
"kami akan berpisah, setiap orang akan pergi ke3 suku, aku akan bertanggung jawab bicara dengan 3 suku minoritas yang terpengaruh didaerahnya , dan 3suku lainnya adalah tangung jawab ceo dolken! " saut rangga dengan seriusnya memberitahukan misinya
"tidak heran juga mereka semua datang dengan RF dan armada ! " ujar jila yang sedikit sudah paham , namun dengan tiba-tiba dolken pun datang berjalan menghampiri mereka berdua
tak.. tak.. tak..
"ternyata memang harus datang sendiri Baru bisa jelas keadaan disini, sepertinya akan lebih rumit dari yang kita duga! " saut dolken yang ikut bicara berdiri disamping istrinya dan tak lupa dirinya pun merangkul pundak jila dari dekapanya, dan rangga pun yang melihat dan mendengar itu hanya bisa tersenyum simpul
"Hahaha... iya kau benar!.. tapi, kalau begitu Baru sedikit menantang bukan?! " sindir rangga yang tak mau kalah menatap dingin membuat dolken semakin menatap dengan tajamnya , dan lagi-lagi jila pun melihat akan Hal itu dikedua pria dihadapannya yang sedang perang saling tatapan dengan sengitnya
__ADS_1
"~~uhu~~kenapa selalu ada percikan Api yang beterbangan diantara mereka yang begitu menyengat , dan disana juga mereka berdua sama saja , masih belom kelar dalam permainan yang tak mau kalah satu sama lainnya! ehemmm... (batin jila) dengan wajah pasrahnya melihat mereka berempat yang masih bersiteru tidak karuan , dan jila pun yang tak sengaja menoleh arah luar jendela dan melihat 3 tempat Parawisata yang cukup tidak digunakan
"kabupaten bunga sangat indah, tapi sayang sekali tempat Parawisata kenapa tidak dikembangkan? " tanya jila dengan sengajanya membuyarkan tatapan mereka yang sedang saling serang , dan rangga pun yang mendengar ITU langsung menoleh melihat jila dengan wajah datarnya
"pikiran ini memang baik, tapi juga tidaklah realistis ! " saut rangga dengan entengnya membuat jila pun sedikit penasaran
"desa bunga dikabupaten bunga , sebenaranya adalah tempat dimana nenek moyang mereka diabadikan , mereka tidak akan membiarkan orang asing keluar masuk sembarangan ! "saut rangga yang mulai memberitahukan asal usul desa bunga yang akan ditinjaunya
"tunggu! maksudmu mereka memuja leluhurnya?! " tanya jila sekali lagi yang masih tidak percaya
__ADS_1
"mungkin bisa jadi, tapi alasan mengapa desa bunga begitu besar adalah karena . .. ke enam suku semuanya memiliki penduduk desa yang menjaga nenek moyang mereka dan telah diturunkan dari generasi ke generasi lainnya dan dijaga begitu ketatnya , sebab ITU jila, kau datang ke kabupaten bunga ada untungnya ! " saut rangga
"apa! untung? . . " ujar jila yang terdiam sejenak menoleh melihat pemandangan diluar sana dengan pikirannya
" sebenarnya ada hubungan apa antara keluarga mahesa dan kabupaten bunga? aku semakin penasaran, perjalanan ini benar-benar diluar Ekspektasiku! . . (batin jila) yang sudah duduk termenung dengan hati rasa penasaran
"dan konon disaat jaman dinasti Kuno menduduki daerah ini, penduduk setempat secara spontan membentuk organisasi melawan dinasti Kuno, tetapi sayang sekali mereka gagal total, kepala dari 6 suku yang Memberontak juga mengalami siksaan Demi siksaan yang begitu brutal , kemudian keluarga mahesa keluar menengahi dan membalikan keadaan untuk menyelamatkan nyawa keturunan mereka , membuat dinasti Kuno tidak tenang , jadi membiarkan generasi mereka tinggal dikabupaten bunga dan tidak boleh keluar dari wilayah, sebab itu meskipun jila tidak berdarah dari keluarga mahesa, tapi sekarang kau adalah putri keluarga mahesa satu-satunya , tenang saja mereka tidak akan mempersulitkanmu karena mereka melihat keluarga mahesa dari dirimu! " ujar rangga dengan tenangnya memberitahukan sejarah desa bunga yang akan dikunjunginya , dan jila pun yang sudah sedikit paham menoleh melihat rangga dengan wajah datarnya
"owh! rupanya begitu, mereka punya budi dengan keluarga mahesa! ..
__ADS_1