sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
pangeran yang panas


__ADS_3

"eh?!.. tunggu! kenapa dia terus melihat kesini?..(batin jila) menoleh melihat dan memperhatikan pangeran sebelah kirinya yang tidak jauh dari dirinya dengan tatapan tak sukanya, membuat dirinya pun dengan sengaja menoleh meminta Baskoro yang sudah duduk disamping kirinya


"ehem ..aku terus mendengar bahwa orang-orang dari beberapa keluarga desa bunga, baik pria maupun wanita , semuanya adalah penyanyi dan penari yang hebat ! kebetulan sahabatku Rena dia juga pandai menari, apakah kita boleh berlomba diacara api unggun ini ?" saran jila dengan wajah ramahnya membuat para penari pun sangat amat senang mendengar nya termasuk Rena yang amat terkejut mendengar jila yang menunjuk dirinya


"ehh?!...


"wahhh!!..wahh!!.. ternyata nona Rena ingin bersaing dengan kami kalau begitu kami akan mewujudkan keinginan mu nona .." ujar beberapa pria tampan yang sudah berjalan menghampiri dan mengantri menyambut Rena dengan antusias yang membuat Rena pun amatlah senang dan sedikit kewalahan yang sudah dikelilingi pria tampan didesa bunga ,dan dipojokan sana pangeran pun amat lah marah dan kesal pada jila


"kau hebat ,jila putri !..kau bisa membuatku semakin benci padamu !..(batin pangeran) yang menahan rasa amarah nya didepan semua orang sembari menyaksikan wanita pujaannya bersama pria lain,dan Rena pun dengan tatapan bahagia nya menoleh melihat sahabatnya

__ADS_1


"jila , terimakasih yah..kau selalu mengerti aku ..


"tidak masalah ,lagi pula aku tidak ingin kau murung ataupun bersedih disampingku , pergilah sekarang pria tampan sudah menunggumu .." saut jila tersenyum senangnya ,dan Rena pun yang tak pikir panjang lagi langsung beranjak bangun dari duduknya dan tak lupa menarik Renata untuk ikut gabung dengannya meski mereka sedikit bersaing merebutkan hati jila tapi didalam diri mereka sebenarnya saling rukun dan saling menyayangi bagaimana semestinya sahabat


"Renata,ayo cepat ikut denganku kita kalahkan pria didesa ini dengan goyangan kita !"pita Rena dengan antusias nya dan Renata pun dengan semangat nya mengikuti irama dan memperlihatkan tarian trend yang dia bisa disaat ikut les privat dikampusnya yang tak mau kalah saing dengan Rena yang sudah memperlihatkan gaya dadanya yang gemetar hebat dari ujung kaki hingga ujung rambutnya yang lentur , membuat para pria tampan pun berteriak sorak memujanya , dan jila pun yang melihat itu amatlah lah senang beranjak bangun dari duduknya berteriak memanggil sahabatnya dengan kerasnya sembari mempromosikan statusnya


"hahahahha!..Renata kau juga semangat yah!.." triak Rangga yang ikut serta melihat adiknya yang amat dicintai dan disayangi nya yang penuh suka cita , berbeda dengan pangeran yang semakin berapi-api dengan wajah emosi tingkat dewa yang masih tertahankan menatap jila yang begitu sangat membencinya


"jila putri! Lagi-lagi kau hebat kau bisa membuat ku semakin panas !..(batin pangeran) yang masih menatap jila penuh kebencian dikedua Sorot matanya yang tajam

__ADS_1


"hahahahah!..ayo menarilah seperti melukis naga dan pelangi yang penuh cinta dimana-mana! " triak jila sekali lagi yang mendorong semangat kepada kedua sahabatnya ,namun dengan sadar dirinya pun terdiam dan duduk kembali dengan wajah sedikit murung


"Dolken,kemana dia kenapa belum datang kesini,apa dia terjatuh atau keseleo pas kejadian tadi ?..(batin jila) terdiam sejenak dengan lamunannya,namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang menghampiri dirinya


"nona mahesa,kau juga ikut saja menari !" pinta salah satu pria dengan ramahnya bersama yang lainnya yang sudah menyusul memujuk jila agar mau menari dengan mereka


"maaf ,aku sedang hamil sekarang,tidak leluasa untuk menari hahahha!.." tolak jila lembut


"kau tidak perlu menari ,kau cukup berdiri disini diantara kami , lagi pula kami akan menari untukmu ! Benar-benar nona mahesa cukup lihat kami saja dan bertepuk tangan untuk menyemangati kami disaat menari !.."bujuk beberapa penari yang kompak dengan antusias menarik dan menuntut tangan jila dengan hati -hati ketengah-tengah api unggun ,dan jila pun hanya bisa pasrah disaat diarak ditengah-tengah banyak orang dengan wajah malunya yang sudah ditonton oleh penduduk desa yang sudah menyaksikan dirinya yang tak biasa , dan para penari pun dengan suka citanya memperlihatkan kemampuan menari didepan jila dengan gerakan tubuh yang mengikuti irama yang sering mereka lakukan diacara pesta penyambutan kepada calon mempelai ataupun lawan jenis yang mereka cintai yang begitu kompak , membuat jila pun terkagum -kagum melihatnya ,dan tak lupa bertepuk tangan berulang kali dengan kerasnya dan bersorak menyemangati mereka

__ADS_1


__ADS_2