sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
bibir berdarah


__ADS_3

"ayah, tunggu! biar masalah ini serahkan padaku, aku kebetulan juga punya sesuatu untuk dibicarakan padanya.. " pinta jila dengan suara khasnya berjalan menghampiri ayah angkat dan menoleh melihat suaminya dengan tatapan datarnya


"tapi, jila... apa kau nyakin?" saut mahesa yang sedikit cemas menatap putrinya yang sudah berdiri dihadapanya


"iya, ayah aku akan baik-baik saja sebaiknya ayah masuk dan sapalah beberapa tamu yang ayah undang! " bujuk jila sekali lagi , menyakinkan ayah angkat dengan tatapan senyum manisnya yang membuat mahesa pun dengan wajah pasrahnya mengiyakan apa yang jila pinta dan dirinya pun yang tak banyak pikir panjang lagi dengan cepat membalikan tubuhnya meninggalkan mereka berdua yang masih berdiri didepan pintu , dan dolken pun hanya bisa terdiam dengan wajah sedikit terkejut menatap istrinya yang sedikit lebih berbeda dari sebelomnya

__ADS_1


"padahal hanya sehari saja tidak bertemu , kenapa tikus tanah ini berubah begitu banyak? .. (batin dolken) terdiam merasakan rindu didalam hatinya yang tertahankan berjalan mengikuti langkah jila dibelakangnya menuju taman , dan dolken pun yang tak sabaranya meraih dan menarik tangan istrinya dari dekapannya yang membuat jila pun sangat terkejut dengan mata bulatnya dan dirinya pun dengan cepat menepis dengan kasarnya, dan dolken pun sangat terkejut melihat sikap istrinya yang begitu dingin


"bukankah kau sudah memilih Maria? tapi, kenapa kau masih datang? " tanya jila jutek buang muka kearah lain yang tak berani menatap dolken yang sudah berdiri dihadapanya


"bukankah kau tahu jelas masalah kemarin aku tidak berdaya... " saut dolken dengan kejujuranya yang membuat jila pun merasa marah mendengarnya

__ADS_1


"jila, kau tahu sendiri yang ku suka dan kucintai adalah kau seorang! " sontak dolken yang tak Mau kalah menatap jila dengan wajah sedikit terkejut, dan jila pun yang mendengar itu tertunduk tidak berdaya


"sudahlah, setelah ini lahir, sebaiknya kita bercerai itu lebih baik untuk kita berdua! " pinta jila dengan rasa tak rela didalam hatinya, yang membuat dolken pun terkejut setengah mati mendengar ucapan istrinya barusan


"apa! tunggu jila, apakah ini perkataan yang ingin kau katatakan padaku? " tanya dolken sekali lagi menatap jila dengan seriusnya

__ADS_1


"benar!" saut jila singkat membuang muka kearah lain, dan dolken pun yang mendengar itu langsung menggeretkan giginya yang amat geregetan dengan sontak dirinya pun menarik lengan istrinya dari dekapannya yang membuat jila pun sedikit terkejut disaat dolken mencium bibirnya yang tiba-tiba dari lekuk lehernya yang sudah dipegang erat , yang membuat jila pun sedikit tidak berdaya disaat dolken bermain didalam mulutnya yang begitu lembut


"sehari yang lalu, kau tidak perduli sesulit apapun kau akan seperti pemeran utama wanita neng difilm kita tonton, tidak akan pernah menyerah karena cinta ! tapi kenapa sekarang malah ingin melepaskanku? aku dolken batara mana mungkin begitu mudah ditinggalkan begitu saja oleh seorang yang kucintai jila ?!.. (batin dolken) yang masih menikmati dan bermain-main didalam mulut istrinya yang begitu dalam, namun dengan sadar jila pun menggigit bibir dolken yang begitu kuatnya yang membuat dolken pun sedikit terkejut dengan mata melotot dan dirinya pun dengan cepat melepaskan ciumannya sembari mengusap ujung bibirnya yang sudah mengelurakan darah segar dengan jemari jempolnya


__ADS_2