
"dolken, kau datang juga? " sapa Maria yang sudah terseyum manisnya berjalan menghampirinya, dengan gaya anggunnya , yang membuat dolken pun hanya bisa terdiam terpaku melihat cinta pertama yang dulu pernah singgah di hatinya ,yang membuat pangeran Dan gosto pun ikut terdiam melihat wanita Itu berjalan menghampirinya , termasuk jila Dan rena yang sudah berdiri tidak jauh dari mereka pun ikut terdiam dengan wajah sangat amat penasaran memperhatikan sosok wanita cantik Dan anggun Itu
"siapa dia? Dan apa yang terjadi?kenapa mereka melihatnya begitu sangat seriusnya? " ujar rena dengan suara pelannya memperhatiakan sosok wanita Itu yang berpakainya gaun putih silver , Sama halnya dengan jila yang sudah berdiri terdiam memperhatiakan sosok wanita Itu yang sudah terseyum kepada suaminya Itu
"siapa wanita Itu? Dan kenapa dolken sangat gugup begitu?.. (batin jila) yang sudah merasakan piraSat buruknya didalam hatinya
"hai, Maria.. " sapa gosto yang sudah terseyum ramahnya pada mantan pacar sahabatnya Itu, Sama Hal dengan pangeran yang sudah terseyum manisnya melihat sahabatnya itu
"Maria, kau datang juga? "Tanya pangeran dengan suara khasnya , yang membuat Maria pun hanya bisa melempar senyuman kepada mereka berdua dan menoleh melihat dolken dengan tatapan penuh kerinduannya
__ADS_1
"hai dolken, lama kita tidak bertemu, aku sudah pulang.. " sapa maria dengan suara merdunya menatap dolken dengan lekatnya yang sudah saling pandang dengan diamnya, yang membuat pangeranpun tahu akan situasi seperti ini
"ayo, cepat sebaiknya kita cepat masuk, aku tidak mau menjadi nyamuk diantara mereka berdua? " ajak pangeran yang sudah menoleh kepada sahabatnya itu yang sudah berdiri disampingnya , yang membuat gosto pun hanya bisa menganggukan kepalanya yang sudah melangkah berjalan sembari memperhatikan istri sahabatnya itu yang sudah berdiri memperhatikan suaminya itu
"adik ipar, kakamu ini tidak bisa membantumu saat ini, sebaiknya kau berbanyaklah berdoa agar suamimu itu tetap dengan pendiriannya . . (batin gosto) sembari menghelang nafas beratnya berjalan mengikuti sahabat kecilnya itu dibelakangnya
tak... tak... tak...
"tidak! kau masih cantik dan sama seperti yang dulu didalam hatiku, kau juga seperti disaat masih kecil dulu, masih begitu sempurna ! .. " ujar dolken dengan suara pelanya memuji kecantikan mantan kekasihnya itu, yang membuat maria pun tersenyum manisnya mendengar pujian dari kekasihnya itu yang sudah semu merah dipipinya, yang membuat rena pun sangat kesal memperhatikan mereka berdua yang begitu romantic
__ADS_1
"cih.. siapa wanita itu? semakin penasaran saja dan begitu sombong! apa dia tidak tahu kalau istrinya sedang melihat suaminya yang sedang mengobol yang begitu renyahnya! ""dumel rena yang sudah memasang wajah suramnya menatap mereka , yang membuat jila pun terdiam dengan sedikit minder dengan statusnya saat ini
"tampaknya tuan rumah yang sebenarnya sudah datang kembali, dan aku hanya seorang yang palsu seharusnya... (batin jila) yang sudah menampakan wajah murungnya yang tertunduk lemas
"jangan takut! meskipun wanita itu ada sesuatu dengan suamimu, kau tetaplah nyonya muda batara group yang sah!"ujar rena dengan suara tegasnya yang memperkuat pendirian sahabatnya itu agar jangan termakan dengan situwasi saat ini
"rena, aku sedikit lelah, aku tidak begitu mengenal area sini, apakah kau bisa menemaniku mencari tempat untuk istirahat? " pinta jila yang sudah memasang wajah memohonnya kepada sahabatnya itu , yang membuat rena pun terdiam sejenak dan menoleh lagi melihat wanita itu dengan tatapan marahnya , yang sudah tahu maksud sahabatnya itu dengan perasaanya saat ini sembari menghelang nafas beratnya
"uhu~~baiklah , ayo sebaiknya kita pergi dari sini? " ajak rena yang sudah merangkul sahabatnya itu yang lebih pendek darinya sembari membalikan tubuhnya berjalan pergi meninggalkan mereka berdua, yang membuat dolken pun dengan sadar nya langsung menoleh melihat istrinya itu pergi dengan wajah diamnya
__ADS_1
"jila... (batin dolken)