
"apa kalian sengaja hanya untuk membuatku marah?!!!! terus makan saja sampai kalian mati tersedak!!!! .. (batin jila) yang sudah menampakan wajah marahnya melihat mereka berdua yang begitu mesra
"awass! makan pelan-pelan nanti tersedak loh!!! " sindir jila dengan suara cetusnya tersenyum kecut melihat mereka berdua dihadapanya, yang membuat mereka pun yang mendengar itu langsung tersedak dan bantuk bersamaan
"uhuk! uhuk! uhuk!.. air aku tersedak! " pinta dolken kepada Maria
"uhuk! uhuk! uhuk! .. aku juga .. uhuk!.. " saut Maria dengan rasa sakitnya langsung melemparkan kue dari ditangannya dan berlari menuju meja parasmanan mengambil minuman dua gelas untuk dirinya dan dolken tentunya, yang membuat jila pun yang melihat itu amat tersenyum puas
"syukurin loh! rasain, siapa suruh sembarangan mengambil kue milik orang lain tanpa ijin! kenapa tak sekalian mati tersedak saja itu lebih bagus! ckk.. (batin jila) yang tersenyum lebarnya melihat mereka berdua
__ADS_1
"gluk.. gluk.. gluk.. ahh.. tapi, meski aku tersedak kue ini aku akui terasa begitu enak! "ujar dolken dengan suara khasnya tersenyum kecil menatap Maria disampingnya yang membuat Maria pun semakin besar kepala disaat dipuji oleh dolken didepan istrinya itu
" ehem.. ehem.. ngomong-ngomong untuk apa kalian datang mencariku ? "tanya jila cetus sembari melipat kedua tangannya didadanya melihat mereka berdua
"oh iya,jila, aku datang kesini hanya untuk menjelaskan padamu, sekalian memperkenalkan kalian secara resmi! Maria braga adalah temanku, teman masa kecilku yang tumbuh bersama . . " saut dolken dengan suara khasnya memperkenalkan dan memperjelaskan kepada istrinya dengan statusnya dengan Maria saat ini
"benar, jila kau jangan banyak berpikir yah, aku dan dolken hanya berteman tidak lebih! "ujar Maria dengan suara lembutnya tersenyum kecil menatap jila dengan wajah topengnya, yang membuat jila pun merasa amat kesal mendengarnya kepada suaminya yang begitu peka dengan perasaannya
" uhu~~
__ADS_1
namun dengan tiba-tiba Maria pun dengan rasa pDnya melangkah menghampiri jila meraih dan memegang tangannya yang begitu erat yang membuat jila pun sedikit terkejut melihat Maria yang sudah tersimpuh dihadapanya
"eh??
" jila, kau tidak marah padaku 'kan? kau jangan banyak berpikir , meskipun aku dan dolken pernah berpacaran, tapi, bagaimanapun itu hanya masa lalu, aku dan dolken sekarang hanya menjadi teman baik saja, waktu malam itu demi menjagaku dia mengabaikanmu.. " ujar Maria dengan suara lembutnya memperlihatkan wajah melasnya didepan jila yang penuh kelicikan , yang membuat jila pun yang mendengar itu langsung menepis tangannya dari genggaman wanita itu yang langsung beranjak bangun dari duduknya dengan juteknya
"baik, aku mengerti , dan maaf , aku sedikit lelah sebaiknya aku pergi dulu! " cetus jila dengan aura dinginya membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi , yang membuat Maria pun yang melihat itu tersenyum licik sembari beranjak bangun dari duduknya
"hehehe...
__ADS_1
dan dolken pun yang melihat sikap istrinya itu dengan singap meraih dan memegang tangan jila yang begitu erat dari genggamannya