sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
kerinduan rangga


__ADS_3

di perusahaan zilong biological..


"menurut akal sehat, dia sendiri datang untuk menujukan rasa prihatin adalah termasuk hal yang wajar, tapi kenapa dolken batara ingin menyembunyikan istrinya begitu rapat, mungkinkah ada rahasia yang tersimpan pada istrinya?.. (batin rangga) yang saat ini sedang ada perjamuan penting bersama kaliennya dan beberapa karyawan di Sana pun tak henti-hentinya memandangi sosok laki-laki itu yang bermata biru dan tampan


"wahh... tampan sekalii


" wahh... ternyata ada pria seganteng dan setampan dia apa lagi punya mata yang indah.. " ucap salah satu karyawan wanita itu yang dari tadi memperhatiakan bos nya itu bersama temanya yang sedang duduk di ruang rapat dengan mata mereka yang sudah bersinar terang


"CEO batara meskipun sangat perhatian, tapi kami sebagai tamu juga tidak boleh kehilangan etika, bawahanku membuat masalah, tentu saja aku harus menanggung tanggung jawab ini , terlebih lagi perusahaan masih harus berkerja sama group keluarga batara, jika CEO dolken bersedia memberikan kehormatan , aku akan menjadi tuan rumah dan mengundang CEO dolken untuk minum teh.. " ucap angga yang sudah bicara panjang lebar kepada seketarisnya untuk menyampaikan pesannya pada dolken


"aku mengerti tuan , aku akan mengaturnya sekarang kalau begitu saya permisi dulu.." ucap seketarisnya yang sudah berbalik badan dan berjalan menuju pintu keluar dan angga pun berbalik muka melihat beberapa kaliennya yang sedang menatap dirinya


" maaf semuanya, hari ini aku masih ada urusan lain . . " ucap angga yang sudah melihat beberapa orang yang sudah beranjak bangun dari duduknya

__ADS_1


"kebetulan kami juga masih ada urusan lain, kalau begitu kami tidak akan mengganggu ! selamat tinggal . . " ucap salah satu klaennya yang sudah mewakili semuanya untuk beranjak pergi dari ruang rapat dan angga pun terdiam sejenak melihat mereka pergi dari pandangannya dan beralih wajahnya menatap selembar photo yang selalu di bawa di dalam saku jasnya sembari mengelusnya beberapa kali yang penuh kerinduaan


"yuri , menurutmu apakah aku masih dapat bertemu dengan gadis itu lagi? apakah gadis itu malaikat, yang kamu kirimkan ke sisiku untuk menggantikanmu untuk mencintaiku? .. " ucap angga yang hanya bicara sendiri sembari menatap photo itu yang penuh kerinduaan yang membuat kerinduaan itu pun sirna di saat ada yang mengetuk pintunya dengan tiba-tiba


tok... tok... tok...


"masuk... " ucap angga yang sudah memasukan lagi photo itu ke dalam saku jas nya dengan cepat


"maaf tuan, CEO dolken menerima undangan anda , tapi CEO dolken bilang kota ini adalah tempatnya group keluarga batara, jadi tidak ada alasan bagi tamu untuk menelaktirnya , sebab itu, CEO dolken sudah menunggunya di hotel majestic. . " ucap seketaris angga yang sudah berdiri di hadapanya


"baiklah, aku mengerti beri tahu CEO batara , aku akan tempat waktu . . " ucap angga kepada seketarisnya itu yang sudah berjalan pergi meninggalkan ruang rapat dan angga pun bangun dari duduknya dan melangkah berjalan menuju ruang kerjanya


tap... tap.. tap...

__ADS_1


"dolken batara, akhirnya kita bisa bertemu secara langsung.. (batin angga) yang sedang bersiap-siap untuk bertemu dengan seseorang yang selama ini dia cari


di rumah sakit..


"bagaimana pun , kamu sudah menyelamatkan istriku , jadi berikan aku kesempatan untuk berterima kasih , kami sekarang berada di hotel majestic , apakah kamu bisa datang kesini?.. " ucap president itu yang sedang bicara di sebrang Sana bersama istrinya yang sudah ada di sampingnya


"ternyata, jila adalah gadis yang baik.. " ucap nyonya president itu yang sudah mendengar perkataan jila di sebrang Sana


"ahh, tidak masalah , aku bisa pergi kesana, mohon tunggu aku akan segera tiba ,baiklah aku tutup telephone nya dulu... " ucap jila yang sudah antusias dengan cepat menutup telephone nya dengan wajah yang penuh semangat dan senang


"syukurlah ! selama beberapa kali ini berhasil, maka aku bisa pulang untuk bertemu dengan ibuku ! .. " ucap jila yang sudah beranjak bangun untuk bersiap -siap


"sebaiknya di saat pulang nanti aku akan membawakan beberapa makanan kesukaan ibu, pasti dia akan sangat senang.. (batin jila) sembari bercermin melihat dirinya untuk berdandan dan menyisir rambutnya dengan penuh kebahagian yang sudah terukir di bibir manisnya yang tak berhenti bernyayi lagu kesukaannya

__ADS_1


__ADS_2