sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
bingkisan


__ADS_3

Dan akhirnya malam pun tiba yang pertama kalinya mereka meranyakan pesta jamuan diatas kapal pesiar dengan antusiasnya ,Rena dan Renata pun yang sudah cantik memakai gaun yang mereka bawa dari dalam kopernya berjalan cepat menuju kamar jila


Tak..tak..tak ..


"tok...tok...tok...


"jila ,apa kau sudah siap? Kami masuk 'yah .." triak Rena yang tak sungkan lagi membuka gagang pintu yang tak dikunci dari dalam sana membuat mereka berdua pun dengan leluasa masuk kedalam kamar milik sahabatnya


Krekkkk!..


Dan jila pun yang baru selesai mandi Sangat terkejut melihat penampilan kedua sahabatnya yang begitu Cantik dengan pakaian mereka yang begitu mewah Senanda dengan kriteria yang mereka perankan saat ini

__ADS_1


"hei,kenapa kalian berdua cepat sekali berganti pakaian yang begitu cukup terbuka !apa kalian tidak tahu, cuaca sekarang lagi Musim dingin pasti diluar sana angin laut sangat kencan ,apa kalian tidak apa-apa nantinya memakai baju seperti itu dalam waktu yang cukup lama ?" protes jila dengan wajah herannya


"tenang saja ,para Dewi seperti kami harus tampil lebih modis ,tidak perduli pada suhu dingin atau panas ,lagi pula suhu pendingin diatas kapal sangat nyaman jadi tidak perlu khawatir akan kedinginan nantinya ,lagian kita juga akan berlayar terus kearah selatan ,tentunya suhu akan semakin panas ,dan bajumu yang tebal itu tidak akan berguna lagi untuk dipakai, tunggu! Tunggu dulu! Jangan bilang padaku kalau kau tidak menyimpan baju musim panas buat nanti !" saut Rena dengan PDnya memamerkan pesonanya dan melangkah lebih dekat menghampiri jila yang masih berpakaian biasa , membuat kedua buah dada Rena pun terpangpang nyata yang begitu montok dan berisi dihadapan muka sahabatnya yang lebih pendek dari dirinya


"tenang saja ,aku membawa dua set pakaian ,lagi pula perutku semakin membesar ,apa pun yang aku pakai pastinya akan terlihat lucu..." ujar jila dengan wajah sedikit malunya tersenyum kecil menatap sahabatnya


"wahh! Rena ,kau semakin montok saja ..(batin jila) tersenyum malu yang tak sengaja melihat gunung kembar milik sahabatnya yang begitu dekat dari hidungnya , namun tak berselang seseorang pun datang mengetuk pintu kamarnya diluar sana


Tok..tok..tok...


"tunggu sebentar!..

__ADS_1


Krekk!..


"maaf ,siapa disini yang bernama nona jila putri?" tanya Pendi tersenyum ramah berdiri didepan pintu sembari membawa bingkisan besar dikedua tangannya


"aku sendiri ,apa ya?" tanya jila balik dengan wajah sedikit penasaran


"kebetulan sekali orangnya ada dihadapanku,kapten Ku mendengar bahwa nona jila adalah orang yang terhormat,jadi dia secara khusus mengirim hadiah untuk nona jila, tolong harap nona jila tanda tangan diatas penerimanya "saut Pendi dengan sopannya menyodorkan bingkisan kearah kedua tangan wanita tersebut ,dan jila pun yang mendengar itu sedikit terkejut dengan bingungnya


"hei,kenapa tiba-tiba dia memberiku hadiah ? sebenarnya siapa kapten kapal itu?..(batin jila) yang masih terdiam dengan pikirannya melihat bingkisan berwarna biru muda dikedua tangannya dan tak lupa mendata tangani kertas penerima


"sekali lagi kumohon nona jila menerimanya ,jika tidak aku tidak akan mampu menanggung amarah dari kapten " ujar Pendi dengan berharapnya membuat jila pun yang mendengar itu sedikit tidak enak hati

__ADS_1


"ah , kalau begitu , sampaikan terimakasihku kepada kapten kapal kalian , tenang aku akan menerimanya.." saut jila tersenyum balik


"baik, dengan senang hati aku juga akan menyampaikannya .." ujar Pendi dengan senangnya dirinya pun melangkah pergi didepan pintu kamar wanita yang amat disukai kaptennya,dan jila pun yang melihat Pendi pergi dari hadapannya dirinya pun terdiam sejenak dengan pikirannya


__ADS_2