
"apa karena Maria begitu sangat mencintai dolken? lalu kenapa dia masih memeluk pangeran dengan eratnya tadi malam ? benar-benar jal*ng drama !.. (batin rena) dengan diamnya menahan rasa kesalnya kepada Maria
"tidak masalah, sesuka hatinya saja mau gimana juga! aku tidak perduli! " ujar jila dengan wajah pasrahnya membuka lemarinya dan mengeluarkan baju-bajunya satu persatu kedalam kopernya
"jila, jika kau benar-benar ingin memilih untuk pergi, aku juga akan mendukungmu! " saut rena dengan suara tegasnya menghampiri sahabatnya dengan wajah kesalnya, dan jila pun yang mendengar itu langsung menoleh melihat sahabatnya dan tersenyum kecil sembari menganggukan kepalanya sedikit
"ehmmm...
beberapa jam kemudian didepan halaman villa yang saat ini mereka semua sudah bersiap berdiri yang ingin berpamitan kepada pengatin baru yang sudah berdiri dihadapanya dengan rasa harunya
" 3 hari ini maaf sudah benar-benar merepotkan kalian semuanya! " ujar geisha dengan ramahnya berdiri disamping suaminya
__ADS_1
" dasar dolken begitu cepatnya ingin pindah dari tempat ini padahal villa ini cukup besar untunya, tapi ya sudahlah itu sudah keputusanya , lagian, tidak apa-apa juga tempatnya tidak jauh dari sini,kita berdua juga masih bisa untuk mengunjunginya dan jalan-jalan bersama ! "protes gosto yang sedikit rasa kecewa kepada sahabatnya dengan wajah pasrahnya
"ohh iya, apa kalian tidak berencana untuk berbulan madu? " tanya jila dengan ramahnya menatap mereka berdua
"tentu, kami akan berencana pergi ke Sri lanka! "saut gosto dengan antusiasnya
" benar, tapi jila setelah kami pergi , tolong jaga Maria yah! " pinta geisha dengan wajah berharapnya , yang membuat rena pun yang mendengar itu langsung melipat kedua Tangannya didadanya dengan juteknya
"kalian jangan khawatir , dolken akan menjaganya baik-baik! " saut jila yang tersenyum kecil menatap mereka berdua
" dikira aku beby sisternya harus menjaga dia, hatiku mudah lunak, bukan berati aku adalah malaikat yang terus mengalah bukan!.. (batin jila) dengan diamnya dirinya pun membalikan tubuhnya dan beranjak pergi dari tempat itu bersama dengan yang lainnya , dan gosto pun hanya bisa terdiam melihat punggung jila dengan tatapan penuh kagumnya
__ADS_1
"ternyata benar jila putri adalah wanita yang sangat begitu sepesial ! .. (batin gosto) yang tersadar akan Hal itu
1 jam kemudian..
jila dan rena pun sudah sampai dirumah barunya berjalan masuk dengan wajah terkejutnya yang sudah melihat dan mendengar Maria yang sedang mengatur isi rumah barunya kepada beberapa pelayan seperti nyonya muda yang sesungguhnya
"dan dekorasi itu, ingat untuk meletakannya diruang tamu , tuan muda dolken suka menaruh beberapa barang paforitnya diruang tamu , dan kau , taruh semua barang ini di kamar tidur tuan muda, dan ingatlah untuk berhati-hati jangan sampai tumpah! " bentak Maria dengan suara keras dan cerewetnya mengatur semua pelanyan dirumah barunya dengan detailnya sembari menujuk Sana sini dengan leluasanya dan sesuka hatinya, yang membuat rena yang melihat dan mendengar itu sangat kesal dan marah
"wanita itu benar-benar ingin terlihat seperti Nyonya rumah! jila, tenang saja kau tidak sendirian ada aku disisimu kau tidak akan mudah ditindas olehnya disaat dia tinggal bersama kita! " ujar rena dengan suara tegasnya menoleh melihat sahabatnya yang sudah berdiri disampingnya sembari merangkul pundaknya yang begitu erat
"dasar, kalian semuanya begitu bodoh ! "bentak Maria sekali lagi dengan kesalnya melipat kedua Tangannya didadanya melihat beberapa pelayan yang tak sesuai keinginannya namun dengan sadar Maria pun menoleh melihat jila yang sudah berjalan menghampiri dirinya
__ADS_1
"eh, jila kau sudah datang rupanya! dolken bilang kalau hal-hal sepele seperti ini akan membuatmu lelah, jadi dengan terpaksa menyerahkan ini kepadaku ! kau tidak Marah'kan? mengambil keputusan kusendiri ? " ujar Maria dengan wajah palsunya tersenyum ramah menatap jila yang sudah berdiri dihadapanya