
"lalu.. lalu kenapa emangnya ? bagaimana pun juga Aku tidak akan pergi, dan tetap mau disini bersamamu ! jika kau memaksaku pergi , maka Aku akan mati didepanmu sekarang juga! " bentak maria Dengan ancamannya Yang tak terima dengan sikap dolken padanya Dengan kesalnya, Yang membuat jila pun terdiam melirik dan memperhatikan ekpresi wajah suaminya Dengan tatapan kecut
"lihatlah, Kau pastinya akan lunak Dengan ancamannya bukan.. (batin jila) Yang menebak Dengan pikirannya akan Hal itu kepada suaminya, namun dalam sekejap tanpa aba-aba ataupun peringatan dolken pun Dengan emosinya mengakat kakinya sebelah kanan kearah kaca persis dibelakang maria
" bruukkk!!...
Yang hampir mengenai wajahnya yang mulus tak tergores oleh pecahan yang sudah berserakan dimana-mana dan maria pun Yang melihat dalam sekejap sangat terkejut terdiam kaku Dengan Mata melotot tidak percaya Dengan sikap dolken padanya Yang begitu sangat menakutkan Yang membuat dirinya pun Dengan perlahan memundurkan tubuhnya sedikit Dengan nafas dan jantung yang berdetak tak karuan
__ADS_1
sama Hal Nya Dengan jila Yang sangat Amat terkejut bukan main menutup mulut Dengan kedua tangannya berdiri Dengan tubuhnya Yang sedikit gemetar hebat melihat sikap suaminya Yang begitu arogan didepan wanita Yang selalu dia lindungi dan dicitainya dulu
"jika Kau ingin mati maka matilah! Aku tidak akan perduli lagi padamu! jangan Kau pikir kucing dan anjing bisa memaksaku berbuat Hal gila inget itu! " bentak dolken dengan nada kerasnya menatap maria Dengan sinisnya Yang berapi-api dikedua kelompak matanya Yang tajam, Yang membuat maria pun langsung terdiam membisu ketakutan Dengan tubuhnya Yang gemetar hebat Termasuk kedua lututnya Yang ikut lemas tak bertenaga melihat ekpresi wajah dolken Yang sangat menyeramkan tak biasa , namun dalam sekejap maria pun Dengan wajah shoknya merosotkan tubuhnya kebawah tertunduk dengan raut pucat pasih, dan dolken pun Dengan Rasa puasnya langsung menurunkan kakinya sembari membalikan tubuhnya mengabaikan maria dibawah sana dan dirinya pun melangkah berjalan kearah jila Dengan dinginya dan dolken pun berhenti sejenak berdiri didepan istrinya
"Aku akan selalu percaya padamu, dan Aku tidak akan pernah ragu terhadapmu jila! " ujar dolken Dengan suara khasnya berjalan lagi tanpa menunggu jawaban dari istrinya Dengan diamnya , dan jila pun Yang sadar itu hanya bisa terdiam melihat pungung suaminya Yang sudah pergi dari hadapannya Dengan perasaan Yang rumit
" uhu~~jila , untuk apa Kau menderita seperti itu.. (batin rena) Yang merasa sedih tak rela melihat sahabatnya Yang begitu selalu mengalah demi seseorang Yang dicintainya
__ADS_1
beberapa Jam kemudian..
pesta malam pun selesai dan para tamu undangan pun berpamitan pergi Satu persatu meninggalkan gedung termasuk maria dirinya pun akhirnya pergi tanpa pamit seorang diri menggunakan taksi Online, termasuk rena dan jila Yang sudah berdiri didepan parkir Mobil bersama Yang lainnya
"apakah kalian nyakin tidak mau ikut Satu Mobil denganku? " tanya rangga sekali lagi Dengan wajah sedikit kecewa berdiri dihadapanya
"iya, tidak perlu merepotkan, cukup rena saja Yang bisa menemaniku pulang, Aku akan baik-baik saja! " saut jila Yang tersenyum manis menyakinkan rangga , dan rangga pun Yang tak mau memaksa keinginan dan keputusan jila hanya bisa menampakan wajah pasrahnya dan dirinya pun Dengan langkah cepat membalikan tubuhnya dan berjalan pergi menuju mobilnya dan tak lupa beberapa Bodyguard pun ikut di belakangnya menemani tuannya , dan tak butuh lama rena dan jila pun berjalan pergi menuju mobilnya Yang berwaran kuning tidak jauh dari pandangannya
__ADS_1