
" jila ...
tok... tok.. tok..
dolken yang masih berdiri dengan raut wajah cemas nya tanpa sadar mengeluarkan kata yang membuat beberapa pelayan dan bodyguard nya pun terkejut
"jila putri, aku.... aku minta maaf .. " ucap dolken dengan suara beratnya , yang membuat ruangan toilet pun mendadak menjadi sunyi yang tidak ada respon sama sekali dari jila di dalam Sana, yang membuat dolken yang baru pertama kalinya meminta maaf pada seorang wanita merasa kesal dan cemas yang sudah mengempalkan tangannya
"jila, apakah kamu sudah cukup! di dalam Sana? .. " ucap dolken yang berteriak kesal sambari mendombrak paksa gagang pintu toilet hingga hancur , dan seketika pintu pun terbuka yang sudah melihat jila dengan tatapan kosong padanya yang sudah duduk di pojokan Sana
"tikus tanah kau...
"kosong kan tempat ini !.. " ucap dolken yang sudah memerintahkan seketarisnya untuk membubarkan orang-orang yang sudah mengimbrung melihat dirinya dari tadi
"baik, tuan!.." ucap raja yang sudah melihat beberapa orang di belakangnya yang selalu kepo dengan urusan majikannya
"baiklah, sekarang cepat tempat ini kosongkan ! kalian pergilah dan urus pekerjaan kalian masing-masing! .. " ucap raja dengan suara tegasnya yang membuat beberapa orang pun bubar dan meninggalkan tempat itu termasuk diri nya juga ikut pergi dari ruangan toilet , dolken pun yang sudah merasa tidak ada orang lain lagi di ruangan ini dengan beraninya berbicara pelan Kepada jila yang saat ini sedang merasakan kesedihan dan terpukul ulah dina sahabatnya
"jila, sini jangan takut datang lah Kepada ku . . " ucap dolken yang sudah mengulurkan tangannya Kepada jila dengan matanya yang masih menatap kosong padanya
__ADS_1
"datang kepadanya? kepadanya itu di mana? ke mana lagi diriku akan pergi ? . . (batin jila) yang sudah menundukan wajahnya yang ingin menangis tapi dengan tiba-tiba dolken pun menarik tangannya dengan cepat yang membuat jila pun terkejut yang sudah berada di pelukan dolken yang begitu erat
" jila, apa kau tau? tidak akan ada lagi orang yang akan meninggalkan mu , jika kau ingin menangis , maka menangislah disini , jangan bersembunyi di dalam untuk menangis.. " ucap dolken dengan suara lembutnya memujuk jila agar tidak berulah lagi seperti tadi , yang membuat jila pun terdiam dengan kata-kata yang dolken ucapakan barusan kepadanya, dengan tangannya yang sudah memegang jas dolken begitu erat
"dunia begitu besar, tapi tidak ada satupun bahu yang dapat membiarkan aku menangis dengan lepas , dolken, biarkan aku meminjam bahu mu untuk hari ini saja.. ( batin jila) yang sudah menundukan kepalanya di bahu dolken dengan erat dan akhirnya terjadi juga
huaaaa.... huaaaa... huaaaa....
hikss... ke depanya tidak akan lagi.. hikss... hikss...menangis di depanmu hikss... hikss.... aku akan tenang dan menuruti aturan sampai kontrak kita berdua selesai hikss.....hikss...." ucap jila yang sedang menangis di pelukan dolken saat ini , yang membuat dolken pun terkejut mendengar kata -kata jila barusan
hikss.... hikss.... hikss...
beberapa menit kemudian..
"maaf , aku sudah mengotori bajumu?
" tidak apa-apa, kamu tinggal cuci sampai bersih aja !?
"aku seharusnya berterima kasih padamu karena tidak memintaku membelikan yang baru sebagai gantinya?
__ADS_1
"aku khuwatir kalau aku minta yang baru, kau tak sanggup menggantinya.. " ucap dolken ledek dengan senyum kecilnya
"apa!! iya... seperti nya kau benar ! !
" jika kamu masih merasa tidak enak hati, maka kamu buatkanlah camilan untukku setiap hari!
"ehh! bukannya kau tak suka cemilan yang aku buat ?
" bisa di makan sudah cukupkan?
"apa!!
"tidak tau kenapa, barusan aku menangis begitu keras, tapi mendengar jawaban dia ternyata aku tidak dapat menahan tawaku saat ini,baiklah, ini adalah satu-satunya kehangatan yang aku dapatkan saat ini (batin jila)
"sudalah, ayo pulang?..
" hemm...
dolken pun yang sudah mengandeng tangan jila yang begitu hangat, yang membuat jila pun merasakan kenyamanan di saat dolken memegang tangannya berjalan menuju ke pintu utama
__ADS_1
dan di sudut Sana sudah ada raja yang sudah memperhatikan mereka berdua dari tadi dengan wajah terharunya melihat majikannya yang begitu romantic dan bahagia
"memang hanya tuan dolken yang punya cara memujuk seorang wanita seperti nyonya muda ini, yang jomblo hanya merasakan ke irian mereka! ya tuhaaannn... kapan aku punya pacarr... aku bosen... jomblo terus... " ucap raja yang sudah menggigit jasnya beberapa kali dengan wajah rengek nya seperti anak kecil