sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
gagal lagi


__ADS_3

"hal kecil seperti ini , saat dia bersamaku , dia punya keberanian untuk menolakku , tapi dia sangat pengecut di hadapan bajingan ini.. (batin dolken) yang sudah menatap jila dengan diamnya


dolken pun mengulurkan tanganya ke arah raja, dengan singgap raja pun mengambil sapu tanganya di berikan kepada dolken, dan mengelap tanganya sembari melihat dola dengan tatapan tajamnya, yang sudah jatuh bersujud di bawahnya dan dolken pun dengan angkuhnya melemparkan sapu tanganya pas di depanya yang penuh jiji


"beritahu HRD, kau di pecat tanpa terhormat!.. " ucap dolken dengan suara tegasnya


"astaga! ternyata sungguh di pecat! tidak terhormat!?


" kasihan sekali dia!


"sudah sebaiknya kita kerja lagi!?


" iya, kau benar juga!


beberapa karyawan pun sangat kaget tidak percaya melihat manager yang mereka hormati ternyata bisa di pecat tanpa hormat, yang membuat dola pun merasa menyesal dengan wajah panik dan cemas


" ayo.. " ucap dolken yang sudah mengandeng tangan jila berjalan pergi menuju lantai atas , yang membuat jila pun sedikit terkejut bercampur kebingungan dengan sikap dolken pada nya


"kenapa, setiap kali ada yang menolongku selalu dia.. (batin jila) melihat dolken dari arah belakang


"apa.. manager ternyata udah di pecat nya?.. " ucap salah satu karyawan itu dengan suara kerasnya yang membuat dola pun tak Terima


"tidak, tidak boleh! aku adalah manager yang paling menghasilkan uang di perusahaan! kamu tidak boleh memecatku! CEO! tunggu aku beri aku kesempatan lagi!.. " ucap dola berteriak yang beranjak bangun dan ingin mengejar bosnya itu tapi sayang raja sudah menghadang nya dengan tatapan datarnya


"jika kamu bisa pergi dengan tenang, mungkin kompensasi untukmu akan lebih banyak ! .. " ucap raja dengan tatapan tajamnya yang membuat dola sedikit takut dan jatuh dengan sendiri nya


"kenapa bisa begini.. aku tidak mau di pecat.. wuuaaaa..wwuuuahhh...." ucap dola yang menangis sejadi-jadinya karena ulahnya sendiri

__ADS_1


"tuan dolken, seperti nya benar-benar sangat marah besar, jika aku tidak membereskannya dengan baik, maka aku juga akan di pecat.. (batin raja)yang sedikit cemasnya


mereka pun yang sudah sampai lantai atas, berjalan masuk ke ruangan kerja sembari mengandeng tangan yang belom lepas, jila pun yang sadar melepaskan pegangan tangan nya yang membuat dolken berbalik badan dan Melihat jila dengan wajah tak tenang nya


"ma.... maaf !aku barusan membuat mu malu!


"ckk.. jika bukan karena anak, masalah seperti ini, aku juga malas mencampuri , kau sekarang adalah seorang ibu, apakah kamu tidak tau kalau emosimu akan mempengaruhi pertumbuhan bayi!.. " ucap dolken dengan suara datarnya menatap wanita itu yang sudah menampakkan wajah murungnya . jila pun yang mendengar itu pun langsung terdiam sedih dengan wajah yang sudah tertunduk lesu , yang membuat dolken pun sedikit senang dengan seyumam di bibirnya


"kamu..


"ahh... uhmm..


jila pun yang tiba-tiba kaget saat dolken menujuk dirinya pas bagian bibirnya yang begitu imut di mata dolken dan membelainya yang membuat jila pun mendadak jantungan di saat dolken terlalu dekat dengan tangan yang sudah memegang bibir dagu jila


"jika kau merasa tidak enak ..


"sebaiknya aku harus cepat pergi.. ( batin jila) dengan wajah paniknya


"bungkkk...


" ahh...


dolken pun menahan jila dan menariknya ke sudut pintu dan menekannya yang membuat jila sedikit terkejut yang tak bisa bergerak yang sudah di pegang kedua tanganya ke arah atas dan menguncinya


"apakah kamu pikir kamu bisa lari ?


"ahh... tidak.. lepaskan aku!

__ADS_1


" baiklah akan ku lepaskan pakainya mu!..


" tidak.. jangan.. ahh... lepaskan.. aku..


"sabar, nanti akan ku buka satu persatu!


" bukan baju ku yang kau lepaskan ..!?.. " ucap jila dengan wajah panik bercampur cemasnya


"tapi aku suka itu, diamlah!.." ucap dolken yang sudah menciumi pipi dan lehernya beberapa kali dengan buasnya yang membuat jila pun sedikit kegelian , dengan tangan satunya lagi yang sudah membuka blezer milik jila sehinga dolken pun leluasa menciumi leher yang mulus itu , yang membuat jila pun sedikit terbawa suasana


"ahh...


dolken pun dengan penuh semangat nya yang ingin membuka kemeja milik jila tapi dengan tiba-tiba..


tok.. tok.. tok..


" tuan muda..


" ckk..ada masalah apa? kalau tidak penting pergi lah!.. " ucap dolken dengan suara cetusnya berteriak di dalam sana


dan lagi-lagi raja pun selalu datang tidak tepat , di saat dolken ingin merasakan nikmatnya bersama jila


"kedutaan besar jerman mengirimkan dokumen penting, dan beliau meminta anda segera membalasnya . . " ucap raja yang berteriak di luar Sana , yang membuat dolken pun dengan terpaksa melepaskan jila dengan wajah kesalnya kepada Seketaris nya itu yang selalu mengganggunya


" se...selamat.. (batin jila) yang sudah memakai belzer nya lagi dan berjalan menuju mejanya dengan wajah malunya , bersamaan raja pun masuk dengan wajah yang sudah kebingungannya melihat mereka berdua dengan tingkah yang aneh , dan ruangan pun mendadak sunyi mencekam..


"sepertinya ! aku datang di waktu yang salah! pasti bonusku hilang lagi.. (batin raja) yang sudah ketakutan melihat wajah dolken yang ingin membunuhnya Hidup- hidup

__ADS_1


"raja kau! sepertinya ingin rasanya ku bunuh dia dan di leparkan ke Afrika saat ini juga.. ( batin dolken) yang sudah duduk menatap sekretarisnya itu yang sudah berdiri dengan wajah gugupnya


__ADS_2