sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
rencana dibalik rangga


__ADS_3

"tunggu! siapa ceo kalian?.. " tanya jila yang masih penasaran menatap salah satu bodyguard itu


"ceo rangga samuel Jhonson .. " saut salah satu bodyguard itu yang sudah berdiri dengan tegaknya yang membuat jila pun langsung menghelang nafas beratnya


"uhu~~rupanya dia! mall ini ternyata adalah bisnis tuan rangga .. (batin jila) yang terdiam sejenak dan menatap bodyguard itu


"terimakasih atas kebaikan ceo rangga dan sempat memperhatikan ku datang ke mall miliknya, aku paham dan aku akan segera pergi tapi aku tidak bersama dengan kalian.. " ujar jila dengan suara tegasnya menatap bodyguard itu


di perusahaan grup jhonson


"paman mahesa.. aku sangat mengerti perasaanmu... jika kau ingin secepatnya berhasil , itu hanya akan menakutinya, dan membuatnya menjauhimu secepatnya.. " saut rangga memberitahukan kepada mahesa ayah dari yuri katy disebrang sana


"rangga, aku mengerti apa yang kau katakan itu, hanya saja dalam 2 tahun terakhir, bibimu sakit karena khawatir akan masalah yuri katy, meskipun nona jila putri tidak ada hubungannya dengan keluarga mahesa, kami bersedia menerimanya sebagai putri angkat, apakah boleh merepotkanmu untuk membantu kami berkomunikasi lebih banyak? rangga, paling beruntung dalam hidup kami adalah memilikimu sebagai menantu kami, hal yang paling tidak beruntung, adalah kami merasa bersalah kepadamu! yuri katy tidak punya keberuntungan menjadi istrimu, itu adalah kesalahan kami! . . " ujar mahesa di sebrang sana dengn berharapnya dan masih kukuh ingin memiliki jila putri bagaimana pun caranya yang membuat rangga pun terdiam sejenak dengan apa yang mahesa itu bicarakan padanya

__ADS_1


"baiklah, aku akan berusaha keras , tapi aku tidak dapat menjamin kalau dia akan setuju, bagaimanapun ,dia benar-benar seorang gadis yang tidak menginginkan kekayaan dan status, mungkin saja aku hanya bisa mencobanya dengan cara lain , baiklah, kalau begitu saya tutup dulu!.. " saut rangga yang sudah menutup teleponenya sembari memijat keningnya yang sedikit pusing menghadapi masalah kembaran yuri katy semenjak bertemuan kinara bibi dari yuri katy dan jila di pesta dua hari yang lalu yang membuat mahesa pun dengan rasa kukuh dan optimistisnya terus menghubungi rangga yang sudah tinggal di kota yang sama dengan jila putri


tok... tok... tok...


"masuk..


krakk... (suara pintu)


"kaka, kenapa? apa keluarga mahesa menelepon lagi ? . . " tanya renata yang sudah berjalan menghampiri kakaknya itu


"maaf kak... coba saja waktu itu aku lebih cepat.. menghalangi bibi kinara masuk kedalam kamarku..


" sudah, sudahlah .. ohh iya, dimana jila putri.. "tanya rangga yang sudah membuka dokumennya diatas mejanya, yang membuat Renata pun langsung berjalan menghampiri kakaknya dari arah belakang dan berdiri sembari memijat bahu kakaknya itu

__ADS_1


"jangan khawatir, ada beberapa pengawal yang mengikutinya , selain itu, dia juga membawa pengawal dan asisten bersamanya, ohh iya, siang ini apakah kakak ingin mengundang nona jila makan? kakaku, tidak mungkin jatuh cinta padanya karena wajah jila putri , kan? . . " sindir Renata yang sudah sedikit berbisik kearah telinga kakanya dengan sengajanya yang membuat rangga pun sedikit terkejut mendengar perkataan adiknya itu , yang langsung menepisnya


"omong kosong apa yang kau bicarakan ! " saut rangga yang protes langsung menghindar dari adiknya yang masih menatapnya


"apakah kakak perlu bereaksi begitu besar? sudahlah, aku harus pergi dulu jadwal ku sangat padat . . " ujar Renata dengan sengaja menggoda kakaknya itu namun dengan cepat dirinya pun langsung membalikan tubuhnya berjalan pergi ke luar dengan wajah juteknya


krakkk... (suara pintu)


"kakak.. wew.😜 " ledek Renata pada kakanya itu yang sudah berada di balik pintu yang membuat rangga pun sedikit kesal


"cepat pergi! "triak rangga dengan reflek melempar buku kearah adiknya itu


brakk...

__ADS_1


tapi sayang Renata keburu kabur dan langsung menutup pintunya cepat-cepat, yang membuat rangga pun terdiam sejenak dengan perasaannya saat ini


"bagaimana mungkin! ini tidak seharusnya . .. " guman rangga dengan hati kecilnya yang berkata lain saat ini yang sudah menampakan wajah merah merona di pipinya yang tak bisa di hindarkan


__ADS_2