sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
kecemasan Baskoro


__ADS_3

"tentu saja pernah dengar hanya saja ..." saut Rangga terdiam sejenak yang pura-pura sedang berpikir dengan kerasnya , membuat Baskoro pun amat gelisah dan gugup dari wajahnya yang sudah berkeringat dingin tidak karuan


"desa bunga telah terbakar disini selama ratusan tahun,mana bisa diusir begitu saja ? Jika itu benar akan terjadi seperti itu , lalu bagaimana dengan Aula leluhur , 6 suku keluarga desa ini?..(batin Baskoro) menoleh melihat Rangga dengan tatapan seriusnya


"tunggu!ceo Rangga apa tidak ada cara lain?" tanya Baskoro


"keluarga Jhonson memiliki status dalam militer dan politik,tapi masalah ini tampaknya merupakan keputusan yang dibuat oleh para petinggi,dan tidak mudah bagi keluarga Jhonson untuk ikut campur tangan!" saut Rangga memberitahukan dengan wajah pasrahnya membuat Baskoro pun semakin was-was , berbeda dengan Dolken dirinya hanya bisa tersenyum licik sembari menikmati teh kesukaan nya yang begitu menikmati nya , dan mencium aroma yang memikat hidungnya berulang kali

__ADS_1


"ternyata teh terbaik dirumah kepala desa cukup lumayan juga ,bisa dibilang manfaat ekonomi yang dibawa oleh desa bunga mungkin sedikit besar , kepala desa ,bagi orang-orang diatas , bukankah proyek besar bernilai ratusan miliar itu lebih penting dari pada sebuah desa ?jadi aku bilang kepala desa benar-benar salah paham ,kami datang kesini hanyalah untuk bermain ,bukannya ingin bernegosiasi dengan kepala desa !" ujar Dolken dengan tegasnya menyuruput lagi air teh hangat dengan angkuhnya membuat jila yang mendengar dan memperhatikan suaminya sedikit kesal


"hei ! Dolken kau terlalu sombong cara bicaramu itu !..(batin jila) terdiam melirik Dolken dengan cetusnya ,namun Baskoro pun yang mendengar itu lagi-lagi terdiam dengan pikirannya yang amat bingung


"tapi ,harus kuakui.. tampaknya provinsi Y yang mengemis pada CEO Dolken ,bukan CEO Dolken yang mengemis pada provinsi Y apakah dia juga ingin aku melihat situasinya dengan jelas?..(batin Baskoro) terdiam lurus dengan rasa galaunya


"kepala desa kau jangan khawatir, saat kami datang,kami sudah membawa perlengkapan yang cukup,kami dapat berkemah dipendesaan tanpa mengganggu kehidupan penduduk desa sama sekali !" bujuk dolken Dengan santainya dan Baskoro yang mendengar itu pun amatlah cemas mengingat ancaman para warga dan penduduk desa bunga padanya

__ADS_1


"kalian benar-benar pinter bercanda ! tentu saja orang yang datang kesini adalah tamu , bagaimana mungkin kami membiarkan tamu istimewa untuk tinggal diluar meskipun hanya beberapa waktu saja , lagian aku sudah merapikan beberapa kamar tamu untuk kalian harap jangan menolak !" protes Baskoro dengan ramahnya dan mencegah niat mereka yang akan berkemah diluar sana


" terimakasih ,kalau begitu kami tidak akan sungkan lagi !" saut Dolken tersenyum puasnya


" Oia ,satu hal lagi , bagaimana kalau beberapa hadiah ini sebagai hadiah balasan menginap kami disini ?" saran Dolken sembari menunjuk beberapa hadiah yang tidak jauh dari pandangannya ,dan Baskoro pun dengan pasrahnya mengiyakan apa yang Dolken katakan sembari menganggukkan kepalanya


"uhubaiklah aku setuju !" saut Baskoro menghelang nafas lega ya

__ADS_1


"kepala desa, terimakasih, maaf sudah merepotkanmu .." ujar jila tersenyum manis menatap Baskoro dengan sedikit tak enak hati ,dan Baskoro yang mendengar itu pun langsung menoleh melihat suara itu berasal


"ah! Tidak apa-apa nona mahesa terlalu sungkan ,kau bisa datang juga sudah merupakan kehormatan bagi desa kami hehehe!..." saut Baskoro tersimpuh malu melihat jila yang ingin menyimbakan rambut nya kearah belakang membuat dirinya pun tercengang dengan mata melotot yang tanpa disengaja melihat gelang yang dipakai jila saat ini


__ADS_2