
"siapa sebenarnya wanita ini ? mengapa CEO memperlakukannya dengan begitu baik?
"iihkkss... aku sangat iri padanya?
" astaga benar-benar sulit untuk di percaya ! .. " ucap salah satu pelayan itu yang dari tadi memperhatikan jila dengan beberapa pelayan lainya yang sama-sama sedang menggosip sembari memperhatikan mereka berdua dari jarak hanya beberapa meter dari mereka, yang saat ini jila pun yang sedang asik memilih -milih Sana sini dengan antusias yang tak sadar melihat kemeja berwarna abu-abu yang tak jauh darinya
"ah.. ambilkan yang itu.. " ucap jila kepada pelayan dengan tangannya yang sudah menujuk kemeja yang sudah di pajang di atas Sana
" baiklah, nyonya!
"dolken, ukuran apa yang kau pakai?.. " tanya jila yang berteriak kepada dolken yang tak jauh darinya , dolken pun yang mendengar itu pun langsung bangun dari duduk nya
"mereka semua tahu ukuranku , ambilkan pakaian itu dengan ukuran yang cocok denganku, aku ingin mencobanya!.. " saut dolken dengan wajah datarnya melihat jila yang tak jauh darinya
__ADS_1
" apa!! ternyata wanita itu memanggil CEO namanya saja!?
"iya kau benar! apa mungkin mereka sepasang kekasih?
" entahlah!.. tapi sepertinya memang benar kalau mereka sepasang kekasih! .. "ucap salah satu pelayan itu dengan wajah kagetnya dengan beberapa temannya yang dari tadi bersamanya , dan dolken pun dengan segera berjalan ke ruangan ganti untuk memakai kemeja pilihan jila yang barusan dia ambil
beberapa detik kemudian..
dolken pun yang sudah selesai berjalan menghampiri jila dengan gaya khasnya yang membuat kaum hawapun terpana dengan kegantengannya yang membuat jila pun terdiam seketika
"ahh.. iya, bagus !
" kenapa di saat seperti ini Jantungku merasa cepat , dan kenapa dia begitu tampan sekali, apa ibu nya di saat hamil dia selalu makan berlian dan permata silau sekali dia.. (batin jila) yang sudah terseyum kecil padanya tapi seyum itu hilang di saat melihat leher kerah baju yang di pakai dolken terlipat..
__ADS_1
dengan insiatif nya jila pun melangkah menghampiri dolken dengan kakinya yang sudah berjinjat yang lebih tinggi darinya dengan tangannya yang sedang membenarakan kerak yang terlipat kusut tak beraturan yang membuat dolken pun dengan reflek memegang pinggang jila agar tak terjatuh , yang membuat para karyawan dan pelayan toko yang melihat itu pun sangat iri melihat kemesraan mereka berdua , dolken pun yang sangat terkejut yang di lakukan jila padanya yang membuat nya semakin jantungnya berdedup cepat di saat menatap wajah jila saat ini yang begitu dekat
"sudah, begini lebih baik kan? . . " ucap jila dengan seyum manisnya yang sudah merapihkan kerah milik dolken yang membuat meraka pun saling pandang yang terdiam sejenak dengan jantung mereka yang sudah berirama di dalam Sana, yang membuat jila pun tersadar dan ingin melepaskan tangannya dari baju dolken dengan cepat , namun dolken pun dengan singgap langsung menangkap dan memegang tangan jila dengan wajah yang sudah semu merah di pipinya yang penuh rasa kegugupannya
"jila.. aku... aku...aku...
" apa yang dia lakukan? jangan sembarangan bilang sesuatu di tempat seperti ini ku mohon.. (batin jila) dengan wajah kaget bercampur cemasnya melihat dan menatap wajah dolken dengan penuh kegugupan dengan tangannya yang sudah di peganginya yang begitu erat ke arah dadanya
"jila... sebenarnya aku... aku...aku....
"hai, tuan dolken, kebetulan sekali kalian ada di sini?.. " ucap rena yang tiba -tiba muncul dengan senyuman tak bersalahnya yang sudah berdiri dihadapan mereka berdua disaat tidak tepat waktu ..
yang membuat jila dan dolken pun kaget dengan cepat melepaskan genggaman tangannya begitu saja
__ADS_1
.....π¦π¦π¦π¦.... wkwk.... π¦π¦π¦wwkkk....