sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
tersadar


__ADS_3

"jila ,kau sudah sadar?! Dan kenapa kau menangis?" tanya Dolken dengan paniknya mengusap air mata dikedua mata istrinya secara perlahan


"Dolken , sungguh tak disangka aku bermimpi tentang dia wanita didalam lukisan itu dia Malika !" tatap jila sedu yang masih terbaring dipangkuan suaminya


"tenanglah,aku ada disini,apa kau baik-baik saja ?" tanya Dolken balik


" aku baik , Dolken , ini seperti nyata aku bermimpi tentang kehidupan orang yang ada dilukiskan itu dan dia melindungi desa ini demi orang yang dicintainya , mimpi ini benar-benar terlalu nyata akupun bisa merasakan nya .. Dolken ,aku takut.. Yang pertama pria itu mati demi dia dan kedua pria itu juga terluka oleh dia ,aku juga tidak tahu apa artinya ,tapi rasanya seolah-olah terjadi padaku sendiri ,aku tidak ingin kehilangan siapapun ..ihksss...ihkss..." saut jila yang amat sedih dengan hati ketakutan didalam dirinya memeluk suaminya yang begitu erat ,dan Dolken pun yang mendengar itu amatlah terkejut dengan mata bulatnya


"bodoh , bagaimana mungkin mimpi itu menjadi nyata hanya beberapa menit saja ,sudah tidak apa-apa kau jangan khawatir itu !" bujuk dolken dengan tegasnya menoleh melihat arah lukisan wanita itu yang sudah mengeluarkan air mata yang amat sedih membuat Dolken pun tercengang tidak percaya

__ADS_1


"ehH?! kenapa wanita dilukisan itu seperti sedang menangis?!ada apa ini aneh sekali !..(batin Dolken) tertegun dengan diamnya sejenak dan tak butuh lama dirinya pun menoleh lagi melihat istrinya


"jila , sebelum ada orang yang datang kesini, sebaiknya kita pergi sekarang !" saran Dolken dengan hati-hati membantu istrinya beranjak bangun dan berdiri dengan benar


"baiklah !" saut jila yang tak pusing lagi dirinya pun dengan cepat mengusap air mata dengan kedua tangannya dan tak lupa membenarkan baju dan rambutnya yang sedikit berantakan ,dan Dolken pun yang sedikit amat lega melihat istrinya yang sudah membaik , dengan cepat dirinya pun berjalan pergi lebih dulu memanjat tebing yang begitu cekatan , membuat jila pun yang masih dibawah sana amat sangat kaget melihat aksi suaminya


"akhirnya aku mengerti kenapa dia bisa keluar masuk beberapa tempat sesuka hatinya...ternyata dia mempunyai ilmu meringankan tubuh !..(batin jila) berdiri terdiam yang masih memperhatikan suaminya yang sudah berjalan pergi jauh dari pandangannya,dan dirinya pun dengan hati galaunya yang masih terpikirkan tentang mimpinya berjalan keluar aula dengan cepatnya


"nona mahesa, apa kau baik-baik saja ?aku barusan seperti mendengar ada orang yang berteriak didalam Aula? " tanya salah satu penjaga aula yang tiba-tiba berjalan menghampiri dirinya dengan cemasnya

__ADS_1


"tidak ada ! mungkin kau salah dengar !" tepis jila dengan tegasnya , membuat penjaga pun terdiam terkejut melihat tatapan wanita dihadapannya


"ehk?! Kenapa aku merasa bahwa putri Malika leluhur keluarga Mahesa seakan hidup kembali ? (batin penjaga) tertegun berdiri dengan diamnya ,namun dengan tiba-tiba Rena pun datang menghampiri sahabatnya yang penuh semangat


Tak..tak..tak..


"jila !.. akhirnya aku bisa menemukanmu ! kau susah sekali dicari dari tadi ,Oia ,ayo kita harus cepat pergi ,pesta api unggun sudah mau mulai !aku juga gak sabar ingin melihat beberapa cogan didesa ini ,aku juga sudah mempersiapkan baju kebanggaanku hahahah!.." ajak Rena yang tak sabaran dan tentunya penuh semangat yang terlihat dari wajahnya


"Oia ..aku hampir saja melupakannya, sudahlah sebaiknya aku juga harus cepat melupakan leluhur saat ini ..(batin jila) tersenyum menganggukkan kepalanya beberapa kali dengan senangnya kearah sahabatnya

__ADS_1


"baiklah,baiklah ...kita pergi !..


__ADS_2