
1 jam kemudian
mereka pun akhirnya sudah sampai dikediaman mahesa dan tentunya sudah disambut hangat oleh tuan rumah dengan wajah sedikit terkejut yang dirasakan mahesa saat ini
"selamat datang tuan dolken! ini sungguh mengejutkan dan sesuatu kehormatan bagi kami! " ujar mahesa dengan senyum ramahnya menyambut dolken dan jila didepan pintu masuk
"kenapa belakangan ini dia selalu ikut bersamanya? .. (batin mahesa) yang sedikit cangung mengingat beberapa hari yang lalu yang membuat dirinya tak bernafas lega disaat dekat dengannya , dan jila pun yang melihat dan memperhatikan ekpresi raut mahesa didepannya sedikit amat kesal kepada suaminya yang Sudah berdiri disampingnya
__ADS_1
"ini semua gara-gara kau! membuat tuan mahesa begitu sangat terkejut , awas kau! .. (batin jila) dengan rasa geregetanya langsung mencubit pinggang dolken dengan kerasnya, namun tak membuat dolken kesakitan atau pun mengeluarkan suara kesakitanya, justru dia malah terlihat biasa saja dengan santainya menerima sikap istrinya yang tiba-tiba mencubit dirinya berulang kali
"maaf mengganggu , jila bilang kalau pembukuan kemarin dibuat sedikit terburu-buru . . sebab itu kami membawakan Salinan kemarin untuk kalian ! " ujar dolken dengan suara khasnya tersenyum ramah menatap mereka berdua sembari menahan cubitan istrinya dibalik jasnya
"eh ? kenapa dia tidak merasa sedikit kesakitan apa cubitanku kurang keras?awas kau!.. (batin jila) dengan rasa geregetan dan penasarannya mencubit dan melintir kulit daging pinggang suaminya itu sekali lagi dengan sekuat tenaganya dibalik jas yang dipakai dolken saat ini sembari menoleh melihat tuan rumah dengan ramahnya
"ooh iya, ini ambillah ! setelah aku kembali aku berpikir untuk membuat beberapa revisi pada beberapa detailnya, kalian lihatlah dulu apakah revisianku sudah benar apa belom! " ujar jila dengan sedikit rasa PD nya tersenyum manis kepada mereka berdua, yang membuat mahesa dan alea pun sedikit terkejut dengan wajah bengongnya dan mengambil amplop coklat muda ditangan jila , dan tanpa sedikit ragu mereka pun langsung membukanya dan melihat perincihan didalam laporan keuangan dengan detailnya, yang membuat mahesa dan alea pun yang saling pandang satu Sama lainnya dengan wajah tersenyum puasnya langsung menoleh melihat jila dan dolken dengan senangnya
__ADS_1
"ya ampun aku hampir lupa, maafkan aku , ayo , ayo, ayo, kita masuk kedalam untuk membicarakannya ! " saut mahesa dengan antusiasnya langsung mempersilahkan kedua tamunya kedalam rumah , yang membuat jila dan dolken pun tersenyum sembari menganggukan kepalanya sedikit melangkah masuk berjalan mengikuti tuan rumah didepannya
tak... tak.. tak..
"apakah ada masalah dengan pinggangku? sebenarnya setiap hari aku selalu latihan loh.. tapi, paling enak mencubit pinggang sitikus tanah yang begitu agresif , berhubung kau suka mencubit, tidak salahnya jika aku membiarkanmu mencubitku sampai puas diatas ranjang , bukannya itu lebih asikk'iya kan? " bisik dolken dengan suara khasnya menggoda istrinya dengan tatapan lekatnya yang terus berjalan mengikuti disampingnya , yang membuat jila pun yang mendengar itu langsung menampakan wajah semu merah malunya dengan mata melototnya
"apa dia sedang menggodaku lagi! kenapa dia jadi seperti ini? aku hanya mencubitnya ! tunggu dulu! apa maksud perkataannya barusan apa dia...? . . (batin jila) yang terdiam sejenak dengan pikiranya yang sudah dag, dig, dug tidak karuan didalam Sana
__ADS_1