih dan memegang tangannya yang begitu erat yang membuat jila pun mau tidak mau melangkah berjalan mengikuti dari belakangnya dengan hati-hati, dan rangga pun yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan tatapan dinginnya
"jila itu adalah miliku dan juga istriku tidak boleh ada yang merebutnya dari tanganku! . . (batin dolken) dengan wajah kesalnya terus berjalan menuju ruang tamu yang sudah diarakan oleh salah satu pelayan rumah dengan ramahnya
__ADS_1
beberap menit kemudian..
dan mereka pun akhirnya berkumpul dan duduk diruang tamu sembari menunggu makan siang yang masih dipersiapkan dimeja makan, dan dolken dengan diamnya memegang tangan istrinya yang begitu erat dari genggamannya yang sudah duduk disampingnya yang membuat jila pun semakin risih dengan tingkah suaminya itu
"apa otak dia lagi terbakar api hari ini? dan dia datang kesini hanya ingin bermesraan dengan ku didepan banyak orang! . . (batin jila) yang sudah menampakan wajah rasa tak enak hatinya melihat mereka yang sudah memperhatikan dirinya dan suaminya , termasuk rangga hanya bisa terdiam dengan tatapan dinginnya memperhatikan mereka berdua dihadapanya
"wah, rupanya CEO dolken adalah seorang sastrawan yang elegan , iya itu benar, setelah memetik setumpuk daun teh ini, tidak disangka tuhan tiba-tiba memalingkan wajahnya dan akhirnya turun hujan yang sangat deras selama seminggu penuh , jadi teh ini kehilangan daya tarik dan rasa! "saut mahesa yang memberitahukan kebenarannya apa yang dikatakan dolken barusan
__ADS_1
"kebetulan aku juga punya setumpuk jarum perak baihao , dan kebetulan tumpukan daun teh ini dipangang sehari sebelom di timpun , jadi wanginya masih sempurna , jika tuan mahesa tidak keberatan, maka aku akan memberikannya kepadamu untuk mencobanya bagaimana? " saran dolken dengan senyum ramahnya menatap mahesa
"wah, terimakasih sekali lagi, ternyata CEO dolken adalah orang yang sangat berbakat aku tidak menyangka akan hal itu! " saut mahesa dengan wajah sedikit terkejut dan senangnya mendengar perkataan dolken yang begitu detailnya, yang membuat rangga pun sedikit kurang percaya mendengar hal itu
"apakah yang dikatakannya itu benar? . . (batin rangga ) dengan rasa penasarannya langsung mengambil dan mencicipi teh yang Ada ditangannya dan merasakan rasa yang dimaksudkan dolken barusan, dan benar saja yang membuat rangga pun sangat terkejut dengan mata melototnya
"benar! awalnya kupikir dolken adalah orang yang mendominasi, kejam , dingin dan hanya mengandalkan kekuatan dan kekuasaan keluarganya untuk mendominasi , tidak disangka dia adalah lawan yang berbakat dan banyak akal.. (batin rangga) dengan diamnya memperhatikan dolken dengan seksama
__ADS_1