sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
pertama kali berkencan


__ADS_3

beberapa menit kemudian..


dolken yang tak sabaranya hanya seteguk teh didalam cangkir kedalam mulutnya, segera beranjak bangun dari duduknya dan tentunya menarik istrinya dari dekapannya yang begitu cepat, yang membuat mahesa dan alea pun sedikit terkejut dengan wajah bingungnya yang sudah saling tatap satu sama lainnya yang tak bisa berkata apa-apa lagi, mendengar mereka yang ingin pamit pergi dari kediamannya, dan tak banyak basa basi lagi mahesa dan alea pun beranjak bangun dari duduknya berjalan mengantar kedua tamunya menuju depan pintu gerbang dengan wajah pasrahnya


"ada apa ini, kenapa dia begitu terburu-buru pergi dari rumah tuan mahesa?.. (batin jila) dengan wajah bingung dan pasrahnya mengikuti langkah suaminya yang terus menariknya yang begitu cepat yang tanpa bicara sepatahpun yang membuat dirinya pun sedikit kewalahan


" lain kali ingat jangan lupa berkujung lagi kesini yah! "triak alea sembari melambaikan tanganya dengan wajah berharapanya dan jila pun yang mendengar itu langsung menoleh balik kearah belakangnya


" tentu , aku akan berkujung lain waktu,kalau begitu aku pamit dah..! "saut jila dengan suara kerasnya sembari membalas lambaian tangan alea dengan terburu-burunya menuju masuk kedalam mobilnya


brukk... (suara pintu mobil)

__ADS_1


dan pak supir yang tak banyak basi basi lagi langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimun menuju mall dan tentunya sudah diberitahukan tujuannya oleh majikanya


brummm... brumm..(suara mobil)


beberapa jam kemudian..


ditempat pusat pembelajaan yang saat ini jila berdiri terdiam dengan wajah bengongnya melihat tingkah suaminya yang tak biasa memberikan sebuah boneka ayam penyet yang bisa ditekan berbuyi didadanya


" apa-apaan dia terburu-buru kesini hanya ingin membelikanku ini.. ayam penyet? dolken sebenarnya apa yang kau sedang pikirkan kenapa kau memberikan ku ini? .. (batin jila) dengan wajah heran dan bingungnya melihat dan memperhatikan suaminya yang tidak jauh dari pandangannya yang sedang sibuk memilih barang dihadapanya sembari menelepon seketarisnya yang tidak jauh dari pengawasannya


"bukankah kau yang bilang harus membelikan wanita hadiah , maka wanita itu akan bahagia bukan? tapi, ku lihat kenapa jila menampakan wajah bingungnya ? apa kau salah menapsirnya?.. " tanya dolken dengan suara khasnya melirik jila dengan sedikit kecewanya yang tidak jauh dari pandangannya

__ADS_1


"tuan.. itu bukan salah ku, justru tuan yang salah kenapa memberikan boneka ayam penyet dia bukan anak kecil 5 tahunan? tuan , kenapa anda tidak membelikan boneka beruang disebelah kananmu yang berwarna pink ? mungkin nona jila akan lebih senang!.. " saran raja dengan suara pelannya berdiri dibalik kaca toko, melihat dan memperhatikan tidak jauh dari pengawasan majikanya saat ini yang sedang berkencan berduaan tanpa ditemani bodyguard atau pun orang lain disampingnya, hanya mereka berdua yang baru pertama Kali nya bagi dolken batara yang terkaya dan terpandang dinegaranya dalam hal berkencan yang sesungguhnya , dan dolken yang mendengar saran dari seketarisnya langsung menoleh melihat boneka disampingnya dengan tatapan detailnya yang begitu dekat , namun dalam sekejap dolken pun langsung menepis sembari menarik nafas beratnya


"uhu~~tidak , dia begitu jelek aku tidak suka! " protes dolken dengan sombongnya langsung mematikan ponselnya dengan sepihak, yang membuat raja pun semakin kesal


"tuan! ayam penyet juga tidak lebih bagus dari mana! .. " triak raja dengan cacianya membentak ponselnya yang amat geregetan di luar Sana


"ehmm... ternyata jalan-jalan dengan wanita sangat merepotkan juga ! .. (batin dolken) yang tak mau ribet langsung berjalan menghampiri istrinya sembari merogoh dompet di dalam saku jasnya , dan dolken pun dengan cepat meraih tangan jila sembari menyodorkan dompetnya ketelapak tangannya begitu saja , yang membuat jila pun semakin bingung dibuatnya dengan sikap suaminya yang tidak bisa terus terang keinginannya


"Ehh?..


"kau beli saja apa yang kau suka ! " ujar dolken singkat berdiri dengan raut wajah datarnya , yang membuat jila pun tersadar menatap dolken dengan sedikit kesalnya

__ADS_1


__ADS_2