sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
dilema jila


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


malam pun tiba..


jila yang masih belom tidur yang sedang memikirkan tadi siang bersama dolken yang membuat nya tiba-tiba ingin bertemu dengannya gak seperti biasanya..


"laki-laki itu kenapa tiba-tiba datang dan menemaniku makan, mendengar suara muntahan tadi apa dia gak merasa jijik?! sungguh tak mengerti apa yang dia pikirkan.. kenapa tiba-tiba ingin rasanya bertemu dengannya lagi.. bahkan aku saja tak bisa tidur, sebaiknya aku bangun dan pergi menemuinya meski sebentar saja gak masalah kan!.. " ucap jila yang sudah bangun dari tidurnya dan berjalan menuju pintu tapi dia berhenti disaat pelayan di depan pintunya sedang membicarakan dirinya..


"hei, tumben sekali tuan muda datang kesini menemani nyonya muda bikin aku iri !..πŸ˜’


"tentu tidak.. itu semua perintah direktur , aku sendiri mendengar nya sendiri pembicaraan tuan muda bersama direktur hari itu..😟


" apa.. kau serius..πŸ™


" ia masa aku bohong..😯


"jila bodoh apa yang kau pikirkan, ini semua karena perintah direktur, sebab itu dia melakukan ini semua agar dia bisa mengambil simPATI ku.. yang dia perduli kan hanyalah anak yang ada di dalam kandunganku saja , bodoh! bodoh! .. " ucap jila yang sudah bersandar di balik pintu dengan dilemanya dan mengurung kan niatnya..


malam pun semakin larut jila pun tertidur dengan perasaan hampa, meski beberapa bulan ini jila sudah bisa melupakan sedikit demi sedikit tentang zidan di memori nya dan melupakan masa lalu nya bersamanya dulu..


cuuiiittt... cuiiitt....πŸ•Š


pagi pun tiba suara burung pun bersahutan di atas pohon sana, jila yang sedang berada di atas lantai dua sedang merawat bunga kesukaan nya dengan hati-hati ..

__ADS_1


dolken yang datang tiba-tiba lebih awal dari biasanya tak sengaja melihat jila yang sedang merangkai bunga di atas sana dengan wajah tersenyum cantiknya


"apa yang dia lakukan? tidak disangka ternyata dia begitu manis bila tersenyum .. ( batin dolken) Yang tampa di sengaja memperhatikan jila dari atas sana..


"bunga kamelia ini hanya dapat tumbuh dengan baik jika ditetapkan di tempat sejuk, pohon teh menyukai keteduhan dan kelembapan , sebenarnya sinar matahari dalam waktu lama tidak baik juga untuk bunga ini ! .." ujar jila dengan wajah senangnya


"wah.. nyonya muda mengerti sangat banyak tentang bunga!?.." saut salah satu pelayan itu yang sudah Berdiri didekatnya


" karena nenek ku juga suka bunga, jika tidak di rawat dengan baik, ibu ku akan..." ucap jila yang terdiam Sejenak mengingat neneknya kepada ibunya yang selalu menindasnya


" apa yang terjadi jika ibu nyonya tidak mengurus bunga itu?.."tanya salah satu pelayan itu dengan wajah penasarannya yang membuat jila pun langsung menepis pertanyaan itu padanya


"aHH... tidak apa-apa , memelihara begitu banyak nanti juga kau bakal tau tekniknya..."


tak berselang lama..


tak... tak... tak...


" halo tuan muda apa kabar?!.." sapa salah satu pelayan itu yang sudah menyambut majikannya dengan ramah


"ehmm...


"ahh..sekarang kan belom waktu nya makan siang! tapi tumben sekali dia datang kesini?.. (batin jila)sembari melihat laki-laki itu yang sedang berjalan menghampiri dirinya...

__ADS_1


tak... tak.. tak..


tak berselang lama dolken pun yang sudah berhenti berjalan melihat bunga yang sudah ada di tangan jila..


"apa kau suka bunga?.." tanya dolken pada jila


" hah??


"perintahkan yang lainnya suruh taruh lebih banyak bunga di kamar nyonya muda.."triak dolken kepada beberapa pelayan yang ada disekitar ruangannya sembari berjalan melewati jila yang tak perduli pendapatnya..


" apa dia tak bertanya dulu padaku iya apa tidaknya !?.. ( batin jila)yang sedikit kesal..


"wah.. ternyata tuan muda baik dan romantis nya...☺


" cih.. romantis dari mana nya ,baik juga karena aku sedang mengandung anaknya.. ( batin jila) sembari melihat punggung dolken yang sudah berjalan pergi ke ruangan lain..


"nyonya saat nya pemeriksaan rutin.. " pinta salah satu pelayan yang lainnya yang sudah berjalan menghampirinya


"emm... baiklah aku akan segera kesana..


jila pun berjalan ke ruangan khusus, yang sudah di temani beberapa pelayan dan perawat dan dolken pun yang tak mau terlewatkan momen ini yang sudah duduk dengan santainya di atas sofa yang empuk bersama dokter sepesialis kandungan yang sudah menunggunya dari tadi ,yang membuat jila pun sangat kaget dan gugup di saat dolken sudah menatap dirinya


" sedang apa dia disini.. ?(batin jila)

__ADS_1


__ADS_2