
1jam kemudian..
hushhh.... hushhh.... (suara mobil) melaju kencang
yang saat ini dolken pun sedang menyetir didalam mobilnya seorang diri tanpa supir ataupun seketarisnya itu yang sudah melajukan sedang , menuju keberadaan istrinya saat ini yang sudah menampakan wajah berserinya, yang sebelomnya sudah diatasi oleh gosto sahabatnya itu yang selalu bisa diandalkan dan mempercayainya sepenuh hatinya , yang mengingat perkataan sahabatnya itu sebelomnya
blesbeck..
"maaf, gosto aku hanya...
"tidak perlu minta maaf, biarkan aku yang menjaga pangeran! pergilah! lagi pula kau juga tidak tenang berada disini ! kau tidak perlu menjelaskan apa-apa padaku , aku tidak merasa kalau Maria cocok untukmu! aku merasa jila putri lebih baik, seleramu bagus, hargai dia, dan jangan pernah lapaskan dari tanganmu! "ujar gosto yang memotong kalimat sahabatnya itu yang sudah tersenyum hangat, yang sudah dianggap sebagai saudaranya sendiri , yang membuat dolken pun langsung berjalan pergi meninggalkan mereka berdua saat itu juga
blessbeck...
"gosto, hanya kau yang mengerti isi hatiku selama ini, tapi.. sejak tadi sampai sekarang, jila belom membalas chatku . . sedang apa dia sampai tak melihat ponselnya .. (batin dolken) yang sudah mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya yang ingin mengirim pesan lagi kepada istrinya itu
ting~~
__ADS_1
dimana? dolken batara✅
ting~~
makan kenapa? jila putri✅
ting~~
pulanglah lebih awal! dolken batara✅
ting~~
"kenapa dia singkat sekali, sebaiknya aku telephone saja lah! .. (batin dolken) yang tidak puas langsung menelpon istrinya itu disebrang Sana
namun didalam restoran rena dan jila pun sangat terkejut dengan mata bulatnya melihat beberapa makanan diatas mejannya yang begitu menggugah seleranya
" wahh! banyak sekali sayurannya ! "ujar jila yang sudah menampakan wajah tak sabarannya menelan ludahnya yang begitu terasa di tenggorokannya, sama halnya dengan rena yang sudah menampakan wajah bengongnya milihat beberapa makanan yang begitu cantik dan enak
__ADS_1
" ceo rangga, sebenarnya beberapa banyak hidangan yang kau siapkan? begitu banyak, bagaimana mungkin kami bisa menghabiskan semuanya? "tanya rena yang sudah meneteskan air liurnya disudut bibirnya yang keluar begitu saja yang membuat rena pun dengan sadarnya langsung mengelap dengan tangannya yang sudah menampakan wajah malunya yang sudah dilihat oleh rangga
"ehmm.. tidak banyak hanya ini saja, baguslah kalau kalian berdua suka, aku cukup senang mendengarnya! " saut rangga yang tersenyum apa adanya kepada mereka berdua
"wah! ini sangat mewah! aku akan membagikannya ke seluruh dunia hahaha... " ujar rena dengan wajah eksisnya langsung mengeluarkan ponselnya dan berpoto dengan makanan diatas mejanya berulang kali, yang membuat jila pun hanya ketawa sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat itu dan tak lupa mereka bertiga pun berpoto saling bergantian dengan eksisnya sebelom makan dan di post kesosial mediannya yang banyak pujian dari akun milik pribadi rena tentunya
namun dengan tiba-tiba ponsel jila pun berbunyi didalam tasnya berulang kali yang membuat jila pun dengan rasa penasarannya langsung merogoh penselnya itu, dan melihat panggilan beberapa ratus kali dari suaminya itu, yang membuat jila terkejut dengan wajah bengongnya
"ehh? dolken?.. (batin jila) yang langsung mengangkat telephonenya dari suaminya itu
"halo?..
"dimana kau? aku akan datang menjemputmu! " tanya dolken dengan suara khasnya disebrang Sana sembari mengendari mobilnya dengan hati-hati , yang membuat jila pun yang mendengar itu sedikit terkejut dengan wajah bengongnya
"menjemputku ! " saut jila yang sedikit tidak percaya nya mendengar dari suaminya itu disebrang Sana
"maaf, aku tidak terlalu menemanimu hari ini, aku ingin mengajak makan malam bersamamu, aku sedang dijalan sekarang, kau kirimkan alamatnya kepadaku sekarang aku akan cepat datang menjempumu! " pinta dolken dengan suara khasnya kepada istrinya itu yang membuat jila pun yang mendengar itu terasa amat senangnya yang sudah menampakan wajah pipi meronanya
__ADS_1
"ohh! baiklah aku akan segera mengirinkan alamatnya! " saut jila yang sudah mematikan ponselnya dan mengirim alamat saat ini dirinya berada kepada suaminya itu, yang membuat rangga pun sedikit merasa curiga kepada jila yang sudah cengegesan disaat setelah menerima telephonenya itu