
"tunggu! dolken, kau mau kemana? " tanya Maria dengan suara manjanya menghadang dolken yang ingin beranjak pergi dari sisinya
"sebentar lagi saatnya melempar buket bunga keberuntungan loh! geisha, bilang dia akan melempar buket bunga kepadaku! tapi, menurutmu apakah aku dapat merebut buketnya? " ujar Maria dengan rasa PDnya tersimpuh malu memberitahukan kepada dolken yang sudah menoleh melihat dirinya dengan tatapan datarnya , namun dalam sekilas dolken pun menoleh lagi melihat istrinya itu berada namun dengan terkejutnya jila pun sudah menghilang tidak ada ditempatnya
"ehh? dimana dia ? .. (batin dolken) yang sudah berdiri dengan wajah diamnya , yang membuat Maria pun sangat amat senang dengan antusias
" dolken, aku tidak akan kau membiarkanmu pergi mencari jila saat ini!aku dan kau adalah pasangan yang sempurna, bukan dia!..(batin Maria) yang sudah tersenyum puasnya berdiri disamping pria yang dia cintai itu
beberapa menit kemudian..
__ADS_1
pelemparan buket pun selesai yang sudah didapatkan oleh Maria yang begitu senang dan bahagianya yang sudah berjalan cepat menghampiri dolken
"dolken, lihatlah ! aku sudah mendapatkannya ! aku benar-benar mendapatkannya! aku sungguh amat senang sekali dolken!.. "ujar Maria dengan rasa PDnya ingin memegang lengan dolken kearahnya, namun dengan cepat dolken pun menepisnya yang sedikit menghidar dan memasukan kedua tangannya kedalam sakunya
"hMm.. baguslah! "saut dolken singkat dengan wajah datarnya , sembari matanya melihat sekitarnya yang sudah celingak celinguk kesana kesini
"sebenarnya kemana tikus tanah itu pergi? cepat sekali dia perginya?.. (batin dolken) yang sudah menampakan wajah penasarannya
"jika dapat memilih, takdirku aku ingin menjadi seekor ikan hias didalam kolam ini itu lebih bagus bukan! setiap hari dapat berenang dengan bebasnya didalam air, tidak ada rasa khawatiran dan kegelisahan, dan tidak ada rasa kesedihan atau hal-hal yang menyakitkan karena dirinya begitu cantik pastinya banyak orang yang melihatnya penuh kasih sayang... (batin jila) dengan rasa galaunya menatap ikan-ikan itu sembari memberi makanan ikan dari tangannya berulang kali namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang menghampiri dirinya dengan sebutan nama yang berbeda
__ADS_1
"yuri katy! yuri katy ku! yuri? kau sudah kembali?jika kau sudah kembali, kenapa kau tidak pulang kerumah? ibu dan ayah sangat merindukanmu nak? "sapa mahesa Abril yang begitu emosional menatap jila yang sudah ada dihadapanya yang membuat jila pun sangat terkejut dengan wajah bengongnya melihat kedua orang tua itu yang begitu emosional menatap dirinya
"tunggu! wanita itu kelihatanya begitu familiar ? . . (batin jila) yang menoleh memperhatikan wanita disampaing pria itu yang sedikit lupa-lupa ingat
"maaf, kalian siapa?..." tanya jila yang sudah menampakan wajah bingungnya menatap mereka berdua namun dengan cepat mahesa pun yang tak sabarannya langsung menghampiri dan memeluk jila yang begitu erat dari dekapanya yang penuh kerinduan bertahun -tahun
"putriku! kau sangat kejam! begitu bilang Akan pergi , kau pergi begitu saja dan meninggalkan kami selama 2 tahun ihks.... ihks... apakah kau tahu kalau ayah dan ibumu ingin sekali pergi keduniamu untuk mencarimu ihks... ihks... "ujar mahesa dengan suara sendunya menangis sejadi-jadinya dari dekapan jila yang begitu erat, yang membuat jila pun terasa sesak melihat pria ada didekapanya
"maaf, sepertinya kalian salah orang ! " saut jila dengan suara sesaknya dari tubuh mahesa yang lebih tinggi besar dari dirinya
__ADS_1
"tolong aku.. aku tak bisa bernafass.... (batin jila) yang berusaha melepaskan pelukan dari pria itu yang begitu menyiksa dirinya