
beberapa menit kemudian..
jila pun akhirnya ikut pergi bersama rangga yang saat ini sedang menuju rumah kediaman keluarga batara yang sebelumnya rangga pun belom mengetahui rahasia tentang jila dan dolken saat ini
"aku sungguh minta maaf , karena sudah merepotkan dirimu ... " tanya jila kepada laki-laki itu dengan wajah sedikit canggumnya yang sudah duduk di jok belakang pengemudi
"aku melakukannya dengan sukarela, dapat melayani nona jila adalah kehormatan ku.. " ucap rangga dengan suara lembutnya sembari menatap wanita itu di depan sepionya
"tidak tahu kenapa aku selalu merasa kalau laki-laki ini, melihatku dengan pandangan yang aneh , jika aku bilang kalau aku sudah menikah ... mungkinkah akan membuatnya merasa aku terlalu percaya diri sekali?.. (batin jila)
"kamu... kamu sangat lucu sekali heheh...
"nona jila tidak perlu merasa tidak enak hati, jangan sungkan .. " ucap rangga yang sesekali melirik wanita itu di depan sepionya yang membuat jila merasa risih disaat laki-laki itu terus menatapnya dirinya di depan sepionya yang diam-diam
"kenapa melihat ku terus?.. "tanya jila kepada laki-laki itu dengan suara lembutnya yang membuat rangga pun terkejut tak percaya
__ADS_1
cekittt... (suara rem mobil) yang tiba-tiba berhenti sejenak di saat lampu merah
"yuri! ah! bagaimana mungkin. . apakah itu benar-benar itu kamu? . . (batin rangga) dengan wajah bengongnya sembari menghentikan mobilnya secara perlahan dengan pikirannya yang sudah melayang membayangkan bayangan kekasihnya itu yang sudah duduk di belakang jok penumpang
" sepertinya barusan dia terus menatapku.. apa mungkin aku salah lihat? . . (batin jila) yang sudah memperhatikan laki-laki itu di depan pengemudi, yang membuat rangga pun diam-diam sudah merasakan jantungnya yang sudah berdebar-debar begitu hebat tak biasanya
"setelah yuri mati , jantungku tidak pernah berdebar seperti ini, tapi saat ini , aku merasakan lagi berdebar hebat untuk seorang wanita yang sudah duduk di kursi penumpang , yuri, apakah kamu sedang mengingatkanku kalau dia adalah hadiah yang kamu kirimkan kesisiku ? .. (batin rangga)dengan rasa kerinduannya di saat mendengar suara wanita itu barusan yang hampir mirip dengan kekasihnya yang selama itu dia selalu dengar di telinganya yang penuh kerinduan
beberapa jam kemudian..
"terimakasih banyak sudah mengantar ku pulang . . " ucap jila yang sudah menundukan badanya sedikit kepada laki-laki itu dengan sopannya yang membuat rangga pun hanya bisa terdiam berdiri menatap wanita itu
"dia benar-benar sangat mirip dengan yuri ! .. (batin rangga) yang masih terdiam menatap wanita itu yang begitu lekat yang membuat jila pun langsung mengadahkan wajahnya dengan hati gelisahnya
"maafkan aku, aku harus segera pulang . . " ucap jila yang sudah berbalikan badanya dengan terburu-buru dan tak perdulikan laki-laki itu yang masih menatap dirinya seperti orang aneh
__ADS_1
"orang bilang kalau CEO rangga itu orang nya anggun dan lembut, dan juga memperlakukan semua orang dengan penuh perhatian , tapi kenapa saat melihatku , pandangannya sangat lancang ? tampaknya kedepannya aku harus berhati-hati pada orang ini.. (batin jila) yang sudah cepat berjalan menuju gang kecil agar laki-laki itu tak bisa mengikuti dirinya yang membuat rangga pun tak bisa berkata-kata apa lagi hanya bisa melihat wanita itu pergi begitu saja dari pandangannya
"apa yang terjadi padaku? aku malah tidak bisa menahan diriku , mungkinkah karena aku terlalu rindu padamu yuri? . . (batin rangga) yang tiba-tiba melamun sembari menatap langit di atas Sana dengan hati penuh kerinduan kepada kekasihnya yang sudah lama pergi meninggalkan dirinya selamanya
beberapa menit kemudian..
jila pun yang sudah sampai berjalan masuk dengan nafas yang sudah engos-engosan
" uuhh... akhirnya sampai rumah juga!
cklekk... (suara pintu terbuka)
"ah!!apa yang terjadi? kenapa begitu berantakan?sebenarnya apa yang terjadi??. . (batin jila) dengan wajah terkejutnya yang sudah melihat seisi rumahnya yang sudah berantakan seperti kapal pecah termasuk henpone milik dolken yang sudah hancur berantakan di bawah Sana
" akhirnya kamu tahu pulang juga.. " ucap dolken yang sudah berdiri melihat dan menatap jila dengan tatapan tajamnya yang membuat jila pun sedikit ketakutan dengan wajah gugupnya yang sudah berdiri begitu tegang
__ADS_1
"kenapa dia melihatku seperti itu?.. (batin jila) yang sudah menatap matanya yang sudah melotot padanya seperti iblis