
"apa! tidak mungkin dia kan? .. (batin jila) dengan wajah sedikit terkejut langsung membalikan tubuhnya dan tanpa disengaja dirinya pun menjatuhkan bunga mawar putih dari digenggamannya berjalan cepat menghampiri suaminya dengan wajah sedikit paniknya dan mengabaikan beberapa pelayan yang sudah menampakan wajah bengong yang saling tatap satu sama lainnya
tak.. tak.. tak...
tak butuh lama jila pun dengan nafas engos-engosan berjalan menghampiri mobil hitam yang sudah terpakir dibawah pohon yang teduh di depan gerbangnya dengan berhati-hati sembari memegang perutnya yang sedikit menghalangi langkahnya berjalan dan benar saja dengan dugaannya disaat melihat sosok laki-laki yang sudah tertidur pulas dikursi pengemudi dengan bak terbuka
"ternyata benar dia!~~ uhu~~apakah dia sudah gila ? bukankah Hari itu Aku sudah bicara begitu jelas padanya tapi, kenapa masih terus datang ? sungguh bodoh sekali dia!Aku ingin sekali memarahinya ehmmm.. (batin jila) dengan Tatapan sedu dengan Rasa kangennya menatap suaminya masih tertidur pulas, namun dengan replek tangan kanannya pun menyentuh dan membelai kening dan rambut suaminya secara perlahan , dan dolken pun yang terbangun dari mimpinya merasakan sentuhan dari rambutnya berulang Kali dengan cepat dirinya pun menangkap tangan istrinya dari kepalanya yang begitu erat, yang membuat jila pun sedikit terkejut dan panik melihat suaminya terbangun dari tidurnya
" eeh!?..
__ADS_1
"apakah Kau boleh menemaniku pergi ke sesuatu tempat ? " Pinta dolken dengan suara pelannya menatap istrinya yang sedikit kurang istirahat , dan jila pun sangat terkejut melihat kedua bola Mata suaminya yang begitu lesu dan pucat
"dia seperti sudah lama tidak Istirahat sama sekali! apa yang Kau lakukan belakangan ini dolken?.. apa jangan -jangan karena aku?.. (batin jila) yang terdiam sejenak memperhatikan raut wajah suaminya yang tak biasa dan dolken pun yang tak sabaranya menarik dan mengakat istrinya dengan kedua tangannya begitu saja
" naik!..
1 jam kemudian..
mereka berdua pun sudah sampai ditempat tujuan yang membuat jila pun lagi-lagi sangat terkejut melihat gedung dihadapanya yang selama ini dia ingin kunjungi dengan wajah bengongnya yang sudah berdiri disamping suaminya , yang sudah digandeng tangannya yang begitu erat oleh suaminya yang tak mau lepas dari genggamanya
__ADS_1
" dia benar-benar membawaku kesini?!hotel ini... bukannya hotel 7 keabadian , tempat selama ini ingin Aku kunjungi! akhirnya Aku bisa melihat hotel yang terkenal sejarahnya dinegara P, sungguh luar Biasa! .. (batin jila) yang terdiam kagum melihat Interior bangunan yang begitu klaksik
"kenapa malah bengong, ayo cepat masuk? " Pinta dolken yang tak sabaran menarik tangan istrinya melangkah masuk ke pintu utama hotel
"ehh!! tunggu. .. jangan terburu-buru begitu Aku juga bisa Jalan sendiri! " protes jila dengan wajah kesalnya melihat suaminya yang terus berjalan dan mengabaikan istrinya yang terus bicara padanya
tak.. tak.. tak..
tak butuh Lama mereka berdua pun sudah sampai dikamar yang dolken pesan sebelomnya dan jila pun hanya bisa terdiam berdiri melihat ukiran kamarnya yang begitu apik dan klasik dengan mata melotot setiap penjuru ruang kamarnya yang tak berkedip sama sekali dengan kagumnya , dan dolken yang sedikit gerah dan lengket dibadannya dengan cepat dirinya pun membuka bajunya satu persatu didepan istrinya tanpa canggung sama sekali
__ADS_1