
"jila, kenapa? apakah makanannya tidak sesuai selera? " tanya rangga yang sudah menampakan wajah rasa khawatirnya
"tidak, bukan begitu, maaf mungkin aku sepertinya tidak bisa menemani kalian makan malam saat ini, barusan dolken meneleponku dia ingin menjemputku! " ujar jila yang sudah menampakan wajah rasa bersalahnya menatap mereka Berdua
"apa begitu mendesak? " tanya rangga yang sudah menampakan wajah kecewanya
"iya! dia ingin mengajakku makan malam berdua saja! jadi aku... tidak bisa menolaknya .. sungguh aku minta maaf sekali... " saut jila yang sudah tersenyum senangnya , yang membuat rena pun yang mendengar itu langsung melipat kedua tangannya didadanya dengan juteknya
"dasar, lebih mementingkan pasangan dari pada teman kalian berdua , pergilah dan bermesraan Sana , jangan perdulikan aku ! lagi pula ceo rangga tidak mungkin tidak perdulikan aku kan, benarkan? " sindir rena dengan juteknya sembari melirik rangga dengan gaya khasnya yang membuat rangga pun hanya bisa tersenyum rasa terpaksanya menatap rena yang sudah menampakan wajah senyum ramahnya
"ceo rena, tak usah khuwatir , meskipun aku harus meninggalkan diri sendiri, aku juga tidak akan berani meninggalkan ceo rena seorang diri bukan! " saut rangga yang bicara promalnya menoleh dan menatap rena dengan ramahnya,yang membuat jila pun langsung membalikan tubuhnya sembari meledek sahabatnya itu yang sudah menjulurkan lidahnya
"kalau begitu maaf sudah merepotkanmu,aku sungguh minta maaf, lain kali aku akan menelaktir kalian berdua aku janji! dah.. rena weeeee!.... " ujar jila yang sudah tersenyum meledek kepada sahabatnya itu yang membuat rena pun membuang muka kearah lain dengan juteknya
"sudah, sudah, cepat Sana pergi ehMm... " saut rena dengan suara khasnya, sembari melihat sahabatnya itu yang sudah berjalan pergi , yang membuat rangga pun langsung menoleh kepada pelanyan restoran itu
"pelayan, tolong antarkan nona jila keluar! " pinta rangga kepada pelanyan nya , yang membuat jila pun langsung menoleh sembari melambaikan tangannya kearah rangga
"tidak perlu, dolken bilang dia sudah dekat disekitar sini , aku bisa turun sendiri, tidak perlu khawatir dah....rena, ceo rangga aku pergi dulu!..." tolak jila yang tersenyum ramahnya yang sudah membalikan tubuhnya berjalan pergi begitu cepat dengan rasa senang dan bahagianya, yang sudah terukir digaris wajahnya yang tak berhenti tersenyum, yang sudah berbunga-bunga didalam hatinya saat ini
__ADS_1
"baiklah, kalau begitu hati-hati dijalan nya!... " triak rangga yang sudah menampakan wajah rasa kecewanya menatap punggung Wanita yang amat disukainya itu berjalan pergi
tak... tak... tak..
"kenapa kau pergi begitu cepat jila.. (batin rangga) yang terdiam termenung dengan rasa sedihnya
"tidak tahu kenapa ...Aku sepertinya tidak bisa mengedalikan perasaanku saat dolken meneleponku! rasanya seperti seluruh dunia hidup kembali!.. (batin jila) yang sudah berjalan menuju lift yang amat senangnya
"dan benar-benar ingin bertemu dengannya sekarang juga!.. (batin mereka berdua) yang sudah saling persahutan disebrang Sana, yang saat ini dolken dan jila pun merasakan yang sama yang penuh kebahagian didalam hati mereka masing-masing , namun dengan tiba-tiba ponsel dolken pun berbunyi berulang kali yang tidak tercamtum nomor dilayar ponselnya itu, yang membuat dolken pun menaikan halisnya yang sedikit penasaran melihat layar di ponselnya itu
"siapa? nomor tidak diketahui?.. (batin dolken) dengan rasa penasarannya dolken pun langsung mengakat panggilan itu
" siapa ini! " tanya dolken dengan suara juteknya disebrang Sana
"dolken... Aku benar-benar minta maaf karena telah menunda waktumu sebentar, perutku tiba-tiba sakit, Aku tidak membawa dokter keluarga saat Aku pulang, Aku juga tidak ingat nama obat yang Aku minum dulu! geisha dan gosto akan menikah besok, Aku tidak enak menganggunya sekarang! apakah boleh tolong bantu aku untuk membelikan obat saja? " pinta Maria di sebrang Sana dengan suara lemahnya, yang membuat dolken pun yang mendengar itu sedikit terkejut
"Maria ! ... (batin dolken) yang mendengar suara Wanita yang dia kenal disebrang Sana
"dolken, apakah aku merepotkanmu ? kalau begitu sudahlah , aku akan menahan saja, lagi pula hanya sakit perut, tidak akan membunuhku dengan cepat . . " ujar Maria dengan suara khasnya disebrang Sana, yang membuat dolken pun sedikit bingung harus berkata apa kepada sahabatnya itu
__ADS_1
"perut Maria sudah buruk sejak masih kecil, tapi Maria sendiri tidak dapat mengingat nama obatnya.. tapi jila sedang menungguku sekarang ini! dan aku juga tidak bisa membiarkan kesedihan muncul diwajahnya lagi!.. (batin dolken) dengan wajah bingungnya harus mana yang lebih dulu diutamakannya, namun dengan tiba-tiba
prangkkk....
yang membuat dolken pun terkejut mendengar suara itu disebrang Sana
"Maria! apa yang terjadi! " triak dolken dengan wajah paniknya disebrang Sana
"tidak apa-apa.. hanya.. ahh! sakit sekali.. tadi galaknya jatuh dari tanganku! " saut Maria disebrang Sana dengan suara paraunya yang membuat dolken pun yang mendengar itu langsung memutar balik mobilnya yang sudah lawan arah
"tunggu! aku akan segera kesana membelikan dan membawamu obatnya ! tolong tahan sebentar! " triak dolken yang tidak pikir panjang lagi langsung mematikan ponselnya itu yang sudah menampakan wajah rasa kecewanya
"jila, maaf... aku akan segera datang membeli obat! tunggulah aku sebentar saja!... " gumam dolken yang sudah menampakan wajah rasa bersalahnya sembari melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimun untungnya dijalan raya tak terlalu padat di malam hari
brammm.... bramm... (suara mobil)
1 jam kemudian..
dan di tempat lain jila pun yang sedang berdiri didepan pintu utama restoran itu yang amat sangat tak sabarannya yang sudah menampakan wajah rasa senangnya menunggu suaminya itu
__ADS_1
"kira-kira dia mau bawa aku makan apa, ya? aku sungguh sangat mengharapkannya ! tunggu! bukankah dia bilang dia ada disekitar sini?tapi,kenapa begitu sangat lama dan belom datang juga? " gumam jila dengan diamnya yang sudah menampakan wajah rasa bingung dan kecewanya yang amat dalam kepada suaminya itu yang tak kunjung datang juga